Mother&Baby Indonesia
Ragam Fobia yang Dialami Anak dan Cara Mengatasinya

Ragam Fobia yang Dialami Anak dan Cara Mengatasinya

Moms dan Dads tentu sudah tahu bahwa fobia merupakan rasa takut yang muncul hingga memicu kecemasan berlebihan akan suatu benda atau situasi tertentu. Penyebabnya bisa dari peristiwa traumatis, efek dari imajinasi, hingga faktor genetik. Kondisi ini tak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak dengan tipe yang berbeda-beda.

Ragam Fobia pada Anak

Setidaknya ada 7 tipe fobia yang bisa dialami Si Kecil dengan berbagai alasan hingga membuatnya tidak nyaman jika melihat maupun bersentuhan dengan benda atau situasi tertentu, di antaranya:

1. Lachanophobia

Ini merupakan ketakutan anak pada sayuran dan semua menu yang menggunakannya sebagai bahan dasar. Fobia ini kemungkinan terjadi karena Si Kecil sering dipaksa untuk memakan sayuran. Jika tidak segera diatasi, anak bisa mengalami gangguan kesehatan karena kekurangan asupan nutrisi.



2. Ablutofobia

Anak Moms takut mandi? Mungkin ia mengalami ablutophobia, ketakutan terhadap mandi dan kegiatan membersihkan diri lainnya. Si Kecil akan selalu menghindar dari air, sabun, bahkan kamar mandi meski tubuhnya sudah lengket dan kotor akibat bermain.

3. Doronophobia

Anak-anak biasanya akan sangat senang saat diberikan hadiah. Namun, berbeda jika Si Kecil alami doronophobia atau rasa cemas berlebihan saat harus membuka hadiah yang isinya ia anggap sebagai benda berbahaya.

4. Glophobhia

Ketakutan pada balon dengan beragam bentuk dan warna pun bisa menjadi fobia tersendiri pada anak-anak. Penderitanya akan merasa sangat cemas saat berada di dekat balon, melihat seseorang yang meniup balon, bahkan histeris saat balon menyentuh dirinya.

5. Trypanophobia

Jarum suntik menjadi benda yang cukup ditakuti anak-anak. selain ujungnya yang tajam, tubuh akan merasa sakit saat disuntik. Namun, berbeda pada anak yang hanya menangis, trypanophobia bisa membuat detak jantung anak meningkat dan menggigil ketakutan.

6. Nyctophobia

Si Kecil juga mungkin merasa cemas ketika masuk ke ruangan yang gelap. Fobia ini bisa membuat anak pun berteriak walaupun Anda tetap ada di sampingnya. Kondisi tersebut pun membuat mereka sulit tidur tanpa cahaya di malam hari.

7. Coulrophobia

Fobia pada badut juga bisa muncul, di mana anak menganggapnya sebagai sosok yang menakutkan. Penyebabnya bisa karena sering ditakut-takuti, efek menonton film tentang badut, kostum badut yang mencolok, hingga riasan wajah badut yang menurut Si Kecil menyeramkan.

Mengatasi Fobia Anak


Fobia yang dialami anak-anak tentu tidak bisa disepelekan, sebab dapat terbawa hingga dewasa dan mengganggu kehidupannya kelak. Untuk itu, Moms dan Dads perlu memberi dukungan agar Si Kecil mampu menghadapi ketakutannya sehingga tidak memengaruhi kondisi psikologi secara berlebihan. Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:



• Rasa Takut adalah Nyata

Fobia bukan hanya sekadar rasa takut, namun bisa menimbulkan kecemasan yang bisa membuat anak menjadi gemetar hingga histeris. Maka sebelum ini terjadi, dengarkan ketakutan yang Si Kecil rasakan dan bersama-sama mencari penyebab rasa takut tersebut. Setidaknya, Anda bisa menjelaskan secara sederhana penyebabnya dan memberikan kekuatan pada Si Kecil untuk bisa menghadapinya.

• Latih Tanpa Memaksa

Fobia bisa dilatih agar tidak menjadi berkelanjutan di masa depan. Anda bisa mengajak Si Kecil untuk melihatnya dahulu dari jarak jauh, merasakannya secara dekat hingga ia terbiasa dengan hal yang ditakutkan. Lakukan bertahap, perlahan-lahan, serta tanpa paksaan agar tak menimbulkan trauma yang lebih parah. Jika ia berhasil menghadapi situasi yang ditakutkan, jangan lupa beri pujian sebagai bentuk apresiasi, ya.

• Jangan Menertawakan

Orang tua menjadi tempat yang paling dekat bagi anak untuk berbagi kesenangan dan keresahan. Jadi, Moms dan Dads perlu membangun rasa percaya Si Kecil untuk mau bercerita, terutama tentang ketakutannya pada suatu hal. Jangan menertawakan hingga meremehkan fobia yang ia rasakan, tapi beri rasa nyaman dan aman bagi anak untuk bisa berlindung pada Anda.

• Minta Bantuan Profesional

Rasa takut yang dimiliki Si Kecil bisa jadi berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-harinya. Tak perlu malu meminta pertolongan psikolog untuk membantu anak menghadapi fobianya dengan cara yang tepat. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   fobia