Mother&Baby Indonesia
7 Cara Ampuh untuk Meredam Amarah Suami

7 Cara Ampuh untuk Meredam Amarah Suami

Dalam membina rumah tangga, sesekali muncul konflik tentu hal yang umum terjadi. Cara orang menghadapi konflik pun cukup beragam, ada yang diam seribu bahasa, ada juga yang terbakar amarah. Moms pun harus cermat menanggapi emosi-emosi tersebut, jangan sampai api amarah dilawan dengan api juga. Nah, bagaimana cara tepat menghadapi suami yang sedang marah? Mengutip Good Therapy, ini cara ampuh meredam amarah suami.

Jangan Ikut Marah

Ketika Anda coba mengendalikan suami yang sedang marah, suami mungkin jadi lebih membela diri dan sulit diajak bekerja sama. Solusinya, cobalah untuk tidak ikut marah, dan beri waktu suami untuk menenangkan dirinya sendiri. Semakin tenang Anda, semakin cepat juga amarah suami mereda.

Tegas dan Tetap Hormat

Bersikap tegas (bukan marah) adalah proses mengambil alih keadaan, tanpa menghina emosi dan keinginan yang sedang melanda suami Anda. Ketika Anda berbicara dengan hormat, tegas, percaya diri, jujur, dan terbuka, maka Anda juga membantu suami untuk bisa lebih tenang dan berbagi tanggung jawab.



Dengarkan Keluhannya

Terkadang, suami menjadi marah karena merasa tidak didengar, dianggap remeh, dan tidak dihargai. Suami mungkin merasa kecewa dan diabaikan. Untuk meredam amarah suami, pastikan Anda meluangkan waktu untuk fokus mendengarkan perasaan suami Anda, Moms.

Validasi perasaan adalah salah satu cara mengomunikasikan rasa menerima diri sendiri dan orang lain. Bukan berarti harus setuju dengan semua hal, tapi lebih menunjukkan kalau Anda mencoba untuk mengerti kegusaran yang suami rasakan.

Sabar

Amarah adalah bentuk emosi yang lebih dalam dari berbagai emosi negatif lainnya, seperti takut, sedih, sakit, yang mungkin telah dipendam terlalu lama. Awalnya, marah membuat suami merasa kuat dan memegang kendali. Namun jika dibiarkan, marah juga bisa menyakiti perasaannya. Maka sangat penting bagi Moms untuk bersabar menghadapi amarah suami, karena sesungguhnya rasa itu juga membuat mereka tidak nyaman. Stop melawan api dengan api, dan hindari sikap saling menyalahkan.

Beri Waktu

Tidak selamanya suami yang marah ingin diberi solusi. Untuk menenangkan pikiran dan amarah suami, cobalah beri ia waktu dan ruangan untuk menyendiri. Umumnya, pria lebih suka untuk memikirkan masalah dan solusinya terlebih dahulu, begitu ia lebih tenang, maka barulah ia mencari solusi dengan istri.



Maka ketika suami sedang terlihat marah dan memilih untuk menyendiri, Moms hormati saja pilihan ini dan tidak perlu tersinggung, ya. Mungkin inilah cara terbaik Dads untuk meredam amarahnya sambil memikirkan win-win solution.

Jangan Memperkeruh Suasana

Ketika Dads terlihat marah, Moms tidak perlu memperkeruh suasana dengan memojokkan atau bahkan menebak-nebak penyebabnya. Tidak semua emosi yang terjadi di rumah disebabkan oleh hal-hal yang ada di rumah. Dengan kata lain, jangan berasumsi bahwa penyebab Dads marah ada kaitannya dengan Anda, karena tuduhan seperti ini justru hanya memperkeruh suasana. Moms juga tidak perlu mengaitkan masalah lama dengan keresahan yang sedang Dads rasakan, ya.

Kenali Waktu untuk Diam

Menemani suami yang sedang mengespresikan amarah, bukan berarti Anda harus banyak bicara untuk menenangkannya, Moms. Kenali kapan harus bicara memberi solusi dan kapan harus diam. Terkadang amarah bukan hanya karena kesal, tapi juga karena tidak punya kesempatan untuk berbicara.

Maka ketika suami sedang berbicara panjang sambil mengespresikan kekesalannya, Anda hanya perlu menemani di sampingnya sambil memberi sentuhan lembut di punggung. Tunjukkan Anda peduli dan suami tidak sendirian menghadapi masalah ini. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   rumah tangga,   pasangan,   suami istri,   amarah,   emosi