Mother&Baby Indonesia
Ini Bahaya Memberikan Air Putih Terlalu Cepat pada Bayi

Ini Bahaya Memberikan Air Putih Terlalu Cepat pada Bayi

Sekilas, memberikan air putih untuk bayi memang tidak berbahaya. Dianggap tidak mengandung zat-zat yang sulit dicerna Si Kecil, sebagian Moms mulai memberikan air putih pada buah hatinya sejak berusia kurang dari enam bulan.

Risiko Memberikan Air Putih pada Bayi

Faktanya, ASI atau air susu ibu telah mencukupi kebutuhan cairan bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya sehingga Moms tidak perlu memberinya air putih lagi. Selain itu, pemberian air putih yang terlalu dini juga berisiko memicu beberapa masalah, antara lain:

1. Perut Kembung



Ya, memberikan air putih kepada bayi dapat membuat perutnya terasa kembung karena sistem pencernaan Si Kecil belum mampu menyerap cairan dengan baik. Bukan hanya itu, kapasitas perut bayi yang baru lahir juga masih belum maksimal sehingga tidak bisa menerima terlalu banyak asupan cairan.

2. Diare

Jika bayi Anda mengonsumsi susu formula, maka gunakan air yang telah dimasak hingga matang dengan suhu minimal 80 derajat Celsius. Penggunaan air yang tidak bersih bisa memicu risiko diare pada Si Kecil. Dan apabila Moms menggunakan air kemasan, pastikan untuk mengecek kandungan mineralnya terlebih dahulu. Jangan pilih air dalam kemasan yang mengandung terlalu banyak natrium maupun sulfat. Periksa label pada kemasan dan pastikan kadar natrium (Na) tidak lebih dari 200 mg per liter dan kadar sulfat (SO atau SO4) kurang dari 250 mg per liter.

3. Keracunan Air (Intoksikasi Air)



Kasus ini memang sangat jarang terjadi. Namun perlu diketahui, memberikan terlalu banyak air putih bisa menyebabkan bayi mengalami keracunan air. Hal ini bisa terjadi ketika kadar garam (natrium) dalam darahnya menurun drastis sehingga mengganggu keseimbangan elektrolit pada tubuhnya. Gejala bayi mengalami keracunan air, antara lain adalah muntah, diare, dan tubuhnya terlihat membengkak. Dalam kasus yang parah, kondisi semacam ini bisa membuat bayi mengalami kejang dan bahkan koma.

4. Kekurangan Gizi

Pemberian air putih bisa menimbulkan rasa kenyang pada bayi sehingga ia menolak minum ASI lagi. Alhasil, bayi tidak mendapatkan asupan nutrisi yang diperlukan bagi tumbuh dan kembangnya. Akibatnya, bayi akan berisiko mengalami gizi buruk dan penurunan berat badan.

Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?

Seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Moms tidak memberikan air putih kepada bayi Anda yang berusia di bawah 6 bulan. Pemberian air putih bisa mendapat pengecualian, saat Si Kecil mengalami dehidrasi akibat demam tinggi atau diare.

Setelah 6 bulan, Moms bisa mulai memberikan air putih kepada bayi ketika ia merasa haus. Akan tetapi sangat disarankan Anda tidak memberikan Si Kecil air putih lebih dari delapan sendok makan atau setengah gelas dalam sehari. ASI tetap merupakan asupan cairan utama bagi bayi meski sudah berusia di atas 6 bulan. Sebagai catatan, sebagian dokter bahkan menganggap air putih tidak perlu diberikan kepada Si Kecil hingga usianya mencapai satu tahun. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   air putih,   intoksikasi air,   memberi air putih pada bayi