Mother&Baby Indonesia
Penyebab Ibu Hamil Sering Marah-marah & Dampaknya bagi Janin

Penyebab Ibu Hamil Sering Marah-marah & Dampaknya bagi Janin

Perubahan mood atau suasana hati saat hamil memang umum terjadi ya, Moms. Ada yang merasa lebih mudah menangis, mudah tersinggung, dan banyak juga yang lebih mudah marah. Nah, sepertinya kondisi sering marah-marah saat hamil terbilang sering terjadi. Apa sih penyebab ibu hamil sering marah-marah? Ketahui penjelasannya di bawah ini ya, Moms.

1. Perubahan Hormon

Kehamilan memberi banyak perubahan pada dunia Anda, termasuk perubahan pada hormon-hormon di tubuh Anda. Nah, perubahan hormon saat hamil yang naik-turun ini membuat mood bumil pun gampang naik-turun. Sensitif banget, deh! Kehamilan bisa membuat Anda mudah menangis dan dalam sekejap berubah menjadi marah. Uniknya, hal ini normal terjadi saat hamil.

Sebelum hamil, meja makan yang berantakan bukan masalah untuk Anda. Namun setelah hamil, tiba-tiba Anda punya banyak alasan untuk marah besar. Ini bukan sepenuhnya salah bumil, lho, karena perubahan hormon juga memicu amarah Anda.



2. Stres

Wajar jika ibu hamil merasa sedikit tertekan atau stres, karena memang ada banyak hal baru yang bisa bikin stres dan akhirnya membuat Anda marah. Sebut saja sering muntah, kurang tidur, pekerjaan menumpuk, pasangan kurang mendukung, atau bahkan masalah finansial menyambut kehadiran Si Kecil. Itu semua memang bikin stres ya, Moms, jadi tak heran kalau memicu Anda jadi mudah marah.

3. Takut

Penyebab lain dari sering marah saat hamil adalah rasa takut menghadapi masa depan. Ya, dalam hitungan bulan, akan ada makhluk mungil yang menceriakan rumah Anda. Namun di sisi lain, dalam hitungan bulan pula Anda harus menghadapi persalinan, tangisan bayi, dan masa-masa kurang tidur atau bermesraan berdua suami.

Takut? Wajar, kok, ibu hamil takut dengan semua hal itu. Namun jangan biarkan ketakutan ini menguasai emosi Anda, coba bicarakan dan atur rencana dengan baik bersama pasangan ya, Moms.

4. Rasa Tidak Nyaman

Begitu banyak rasa tidak nyaman yang harus dirasakan ibu hamil selama 9 bulan mengandung. Mulai dari mual muntah, sakit punggung, pusing, heartburn, mudah lelah, hingga kaki bengkak. Maka jika melihat ibu hamil menjadi lebih sensitif atau sering marah-marah, harap maklum, ya. Semua keluhan kehamilan memang cukup menyiksa dan mudah menyulut emosi. Walau begitu, coba cari solusi ternyaman untuk meredakan keluhan kehamilan Anda ya, Moms.

5. Merasa Tidak Aman

Selain tidak nyaman, ibu hamil yang suka marah-marah juga mungkin merasa tidak aman. Mungkin ia merasa khawatir dengan performa kerjanya di kantor karena kehamilan membuatnya lebih lamban. Mungkin ibu hamil merasa khawatir suami selingkuh karena tubuhnya kini tidak menarik lagi. Dan masih banyak lagi hal yang membuatnya merasa tidak aman, hingga sering marah-marah.

Dampak Marah-marah saat Hamil




Tak hanya membuat suami bingung, ibu hamil yang sering marah-marah juga memengaruhi kandungan, lho. Mengutip First Cry Parenting, sering marah-marah saat hamil bisa menyebabkan perubahan biologis dan fisiologis, seperti meningkatnya tekanan darah dan detak jantung.

Kadar hormon seperti epinefrin dan adrenalin meningkat tajam, yang tentu bisa menyebabkan konstriksi di pembuluh darah. Hal ini mengurangi suplai oksigen dan darah ke janin, yang berbahaya bagi perkembangan janin.

Sering marah-marah dalam jangka waktu panjang atau marah ekstrem juga bisa menyebabkan komplikasi lho, Moms. Ini beberapa dampak yang mungkin terjadi jika ibu hamil sering marah-marah:

• Bayi lahir dengan berat badan rendah

• Persalinan prematur

• Perangai bayi jadi mudah menangis dan depresi

• Meningkatkan kemungkinan anak hiperaktif. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   ibu hamil marah-marah