Mother&Baby Indonesia
Aktivitas Sesuai Usia Anak untuk Menstimulasi Lancar Bicara

Aktivitas Sesuai Usia Anak untuk Menstimulasi Lancar Bicara

Agar Si Kecil lancar bicara, ada banyak aktivitas seru yang bisa Moms lakukan untuk menstimulasinya. Tidak perlu aktivitas yang serius dan sulit kok, Moms, aktivitas sederhana seperti mengobrol bersama saja sudah sangat ampuh!

Aktivitas seru seperti itu tidak hanya meningkatkan kemampuan anak berbicara, tapi juga meningkatkan perbendaharaan kata Si Kecil lho, Moms. Yuk, ketahui aktivitas apa saja yang bisa dilakukan agar anak lancar berbicara. Pastikan aktivitasnya sesuai dengan usia Si Kecil ya, Moms!

0-12 Bulan

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat baru lahir, bayi hanya dapat menangis untuk menyatakan keinginannya. Namun pada usia 2-3 bulan, ia mulai bisa membuat suara seperti “Aah” dan “Uuh” yang dikenal dengan istilah cooing. Ia juga akan mencari sumber suara yang ia dengar dan mulai menyukai mainan yang mengeluarkan suara.



Sebelum 6 bulan, bayi sudah mulai bereksperimen dengan berbagai bunyi yang bisa ia hasilkan, seperti suara berkumur. Ia juga mulai mengoceh dengan suku kata tunggal dan bisa mengatur nada sesuai emosi yang dirasakan. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), aktivitas yang tepat untuk menstimulasi kemampuan berbicara bayi 0-12 bulan adalah:

• Ajak bicara seperti “Ma, da, ba” dan ajak Si Kecil untuk mengucapkannya kembali.

• Tatap Si Kecil ketika ia membuat suara. Ajak bicara kembali Si Kecil, seakan-akan Anda sedang mengobrol seru dengannya.

• Beri respons ketika bayi tertawa atau berekspresi, dan beri ia ekspresi wajah yang sama.

• Ajarkan bayi hal-hal sederhana yang Anda lakukan, seperti tepuk tangan atau bermain cilukba.

• Selalu ajak bayi mengobrol di sela rutinitas bersamanya, seperti mandi, makan, dan ganti popok. Ceritakan apa yang sedang Anda berdua lakukan, dan sebutkan apa yang akan ia lihat dan rasakan.

1-2 Tahun

IDAI menyebutkan kalau di usia ini anak biasanya sudah bisa mengucapkan 3-6 kata dengan arti, sudah bisa mengangguk saat setuju, dan bisa menggelengkan kepala saat tidak setuju. Kira-kira di usia 18 bulan, kosakata anak mungkin sudah mencapai 5-50 kata. Untuk menstimulasinya, ASHA menyarankan untuk melakukan beberapa aktivitas ini:

• Menunjukkan warna dan bentuk.

• Menghitung benda yang Anda lihat.

• Menggunakan gerakan untuk berkomunikasi, seperti melambaikan tangan dan menunjuk benda.



• Mengenalkan suara hewan. Ini membantu bayi bisa menghubungkan suara dan hewan. Gunakan kata seperti, “Suara kucing meong-meong” dan “Suara anjing guk-guk-guk.”

• Lengkapi kata yang diucapkan Si Kecil, seperti ketika ia bilang “Mama” maka Anda bilang, “Ya, ini Mama. Mau Mama peluk?”

• Bacakan buku cerita untuknya. Anda tidak perlu membacakan setiap kata di buku itu, melainkan ceritakanlah isi gambar yang ada di buku. Pilih buku yang banyak gambar dan warnanya.

Usia 2-4 Tahun

“Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah biasa menggunakan kalimat 2-3 kata, mendekati usia 3 tahun bahkan 3 kata atau lebih, dan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak (misalnya Pok Ami-Ami),” tulis IDAI di situsnya. Anda bisa mencoba beberapa aktivitas ini bersama Si Kecil:

• Bicara yang jelas dengan Si Kecil. Beri contoh cara berkalimat yang baik dan benar.

• Ulangi yang anak ucapkan, sebagai tanda Anda mengerti maksudnya. Kemudian, lengkapi kata-kata yang anak sebutkan. Misalnya, “Kamu mau susu? Ini segelas susu untuk kamu. Mama punya susu cokelat dan stroberi. Kamu mau susu rasa apa?”

• Sesekali mengucapkan baby talk boleh-boleh saja, tapi jangan lupa untuk memperbanyak kata yang benar ya, Moms. Contohnya, “Kamu mau naik ngeng? Boleh, nanti kita naik mobil, ya.”

• Bantu anak mengerti dan tanyakan pertanyaan dengan mengajaknya bermain yes-no game. Contohnya, “Apakah kamu Raska?” dan “Apakah bantal bisa terbang?” Ajak Si Kecil membuat pertanyaan kreatif dan biarkan ia mencoba menjebak Anda dengan pertanyaan yang ia anggap sulit.

• Bantu anak mengenal kata-kata baru, seperti mengenal bagian tubuh dan apa fungsi bagian tubuh tersebut. “Ini hidung Mama. Mama bisa mencium bau kue enak dengan hidung. Bau apa lagi yang bisa kamu cium dengan hidung?”

• Ajak anak membuat lirik dari nada yang ia sukai, misalnya dengan lagu Bintang Kecil, ajak anak mengganti liriknya secara spontan. Seru lho, Moms! (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   bahasa,   kecerdasan anak,   stimulasi,   anak lancar bicara