Mother&Baby Indonesia
Mungkinkah Bayi Alergi ASI? Kenali Tanda-tanda Berikut Ini

Mungkinkah Bayi Alergi ASI? Kenali Tanda-tanda Berikut Ini

Bayi alergi makanan atau minuman mungkin sudah bukan pemandangan baru lagi bagi para orang tua. Terlebih, alergi susu! Ini mungkin salah satu jenis alergi yang paling sering terjadi di dunia. Namun dari sekian banyak jenis susu, mungkinkah bayi alergi dengan air susu ibu atau ASI dari ibunya sendiri? Untuk menjawabnya, simak penjelasan di bawah ini yuk, Moms.

ASI Bikin Alergi?

Ketika anak sudah mulai diberikan MPASI, alergi makanan atau minuman tentu menjadi hal yang paling Anda khawatirkan. Namun jika bayi masih ASI ekslusif, mungkinkah ia mengalami alergi ASI? Jika kekhawatiran ini cukup mengganggu Anda, maka Anda perlu tahu kalau ASI sangat jarang menimbulkan reaksi alergi, Moms.

Mengutip American Academy of Pediatrics (AAP), ASI tidak menyebabkan reaksi alergi pada bayi yang diberikan ASI, namun ibu sering khawatir dengan reaksi alergi yang mungkin timbul karena makanan yang ia konsumsi dan tersalurkan ke ASI yang ibu hasilkan. Faktanya, AAP menyebutkan hanya 2 atau 3 dari 100 bayi ASI ekslusif yang menunjukkan reaksi alergi, dan itu lebih sering disebabkan oleh susu sapi yang dikonsumsi ibu.



Tanda Bayi ‘Alergi’ ASI

Dari pernyataan AAP di atas, kini Moms tahu kalau reaksi alergi yang mungkin terjadi pada bayi bukan karena alergi ASI, melainkan karena alergi susu sapi atau alergen lain yang dikonsumsi ibu. Dalam kasus ‘alergi’ seperti ini, umumnya bayi menunjukkan beberapa tanda seperti:

• Kolik

• Perut tidak nyaman

• Ruam kulit

• Eksim

• Muntah



• Diare (seringkali ada darahnya)

• Sesak napas

• Napas berbunyi

• Mata berair

• Mata, lidah, atau tenggorokan bengkak

Semua tanda di atas bisa terjadi selama beberapa jam setelah bayi mengonsumsi ASI yang terpapar alergen. Reaksi alergi bisa timbul beberapa hari setelah minum ASI, namun bisa juga terjadi seketika dalam hitungan menit. Beberapa makanan yang Anda konsumsi dan sering menjadi pemicu reaksi alergi, yakni telur, kacang-kacangan, ikan, udang, dan gandum.

Agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, catat daftar makanan yang berpotensi memicu timbulnya reaksi alergi pada anak. Konsultasikan pada dokter anak tentang kondisi ini, dan perlu diingat kalau alergi pun bisa terjadi walau bayi Anda diberi ASI eksklusif. Setelah reaksi alergi mereda, dokter mungkin akan memberi Anda tantangan makanan, untuk melihat apakah reaksi tersebut muncul lagi atau tidak (yang umumnya muncul dalam 1-2 hari). (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: alergi,   bayi,   makanan,   asi,   susu sapi,   kesehatan