Mother&Baby Indonesia
Moms, Jangan Katakan ini pada Teman yang Belum Punya Anak

Moms, Jangan Katakan ini pada Teman yang Belum Punya Anak

Menikah kemudian memiliki momongan tentu merupakan hal yang didambakan hampir semua pasangan suami istri. Namun, dalam perjalanan mewujudkan hal ini, tak semua pasangan memiliki jalan yang mulus. Ya, hamil kemudian memiliki anak adalah lompatan besar dalam hidup yang tentunya tidak bisa diprediksi dengan mudah kapan waktunya.

Sebagai sesama perempuan, seringkali kita ingin mencoba menghibur atau memberi dukungan ya, terutama jika teman kita sendiri yang belum diberikan kesempatan untuk memiliki anak. Tapi ingat, ada beberapa perempuan yang cukup sensitif mengenai hal ini. Bukannya bisa menghibur, kata-kata Moms justru bisa membuat perasaannya lebih terpuruk, lho.

Nah, daripada Moms dicap menjengkelkan atau terkesan sok tahu, lebih baik hindari mengatakan hal-hal berikut pada kerabat atau teman Moms yang belum memiliki anak.



1. “Kok, belum isi juga?”

Biasanya sih, ini adalah pertanyaan lanjutan dari “Sudah isi belum?”. Pertanyaan ‘sepele’ ini justru bisa menohok sekali lho Moms, baik untuk pasangan yang sudah lama menikah, maupun pengantin baru yang baru beberapa bulan menikah. Kita kan, enggak pernah tahu alasan seseorang belum memiliki anak hingga usaha seperti apa yang sudah mereka lakukan untuk memilikinya. Jadi, stop untuk mau tahu alasan di balik kenapa seseorang belum memiliki anak ya, Moms.

2. “Buruan hamil dan punya anak, kamu udah enggak muda lagi, lho”

Hmm, tak semudah itu, Moms! Ingat, hamil dan memiliki anak itu adalah rezeki, dan tidak ada yang tahu waktunya. Ada wanita yang bisa hamil di usia 20-an, dan ada juga kok, para wanita usia ‘rawan’ di atas 40 yang baru bisa hamil.

3. “Dicek deh, jangan-jangan kamu mandul”

Moms ini adalah kata-kata yang enggak banget untuk dilontarkan, ya. Tahan diri Anda dan jangan sampai terlihat arogan dan tak sopan dengan memberikan cap kepada orang lain. Hindari pertanyaan yang mengarah kepada siapa penyebab pasangan tak memiliki anak, jangan pula langsung beranggapan pihak wanita yang salah, karena faktanya 1/3 penyebab kasus infertilitas adalah dari wanita, 1/3 adalah suami, dan 1/3 sisanya adalah penyebab yang tidak bisa dijelaskan secara medis.

4. “Si A baru menikah kemarin udah hamil, lho. Kok kamu belum, sih?”

Hamil itu bukan perlombaan, lho. Kalau ada pasangan yang baru menikah langsung hamil, itu memang berarti sudah rezekinya seperti itu. Tapi jika ada pasangan yang sudah lama menikah namun belum juga hamil, bukan berarti Tuhan tidak memberikan rezeki, ya. Mungkin saja untuk saat ini Tuhan memberikan rezeki pasangan tersebut dalam bentuk lain.



5. “Ikutan program hamil yang bagus dong, biar cepat punya anak”

Duh, komentar seperti ini bisa mengesankan bahwa Anda menganggap teman Anda tersebut tidak pernah berusaha, lho. Moms kan enggak tahu apakah teman Anda sudah mengikuti program hamil dengan dokter terbaik di rumah sakit terbaik secara berkali-kali, dan banyak usaha lainnya. Lagipula, program hamil kan tidak murah lho, Moms. Tidak semua orang bisa dengan mudah membayarnya, dan rasanya tak bijak ya, jika kita sibuk menyuruh mereka melakukannya.

6. “Hati-hati, nanti suamimu bisa selingkuh lho, kalau kamu enggak punya anak”

Sebaiknya Moms tidak asal melabeli orang lain, ya. Anda tentu tahu kan, kalau menikah itu berarti sudah siap menerima keadaan masing-masing pasangan, juga mendukung segala usaha yang mereka lakukan. Memang banyak sih, cerita istri ditinggal suami atau mertua yang yang menyuruh anaknya mencari istri lagi jika tak juga memiliki anak. Tapi tak semua orang seperti itu dan Moms tidak boleh menyamaratakan sikap orang. Kebahagiaan pernikahan bisa didapatkan dari berbagai hal, bukan hanya soal memiliki anak.

7. “Adopsi saja!”

Tidak seperti proses adopsi di sinetron yang terlihat begitu mudah, keputusan untuk mengadopsi anak adalah keputusan besar yang butuh banyak pemikiran, baik dari pasangan maupun keluarga besar, dan membutuhkan persyaratan yang rumit serta proses yang amat panjang.

8. “Santai aja, enggak semua orang ditakdirkan untuk jadi orang tua, kok”

Maksudnya sih untuk menenangkan dan menunjukkan simpati, tapi kata-kata ini bisa saja terdengar ‘kejam’, karena terdengar seperti “Mungkin Tuhan tidak menakdirkan kamu menjadi seorang ibu.” Infertilitas merupakan sebuah kondisi kesehatan, bukan ‘hukuman’ dari Tuhan. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   momongan,   anak,   bayi