Mother&Baby Indonesia
Terlalu Banyak Mengonsumsi Kalsium? Waspada Hiperkalsemia!

Terlalu Banyak Mengonsumsi Kalsium? Waspada Hiperkalsemia!

Moms pasti tahu kalau menjaga kesehatan dan kepadatan tulang harus dimulai sejak dini. Salah satu cara termudahnya adalah dengan mengonsumsi vitamin D dan suplemen kalsium. Cara mudah ini memang efektif membantu Anda memenuhi kebutuhan kalsium harian, namun kalau berlebihan bisa menyebabkan hiperkalsemia, lho!

Mengutip Mayo Clinic, hiperkalsemia adalah kondisi kadar kalsium dalam darah di atas normal. Terlalu banyak kalsium bukannya menyehatkan tulang, tapi justru bisa melemahkan tulang, menyebabkan batu ginjal, dan bahkan mengganggu fungsi jantung dan otak. Duh, bahaya banget!

Untuk mengantisipasi kemungkinan hiperkalsemia, yuk ketahui info lebih detail mengenai masalah kesehatan yang satu ini, Moms!



Apa Itu Hiperkalsemia?

Hiperkalsemia adalah kondisi kadar kalsium dalam darah di atas normal. Mengutip Web MD, hampir semua kalsium yang diterima tubuh akan disalurkan ke tulang, namun ada 1 persen yang mengalir ke darah dan disebut kalsium darah.

Berapa normalnya kalsium dalam darah? Pada orang dewasa, total kalsium dalam darah disebut normal jika jumlahnya 8,5 sampai 10,3 miligram per deciliter (mg/dL). Jika hasil tes kalsium Anda lebih dari itu, maka artinya Anda mengalami hiperkalsemia.

Penyebab Hiperkalsemia

Kadar kalsium dalam darah dikendalikan oleh kelenjar paratiroid, ini adalah empat kelenjar kecil yang berada di belakang kelenjar tiroid. Mengutip Medical News Today, ketika tubuh butuh kalsium, maka paratiroid akan mengeluarkan hormon untuk:

• Memberi sinyal pada tulang agar melepaskan kalsium ke darah.

• Memberi sinyal pada ginjal untuk mengeluarkan lebih sedikit kalsium ke urine.

• Memberi sinyal ke ginjal agar mengaktifkan vitamin D yang membantu saluran pencernaan menyerap lebih banyak kalsium.

Ketika kelenjar paratiroid bereaksi berlebihan, maka hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang mengganggu keseimbangan kalsium. 

Pemicu Hiperkalsemia

Selain kelenjar paratiroid yang bereaksi berlebihan, hiperkalsemia juga bisa dipicu oleh:

1. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin D, yang memicu penyerapan kalsium ke saluran cerna. Ketika sudah terserap dengan baik, kalsium pun akan berjalan ke aliran darah hingga terjadilah hiperkalsemia. Normalnya, hanya 10-20 persen kalsium dari makanan Anda yang diserap tubuh, sisanya terbuang lewat kotoran tubuh. Vitamin D membantu menyerap kalsium lebih banyak. Maka disarankan orang dewasa hanya mengonsumsi vitamin D 600-800 IU per hari.

2. Kanker. Jenis kanker yang bisa memicu hiperkalsemia adalah kanker paru, payudara, dan darah. Mengutip Medical News Today, pada 2013, diperkirakan hiperkalsemia terjadi pada 2 persen dari seluruh pasien kanker di Amerika. Dan 30 persen pasien kanker mengalami kadar kalsium tinggi selama berjuang melawan penyakitnya. Ketika kankernya telah menyebar ke tulang, maka risiko hiperkalsemia pun meningkat.



3. Beberapa penyakit lain yang bisa memicu terjadinya hiperkalsemia adalah TBC, gangguan tiroid, sakit ginjal kronis, gangguan kelenjar adrenal, dan infeksi jamur berat.

4. Dehidrasi berat. Orang dengan masalah dehidrasi berat hanya memiliki sedikit air di darahnya yang bisa meningkatkan konsentrasi kalsium di aliran darah.

5. Kurang bergerak. Orang yang tidak bisa bergerak dalam jangka waktu lama memiliki risiko lebih tinggi mengalami hiperkalsemia. Ketika Anda tidak banyak melakukan aktivitas, maka tulang bisa melemah dan mengeluarkan lebih banyak kalsium ke darah.

Gejala Hiperkalsemia

Jika hiperkalsemia tergolong ringan, maka mungkin tidak ada gejala yang muncul. Namun pada kondisi yang lebih serius, beberapa gejala ini bisa terjadi:

• Sering haus berat dan sering berkemih. Terlalu banyak kalsium artinya ginjal pun harus bekerja lebih keras. Hasilnya, penderita hiperkalsemia mungkin lebih sering berkemih, hingga merasa mudah haus berat dan mengalami dehidrasi.

• Nyeri perut dan masalah pencernaan. Terlalu banyak kalsium bisa menyebabkan perut nyeri, sakit perut, mual, dan susah buang air besar.

• Nyeri tulang dan otot melemah. Hiperkalsemia bisa menyebabkan tulang melepaskan terlalu banyak kalsium, dan tulang pun menjadi kekurangan kalsium. Aktivitas tulang yang tidak normal ini bisa menyebabkan nyeri hebat dan otot melemah.

• Linglung dan mudah lelah. Ingat, terlalu banyak kalsium juga bisa memengaruhi fungsi kerja otak lho, Moms! Hal ini bisa membuat Anda linglung, mudah cemas, dan mudah lelah.

• Depresi. Tedengar aneh tapi nyata, namun terlalu banyak kalsium ternyata juga bisa mengganggu kesehatan mental, seperti depresi dan cemas berlebih.

• Tekanan darah tinggi. Ritme jantung tak normal dan tekanan darah tinggi adalah dua masalah yang sangat terkait dengan hiperkalsemia. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: hiperkalsemia,   kalsium,   vitamin d,   penyakit,   kesehatan