Mother&Baby Indonesia
Waspada Bahaya Diabetes Gestasional, Ini Tanda-tandanya!

Waspada Bahaya Diabetes Gestasional, Ini Tanda-tandanya!

Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes yang didiagnosis muncul pertama kali saat hamil. Layaknya berbagai jenis diabetes lain, diabetes gestasional dapat memengaruhi kadar gula dalam darah. Kondisi ini kemudian dapat berpengaruh pada kesehatan Moms dan janin selama hamil.

Dalam banyak kasus diabetes gestasional, gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Tetapi memiliki diabetes gestasional juga dapat meningkatkan risiko mengalami diabetes tipe 2. Selain itu, terdapat pula risiko persalinan prematur, gangguan pernapasan pada bayi, janin yang besar, stillbirth, dan pre-eklampsia. Maka deteksi dini sangatlah penting demi penanganan yang tepat dan cepat.

Gejala Diabetes Gestasional

Banyak ibu hamil yang tidak mengalami gejala dari penyakit ini. Walau begitu, ada beberapa hal yang dapat menjadi tanda awal dari diabetes gestasional, yakni:



• Rasa haus muncul berlebihan dan sangat sering. Akibatnya mulut menjadi terasa sangat kering.

• Sering buang air kecil, terlebih lagi saat malam hari.

• Muncul rasa letih dan lemas yang berlebih.

• Timbul infeksi kulit atau sering mengalami gatal.

• Urine mengandung gula. Hal ini bisa ditemukan melalui tes khusus.

Beberapa dari tanda di atas dapat berupa gejala kehamilan umum, sehingga tidak menandakan diabetes gestasional secara spesifik. Tapi, jika Moms mengalami beberapa tanda di atas dan merasa ragu dengan kondisi kesehatan Anda, maka konsultasi ke dokter merupakan langkah yang tepat.

Faktor Risiko Diabetes Gestasional

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab diabetes gestasional. Namun, para ahli setuju bahwa ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki penyakit ini. Melansir What To Expect, berikut sejumlah faktor risiko diabetes gestasional:

• Obesitas atau kelebihan berat badan. Memiliki IMT (Indeks Massa Tubuh) lebih dari 30 saat hamil adalah faktor risiko diabetes gestasional yang paling umum. Berat badan berlebih bisa memengaruhi kemampuan insulin dalam menjaga gula darah dalam tubuh.



• Memiliki kandungan lemak perut yang tinggi. Sebuah studi yang dimuat pada jurnal Diabetes Care menemukan bahwa perempuan yang memiliki lemak perut di trimester pertama yang tinggi cenderung akan didiagnosis dengan diabetes gestasional.

• Usia. Perempuan dengan usia kehamilan di atas 35 tahun berisiko lebih tinggi mengalami diabetes gestasional.

• Terdapat riwayat keluarga. Jika Moms memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, maka Moms dapat berisiko lebih tinggi mengalami gestasional diabetes.

• Riwayat diabetes gestasional pribadi. Jika Moms pernah memiliki penyakit ini pada kehamilan sebelumnya, maka penelitian menyatakan bahwa Moms berisiko tinggi untuk mengalaminya lagi di kehamilan selanjutnya.

• Pernah istirahat penuh. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sempat melakukan bed rest cenderung membuat berat badan saat hamil meningkat, yang kemudian meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Cara utama untuk mencegah dan mengatasi diabetes gestasional adalah dengan mengontrol kadar gula darah. Berikut ini adalah beberapa kiat untuk mengontrol kadar gula dalam darah:

• Olahraga teratur. Bergerak secara aktif akan membuat tubuh mampu membakar glukosa tanpa bantuan insulin yang terlalu banyak, sehingga menjadi cara tepat untuk menjaga gula darah tetap stabil. Perhatikan jenis olahraga yang Moms lakukan agar tidak terlalu keras dan sesuai dengan kemampuan Anda.

• Konsumsi makanan sehat seimbang. Kurangi asupan gula dan karbohidrat sederhana, seperti nasi dan jus kemasan. Pilih makanan yang kaya serat dan protein, seperti sayuran, buah, dan daging.

• Mawas diri. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga ahli lainnya untuk mengawasi dan mengontrol kadar gula darah. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: diabetes gestasional,   kehamilan,   ibu hamil