Mother&Baby Indonesia
Moms Alami Insomnia Selama Pandemi? Ini Cara Mengatasinya

Moms Alami Insomnia Selama Pandemi? Ini Cara Mengatasinya

Tidur merupakan salah satu aktivitas yang penting dilakukan. Mengapa? Karena saat tidur tubuh akan mengembalikan energi dan membersihkan racun-racun dalam tubuh. Selain itu, tidur juga bisa membantu memperbaiki jaringan yang rusak dan pergantian sel.

Namun sayangnya, di tengah pandemi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang, khususnya para ibu yang mengalami susah tidur. Dikutip dari Pharmacy Times, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research, ditemukan adanya peningkatan susah tidur dua kali lipat pada ibu selama pandemi COVID-19 menjadi 23%. Selain itu, 80% ibu melaporkan kecemasan ringan hingga tinggi terkait COVID-19.

Tidak hanya para ibu yang mengalami kualitas tidur yang menurun, sebanyak 30 persen ibu juga melaporkan adanya penurunan kualitas tidur dan juga penurunan durasi tidur pada anak.



Lebih lanjut, hasil awal dari survei yang dipublikasikan di The Wall Street Journal dengan melibatkan sekitar 1.600 orang dari 60 negara menunjukkan bahwa sebanyak 46% di antaranya melaporkan memiliki masalah kurang tidur selama pandemi.

Kenapa Pandemi Membuat Ibu Susah Tidur?

Dikutip dari laman Washington Post, menurut para ahli, pandemi telah meningkatkan stres dan mengganggu rutinitas. Selama pandemi, peran dan tugas ibu di dalam rumah tangga menjadi dua kali lipat lebih banyak, misalnya saja harus memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan selama di rumah, memastikan semua anggota keluarga menjalankan protokol kesehatan agar tidak tertular COVID-19, belum lagi adanya masalah finansial, dan beban pekerjaan jika ibu bekerja, serta masalah lain yang muncul seiring pandemi.

Lantas, bagaimana cara menangani masalah susah tidur yang dialami selama pandemi? Moms bisa lakukan beberapa tips berikut ini untuk mengatasi gangguan tersebut, yakni:



1. Miliki Jadwal Rutin

Tetaplah pada rutinitas dan pastikan Anda memiliki jadwal yang terorganisir. Bangunlah pada waktu yang sama setiap pagi untuk menstabilkan ritme sirkadian Anda, yaitu sistem internal tubuh yang mengatur siklus bangun dan tidur. Kebiasaan ini dapat membantu Anda untuk bisa tidur lebih cepat dan nyenyak di malam hari.

2. Batasi Konsumsi Kafein

Seperti yang sudah diketahui, kafein merupakan zat yang dapat membuat Anda terjaga pada malam hari. Melansir dari laman Sleep Foundation, kafein dapat bertahan selama delapan jam di dalam tubuh, sehingga hal ini bisa menyebabkan susah tidur. Ini dikarenakan kafein dapat memblokir zat kimia pengontrol tidur di otak serta dapat meningkatkan produksi hormon adrenalin yang membuat Anda jadi terjaga sepanjang malam.

3. Hindari Gadget

Cahaya biru dari gadget diketahui dapat memengaruhi ritme sirkadian sehingga membuat Anda tetap terjaga sepanjang malam. Oleh karena itu, saat jam istirahat tiba, sebisa mungkin jauhkan diri Anda dari perangkat pintar.

4. Berolahraga

Rutin berolahraga dapat membuat siklus tidur lebih teratur dan sehat. Pasalnya, olahraga dapat menurunkan suhu tubuh sehingga menimbulkan rasa mengantuk. Selain itu, dengan berolahraga, tubuh akan meningkatkan produksi hormon tidur, sehingga Anda menjadi lebih mudah terlelap pada malam hari. Dengan begitu, Anda akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik. (Fariza Rahmadinna/ SW/Dok. Cookie_Studio/Freepik)



Tags: insomnia,   pandemi,   kurang tidur,   kesehatan