Mother&Baby Indonesia
Melasma, Bercak Gelap di Wajah yang Sering Muncul saat Hamil

Melasma, Bercak Gelap di Wajah yang Sering Muncul saat Hamil

Selama hamil, segala macam perubahan bisa saja terjadi pada tubuh kita Moms, contohnya adalah perubahan pada kulit. Ya, kehamilan tak jarang bisa menimbulkan gangguan pada kulit Anda. Salah satu masalah kulit yang sering dialami oleh ibu hamil adalah melasma.

Melasma, yang dikenal juga dengan istilah topeng kehamilan, merupakan masalah kulit yang menyebabkan munculnya noda atau bercak berwarna hitam atau kecokelatan pada wajah. Banyak ibu hamil yang mengeluhkan munculnya noda gelap ini di pipi, dahi, hidung, dagu, maupun bagian atas bibir mereka.

Melasma tentu saja bisa membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dengan penampilannya dan bahkan mengurangi kepercayaan dirinya. Namun, yang perlu Moms ketahui, melasma sendiri sebenarnya hal yang wajar terjadi pada masa kehamilan. Untuk itu, kita cari tahu lebih lanjut soal gangguan kulit ini yuk, Moms!



Penyebab Melasma pada Ibu Hamil

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), melasma terjadi ketika kulit memiliki terlalu banyak melanin. Pada ibu hamil, meningkatnya kadar hormon selama masa kehamilan mengakibatkan terjadinya perubahan warna kulit dan membuat Anda mengalami hiperpigmentasi.

Hiperpigmentasi sendiri adalah menggelapnya warna kulit di beberapa area tubuh karena efek peningkatan pigmen melanin akibat perubahan hormon saat hamil. Hiperpigmentasi ini bisa muncul di puting payudara, area genitalia, leher, di perut yang disebut dengan linea nigra, serta di wajah yang disebut dengan melasma.

Selain perubahan hormon yang terjadi pada masa kehamilan, ada beberapa faktor yang memengaruhi munculnya melasma, di antaranya:

1. Ras. Seseorang dengan kulit lebih gelap atau kulit berwarna lebih sering mengalami melasma dibandingkan dengan orang yang mempunyai kulit terang. Hal ini disebabkan orang dengan kulit gelap memiliki lebih banyak melanosit (sel-sel yang membuat melanin) di kulitnya.

2. Riwayat keluarga. Seseorang dengan anggota keluarga memiliki riwayat melasma lebih berisiko mengalami hal serupa.



3. Stres dan penyakit tiroid juga disebut dapat menyebabkan terjadinya melasma.

4. Paparan sinar matahari. Terlalu lama berada di bawah matahari juga bisa menyebabkan munculnya melasma. Hal tersebut dikarenakan radiasi sinar ultraviolet meningkatkan produksi pigmen melanin oleh sel melanosit.

Menangani dan Mencegah Melasma pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang mengalami perubahan warna kulit akibat melasma pastinya ingin kondisi kulit di wajahnya kembali membaik. Sayangnya, penanganan melasma selama masa kehamilan mungkin tidak akan bisa optimal. Ini dikarenakan kadar hormon estrogen pada ibu hamil masih tinggi. Namun begitu, mengutip Romper, melasma yang dialami selama kehamilan pada umumnya akan memudar begitu seorang ibu menyapih.

Tetapi jika melasma yang terjadi saat kehamilan tersebut tidak menghilang setelah menyapih, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter kulit agar bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Sejumlah perawatan yang umum dilakukan untuk meminimalisir melasma adalah dengan obat hydroquinone dalam bentuk krim, losion, gel, atau cairan untuk mengatasi melasma dan mencerahkan kulit.

Selain itu pengobatan juga bisa dilakukan dengan teknik laser removal, chemical peeling, mikrodermabrasi, serta pemberian asam azelaic atau asam kojic untuk memudarkan bercak hitam pada kulit. Jika melasma yang muncul berkaitan dengan hormon, maka cara terbaik adalah dengan menghindari alat kontrasepsi jenis suntik hormon.

Sedangkan untuk mencegah munculnya melasma, ibu hamil bisa mengonsumsi vitamin E karena memiliki antioksidan yang kuat, mencukupi kebutuhan asam folat guna mencegah terjadinya hiperpigmentasi, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan memakai tabir surya atau memakai topi lebar untuk melindungi wajah. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   melasma,   hiperpigmentasi,   masalah kulit ibu hamil