Mother&Baby Indonesia
Cara Mendidik Anak Tunggal agar Tidak Manja dan Egois

Cara Mendidik Anak Tunggal agar Tidak Manja dan Egois

Memiliki satu orang anak, dua atau bahkan tiga, sesungguhnya adalah hak masing-masing orang tua. Namun tak jarang, orang lain memberikan nasihat untuk mempunyai lebih dari satu orang buah hati. Konon, jika Moms dan Dads hanya memiliki satu orang anak maka Si Kecil akan tumbuh menjadi sosok yang egois dan manja.

Benarkah begitu? Seharusnya tidak dengan gaya pengasuhan yang tepat! Berikut adalah tips mendidik dan membesarkan anak tunggal agar Si Kecil tidak tumbuh menjadi pribadi yang ‘sulit’.

1. Ajak Anak untuk Bersosialisasi

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Marriage and Family pada 2004 menemukan fakta bahwa anak tunggal cenderung memiliki kemampuan bersosialisasi yang lebih rendah dibandingkan anak lain dengan usia sebayanya yang memiliki saudara kandung. Hal ini mungkin terjadi karena kesempatan anak untuk belajar berinteraksi dengan orang lain di lingkup keluarga juga terbatas hanya dengan ayah dan ibunya. 



Namun bukan berarti anak tunggal akan selamanya menjadi orang yang sulit bersosialisasi. Anda bisa mengantisipasi hal tersebut dengan mengajak Si Kecil untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial guna mendorongnya berinteraksi dengan teman sebaya sejak dini. Cara ini bisa membantu mengatasi kekosongan yang dialami anak tunggal akibat tidak memiliki saudara.

2. Tidak Terlalu Mengekang

Pola asuh orang tua yang memiliki banyak anak berbeda dengan mereka yang hanya memiliki satu orang anak. Biasanya, Moms dan Dads yang punya banyak anak akan cenderung lebih santai atau tidak terlalu mengekang anak. Hal ini disebabkan karena mereka tidak hanya fokus mendidik dan mengasuh satu orang anak saja.

Lain halnya dengan orang tua dari anak tunggal. Biasanya, anak tunggal akan ekstra dijaga orang tuanya. Bahkan saking terlalu dijaga, anak tunggal menjadi terlalu dimanja dan tidak leluasa untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginannya. Nah, hal semacam ini perlu dihindari. Moms dan Dads yang memiliki anak tunggal perlu memberikan ruang dan kebebasan pada anak untuk mempelajari berbagai hal tanpa selalu mendapatkan bantuan. 



3. Mendidik agar Mandiri

Belajar bersosialisasi memang penting. Tapi terkadang hal itu membuat anak tunggal rentan mengalami peer pressure (tekanan dari teman sebaya). Menurut Susan Newman, penulis buku The Case for the Only Child, anak tunggal lebih sering mencari pengakuan sosial dan kesempatan untuk berbaur sehingga ia lebih rentan mengalami peer pressure.

Oleh sebab itu, ajarkan anak untuk mengatur waktu bagi dirinya sendiri dan bersosialisasi. Bantu anak tunggal untuk mengerti nilai dari perbedaan dan mengetahui bahwa dirinya tidak harus selalu menjadi bagian dari sebuah lingkup sosial.

4. Cari Passion Anak

Memperkenalkan berbagai aktivitas atau kegiatan kepada anak tunggal memungkinkan Anda untuk mengetahui potensi dan kegemaran Si Kecil. Di sisi lain, berbagai aktivitas tersebut juga akan menambah kemampuan anak tunggal untuk bersosialisasi. Jangan lupa, anak juga menjadi bisa belajar untuk memuaskan diri sendiri yang bermanfaat bagi pertumbuhannya, terutama pada anak tunggal.

5. Jangan Selalu Ikut Campur

Semua orang tua pastinya ingin selalu menjaga dan melindungi anak. Tapi bukan berarti Anda harus selalu ikut campur saat Si Kecil terlibat dalam konflik atau memiliki masalah. Biarkan anak, khususnya anak tunggal, belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Anak juga perlu menyadari bahwa orang tuanya tidak akan selalu ada untuk membantu setiap kali ia terlibat konflik atau memiliki masalah. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak tunggal,   anak,   balita