Mother&Baby Indonesia
Jerawat di Vagina? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat di Vagina? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Di mana pun lokasinya, jerawat memang selalu mengganggu! Sayangnya, bukan hanya wajah, punggung, dan leher Anda yang bisa diserang jerawat, area vagina juga bisa terkena lho, Moms. Mungkin Anda tidak langsung menyadarinya, karena area yang satu ini tentu tak mudah terlihat.

Meskipun begitu, dampak jerawat di area genital bisa membuat Anda jadi merasa sangat terganggu. Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi jerawat genital? Simak penjelasan dokter spesialis kulit dan kelamin berikut ini ya, Moms.

Apa Itu Jerawat Genital?

Dalam istilah medis, keluhan kesehatan kulit yang satu ini disebut dengan moluskum kontagiosum (MK). “Kasus moluskum kontagiosum ini sering ditemukan, namun sangat jarang dibahas atau dibicarakan,” ujar dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia, saat webinar dengan tema Moluskum Kontagiosum: Jerawat Genital yang Mengganggu (04/11/20).



Menurutnya, MK sebenarnya adalah infeksi pada kulit, namun karena bentuknya mirip jerawat, maka masyarakat awam menyebutnya sebagai jerawat genital. MK sering dianggap remeh dan tabu untuk dibicarakan, bahkan tak jarang dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Tak heran kalau kondisi ini sering didiamkan berlarut-larut, padahal penularannya sangat cepat lho, Moms.

MK Bisa Menyerang Anak!

Menurut dr. Anthony, belum banyak data epidemiologi akurat yang beredar mengenai moluskum kontagiosum. “Namun MK dilaporkan terjadi sebanyak 1.200-1.400 kasus per 100.000 penduduk per tahun di seluruh dunia,” ujar dr. Anthony. Di tempat praktik dr. Anthony sendiri, yaitu di Klinik Pramudia, selama 2019-2020 ditemukan rata-rata sebanyak 2 sampai 4 kasus MK per bulan.

Kasus ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak usia 2 sampai 10 tahun. Sedangkan pada orang dewasa, kasus ini lebih sering terjadi pada rentang usia 20 sampai 60 tahun. Pada anak, MK disebabkan oleh infeksi virus POX, dan ini bisa menular dengan cepat, Moms. MK juga lebih rentan dialami oleh anak yang menderita dermatitis atopik.

Penyebaran Jerawat Genital

Menurut dr. Anthony, MK dapat menyebar melalui banyak cara, seperti:

• Kontak kulit, terutama yang erat dan sering.

• Kulit yang tipis.

• Garukan.

• Autoinokulasi.



• Anak melalui sesama anak seumur lewat kontak langsung saat bermain bersama.

• Dewasa melalui kontak seksual.

• Fomites atau benda yang dipakai bersama dan kolam renang (belum terbukti).

Gejala Jerawat Genital

Walau sering disebut jerawat, namun penyakit kulit akibat infeksi virus ini tidak begitu menyiksa seperti jerawat di wajah. Moluskum kontagiosum tidak gatal atau hanya menimbulkan gatal ringan, dan tidak sakit atau nyeri. Bentuknya berupa bintik putih atau merah muda seperti jerawat, dengan lesung di bagian tengah.

MK atau jerawat genital ini tidak selalu menyerang area kemaluan, karena lokasinya bisa di berbagai area kulit yang tipis lainnya. Contoh area yang rentan terkena MK adalah siku, lutut, ketiak, lipatan paha, leher, pubis, dada, dan punggung.

Termasuk Infeksi Seksual Menular?

Jerawat genital atau moluskum kontagiosum seringkali dikaitkan dengan penyakit IMS atau infeksi menular seksual, benarkah? Menurut dr. Anthony, MK pada orang dewasa memang sering dianggap sebagai IMS. “Penularan MK terjadi karena kontak langsung pada kulit yang erat dan berulang (seksual maupun non-seksual) serta autoinokulasi pada garukan,” jelasnya. MK juga sering ditemukan pada pasien immunocompromise (gangguan sistem imun yang menurun), seperti pada penderita HIV.

Cara Mengatasinya

Berita baiknya, MK bisa diobati dan dicegah! “Bila diobati dengan benar dan tidak terjadi kontak ulang terhadap sumber penularan, jarang terjadi kekambuhan pada MK. Terdapat beberapa modalitas pengobatan untuk MK. Namun pada dasarnya, cara pengobatan MK pada anak hampir sama dengan dewasa. Hanya saja pada pelaksanaannya, pengobatan pada anak jauh lebih sulit daripada orang dewasa,” papar dr. Anthony.

Untuk mengatasi MK, dokter akan menghilangkan lesi MK dengan cara mengeluarkan badan moluskum. “Tindakan destruktif dapat menggunakan cairan kaustik, laser, elektrocauter, dan cryotherapy,” tambahnya. Sedangkan jika MK disebabkan oleh masalah sistem imun tubuh, maka obat-obatan oral atau biologic agent mungkin akan diberikan untuk meningkatkan sistem imunitas.

Moms harus lebih waspada dengan MK atau jerawat genital, baik pada diri sendiri maupun pada anak, karena semakin cepat dideteksi dan ditangani, semakin optimal pula hasilnya. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: jerawat,   vagina,   moluskum kontagiosum,   kulit