Mother&Baby Indonesia
Sariawan pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sariawan pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi Anda tiba-tiba rewel. Ia tidak mau makan dan bahkan menolak disusui. Ada apa gerangan ya, Moms? Coba perhatikan, apakah ada bintik putih di dalam mulutnya. Jika ya, bisa dipastikan Si Kecil terkena sariawan, Moms. Ya, sariawan bisa menyebabkan rasa tak nyaman di mulut. Rasa nyeri yang dialami Si Kecil membuatnya jadi rewel dan menolak makan atau minum.

Semua orang bisa mengalami sariawan, tak terkecuali Si Kecil, Moms. Sebenarnya, sariawan jarang terjadi pada bayi, tapi bukan berarti Si Kecil tidak mungkin mengalaminya. Jika Si Kecil menderita karena sariawan, yuk cari tahu penyebab dan cara mengatasinya, Moms!

Penyebab Sariawan pada Bayi

Ada beberapa penyebab sariawan pada Si Kecil, yaitu:



• Infeksi jamur Candida albicans. Pada dasarnya ini adalah jenis jamur yang normal terdapat dalam sistem pencernaan. Namun, Candida albicans dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan infeksi jamur, termasuk sariawan. Sariawan jenis ini disebut dengan oral thrush atau moniliasis dan paling sering menyerang bayi dan balita. Jamur ini muncul karena kondisi mulut Si Kecil yang tidak bersih. Apalagi di usia ini, ia memang kerap menggigiti benda-benda tertentu yang mungkin tidak bersih.

• Luka pada mulut. Pada bayi yang sudah agak besar, luka bisa terjadi akibat Si Kecil tidak sengaja mengigit lidah maupun bagian dalam bibirnya, dan luka ini pun akan berubah menjadi sariawan. Sariawan yang disebabkan luka pada mulut disebut dengan stomatitis apthosa

• Alergi makanan juga bisa menyebabkan munculnya sariawan di mulut bayi Anda.

• Si Kecil sensitif terhadap buah-buahan yang berasa asam, seperti jeruk dan stroberi.

• Kekurangan vitamin dan mineral tertentu seperti asam folat, vitamin B12, zinc, dan zat besi.

• Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit celiac atau radang usus.



• Infeksi virus herpes yang menyerang tenggorokan Si Kecil. Sariawan karena virus herpes ini dikenal dengan istilah stomatitis herpetik.

Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi

Sariawan pada bayi sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari, sementara rasa sakitnya bisa berlangsung selama 3-4 hari. Namun, Anda mungkin akan tidak tega dan merasa kasihan jika Si Kecil harus menahan penderitaan tersebut selama beberapa hari. Karena itu, Moms bisa bantu mengatasinya dengan cara berikut:

• Saat Si Kecil menderita sariawan, pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik agar ia terhindar dari dehidrasi. Sebab mungkin saja ia menjadi malas minum karena rasa nyeri akibat luka sariawan.

• Berikan Si Kecil makanan atau minuman dengan kandungan vitamin B dan C yang tinggi, misalnya jeruk, apel, tomat, dan sayuran hijau. Jangan lupa Moms, sajikan makanan dengan tekstur lembut agar mudah dikunyah, suapi dengan sendok secara perlahan, dan berikan ia minum dari gelas.

• Anda juga bisa memberikan makanan bertekstur lembut dan bersuhu dingin kepada Si Kecil, misalnya es krim. Apabila anak sudah lebih besar, Anda bisa mengompres sariawan dengan es batu. Sensasi dingin bisa membuat sariawan mati rasa. Selain itu, Anda bisa membuat larutan yang terdiri dari air, garam, dan soda kue. Celupkan kapas pada larutan tersebut lalu tempelkan ke area yang mengalami sariawan dengan lembut. Lakukan 3-4 kali sehari.

• Hindari penggunaan botol saat minum agar tidak terjadi kontak langsung dengan luka sariawan yang akan membuat Si Kecil semakin trauma terhadap makanan serta minuman. Jika anak Anda sudah bisa berkumur, berikan ia obat kumur guna mempercepat penyembuhan sariawan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   sariawan