Mother&Baby Indonesia
7 Hal yang Perlu Dilakukan Usai Mengalami Keguguran

7 Hal yang Perlu Dilakukan Usai Mengalami Keguguran

Kehilangan calon buah hati tentu menjadi hal yang sangat berat untuk dihadapi. Berapa pun usia kehamilannya, keguguran bukan hal yang mudah. Bangkit (fisik dan mental) usai mengalami keguguran mungkin butuh waktu lama dan kesabaran, namun yakinlah Anda pasti bisa melewati cobaan ini.

Jangan berkecil hati dulu, Moms. Ada hal-hal penting yang harus Anda lakukan setelah keguguran terjadi. Melansir What to Expect, ketahui 7 hal berikut iniyang harus dilakukan setelah Anda mengalami keguguran.

Evaluasi Penyebab Keguguran

Setelah dokter memastikan telah terjadi keguguran, umumnya dokter akan membersihkan rahim agar siklus menstruasi Anda normal kembali dan Anda bisa hamil lagi. Biasanya tubuh akan mengeluarkan embrio dengan sendirinya, namun jika tidak, maka dokter mungkin akan memberikan obat-obatan minum atau vaginal. Untuk beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan kuretase untuk membersihkan rahim Anda.



Mencegah Infeksi

kuretase dan proses medis setelah keguguran bisa menyebabkan infeksi, maka sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area vagina. Pastikan area kewanitaan Anda selalu bersih dan kering, hindari penggunaan tampon, dan jangan menggosok area vagina terlalu keras.

Menunda Hubungan Intim

Pada kebanyakan kasus, dokter akan meminta Anda dan pasangan untuk tidak berhubungan intim terlebih dahulu. Anjuran untuk menunda hubungan intim ini biasanya selama 2 minggu setelah keguguran, dengan tujuan untuk mencegah infeksi. Namun beda orang, beda pula anjurannya. Ada yang disarankan selama 2 minggu, ada juga yang lebih, tergantung pada kondisi setiap orang.

Kontrol ke Dokter

Walau keguguran sudah terjadi dan prosedur medis sudah dijalankan, namun Anda harus tetap perlu ke dokter beberapa minggu setelahnya. Ini bertujuan untuk memeriksakan kesehatan Anda dan kondisi rahim usai keguguran agar tidak terjadi komplikasi (jangan khawatir, komplikasi jarang terjadi).

Perdarahan setelah kuretase wajar terjadi, umumnya hingga 1 minggu setelahnya. Namun jika masih terjadi perdarahan lebih dari 7 hari, maka itu bisa jadi tanda masih ada sel plasenta yang tersisa di rahim. Hal itu bisa menyebabkan infeksi lho, Moms. Karena itu, sebaiknya langsung periksakan ke dokter, ya.



Mewaspadai Komplikasi

Mengutip What to Expect, sekitar 16 persen wanita yang pertama kali melakukan kuretase mengalami komplikasi bekas luka di rahim atau leher rahim (serviks) yang disebut dengan sindrom Asherman. Mungkin dibutuhkan operasi kedua untuk menyingkirkan bekas luka tersebut. Jangan berkecil hati dulu, karena operasi kedua ini bisa mempermudah Anda untuk hamil lagi lho, Moms.

Tenangkan Diri

Entah harus operasi kuretase atau tidak, Anda berhak bed rest dan menenangkan diri sejenak setelah keguguran. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk istirahat sekitar 2 minggu setelah keguguran, baru setelah itu Anda bisa beraktivitas seperti sedia kala, bahkan berolahraga dan berhubungan intim.

Namun jangan biarkan hal ini membuat Anda berlarut-larut dalam kesedihan ya, Moms. Anda harus bangkit lagi, walau mungkin berat dan butuh waktu lama. Coba tenangkan diri Anda dan yakinkan diri kalau hari esok pasti akan lebih baik dari sekarang.

Menyemangati Diri

Kami mengerti, menghadapi keguguran tidak pernah mudah. Pada wanita yang mengalami keguguran, mungkin ia akan melewati 4 fase kehilangan: Kaget dan menyangkal, marah dan merasa bersalah, depresi dan putus asa, menerima kenyataan.

Untuk membantu melewati masa sulit ini, jangan ragu untuk curhat atau berbagi perasaan dengan orang-orang tersayang. Jika rasa cemas usai keguguran terus berlanjut dan membuat Anda depresi, jangan ragu untuk segera ke psikolog atau psikiater guna meminta bantuan profesional. Yang terpenting, yakinlah Tuhan tidak pernah memberi cobaan melebihi kemampuan umatnya. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: keguguran,   kehamilan,   kandungan,   janin,   kesehatan,   kuretase