Mother&Baby Indonesia
Janin Terlalu Aktif Bergerak? Ini Penyebabnya, Moms!

Janin Terlalu Aktif Bergerak? Ini Penyebabnya, Moms!

Salah satu momen istimewa pada masa kehamilan adalah ketika Moms bisa merasakan gerakan janin yang berada di dalam rahim. Gerakan-gerakan tersebut merupakan salah satu cara Si Kecil berkomunikasi dengan ibunya.

Selain itu, pergerakan janin juga bisa menjadi pertanda Si Kecil berkembang dengan baik di dalam rahim Anda. Lantas bagaimana jika janin terlalu aktif bergerak? Apakah hal ini menunjukkan adanya masalah dengan kandungan Anda?

Well, Moms jangan langsung panik ketika Si Kecil dalam kandungan Anda terasa sangat aktif bergerak. Hal tersebut bisa terjadi sebagai respons janin dalam menanggapi apa yang sedang ibu rasakan.



Perlu diketahui, biasanya ibu hamil mulai merasakan gerakan janin ketika usia kandungan mencapai 14 minggu atau memasuki trimester kedua. Namun awalnya, gerakan tersebut hanya terasa samar saja.

Seiring dengan bertambahnya usia, ukuran janin akan semakin membesar dan gerakannya akan semakin terasa. Anda akan mulai merasakan tendangan atau sikutan Si Kecil saat sedang bergerak bebas di dalam rahim. Selama periode tertentu, mungkin Moms merasa janin bergerak terlalu aktif. Fenomena ini juga bisa terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

1. Pengaruh Makanan dan Minuman

Gerakan janin di dalam kandungan bisa saja dipengaruhi oleh asupan makanan dan minuman yang Moms konsumsi. Biasanya, jenis makanan yang menjadi penyebab janin terlalu aktif bergerak adalah yang rasanya manis. Seperti dilansir situs Drugs, minuman yang memiliki kadar kafein tinggi juga bisa membuat gerakan janin lebih aktif daripada biasanya. Sementara itu, terlalu sering mengonsumsi minuman dengan kadar kafein yang terlalu tinggi selama masa kehamilan berpotensi memengaruhi kondisi janin, mulai dari risiko kelahiran prematur hingga keguguran.

2. Mengandung Bayi Kembar

Apabila Moms mengandung bayi kembar, maka mereka akan terasa bergerak lebih aktif karena harus berbagi ruang rahim yang sempit. Di usia janin 11-14 minggu, ibu hamil sudah bisa merasakan gerakan Si Kecil dan akan semakin aktif ketika memasuki trimester dua.



3. Kehamilan Anak Kedua

Kehamilan anak kedua juga bisa menjadi penyebab janin terlalu aktif bergerak. Pasalnya, perut ibu hamil menjadi lebih sensitif karena sudah merasakan kehamilan sebelumnya.

4. Ukuran Janin yang Semakin Besar

Seperti telah disebutkan di atas, ukuran janin yang semakin besar akan membuatnya menjadi terlalu aktif bergerak. Hal ini disebabkan karena ruang di dalam perut kian menyempit. Tendangan bayi di usia 20 minggu dan 30 minggu akan dirasakan sangat berbeda oleh ibu hamil.

Memasuki trimester ketiga, Moms akan merasakan janin semakin aktif bergerak dengan frekuensi yang lebih sering. Pada periode ini, janin sudah mulai bisa mendengar suara dari luar dan meresponsnya dengan gerakan. 

Moms, mungkin pernah mendengar pernyataan yang menghubungkan janin yang terlalu aktif dengan anak yang hiperaktif. Faktanya, kedua hal tersebut tidak ada keterkaitannya. Janin yang terlalu aktif bukanlah pertanda bahwa nantinya ia akan terlahir dan tumbuh menjadi anak yang hiperaktif. Sebaliknya, janin yang banyak bergerak justru menjadi salah satu tanda bahwa ia berada dalam kondisi sehat dan kemampuan motoriknya mulai berkembang. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: janin,   pergerakan janin,   rahim,   kehamilan,   ibu hamil