Mother&Baby Indonesia
Ini Bahayanya Jika Anak Keseringan Minum Air Es, Moms

Ini Bahayanya Jika Anak Keseringan Minum Air Es, Moms

Saat cuaca sedang panas atau Anda baru saja selesai melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, minum air dingin atau air es memang akan terasa sangat menyegarkan. Tak hanya orang dewasa, terkadang Si Kecil pun tergoda untuk melakukan hal yang sama.

Bila hal ini dilakukan hanya sesekali, mungkin memang tidak akan menimbulkan efek yang berarti. Namun bila minum air dingin sudah menjadi kebiasaan apalagi untuk Si Kecil, ini tak hanya akan membuat tenggorokannya sakit, tetapi minum air dingin juga dapat berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Moms perlu tahu beberapa bahaya yang perlu Anda waspadai saat Si Kecil terlalu sering minum air dingin atau air es berikut ini:



1. Meningkatkan Risiko Sakit Tenggorokan

Minum air dingin atau air es diketahui dapat meningkatkan kemungkinan anak Anda mengalami sakit tenggorokan. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan minum air dingin dengan sakit tenggorokan, namun menurut NDTV Food, air es dapat menyumbat membran mukosa pada saluran pernapasan.

Membran mukosa pada pernapasan ini berfungsi untuk melindungi lapisan tenggorokan dan jaringan serta melindungi dari infeksi. Oleh karena itu, saat membran mukosa pada saluran pernapasan tersumbat, tenggorokan akan terpapar infeksi, sehingga memudahkan bakteri dan virus untuk menempel di tenggorokan dan menyebabkan penyakit.

2. Mengalami Sembelit

Air es dapat memadatkan makanan pada sistem saluran pencernaan, sehingga sulit untuk dicerna oleh tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan kontraksi usus, sehingga membuat Si Kecil sulit untuk buang air besar secara normal atau menyebabkan ia mengalami sembelit.

3. Tidak Menghidrasi Tubuh dengan Baik

Menurut laman SFGate, es batu tidak mengandung banyak air, dan menambahkannya ke dalam air tidak membantu mempercepat proses hidrasi tubuh. Meski belum ada penelitian tentang apakah air es menghidrasi atau tidak, para ahli umumnya setuju bahwa air biasa atau air suhu ruangan lebih baik untuk dikonsumsi.

Selain itu, para atlet dan pakar kebugaran juga lebih memilih meminum air bersuhu ruangan saat berolahraga untuk menjaga otot tetap terhidrasi, karena tubuh mengeluarkan terlalu banyak energi untuk menyerap air es. Selain itu, es juga menyusutkan pembuluh darah di sekitar usus sehingga hidrasi melambat.



4. Pencernaan Melambat

Ketika Si Kecil minum air dingin, tubuhnya mencoba beradaptasi dengan perubahan suhu untuk menjaga keseimbangan. Padahal, energi yang digunakan justru ditujukan untuk proses pencernaan guna menyerap nutrisi. Inilah sebabnya penting untuk minum air hangat setiap habis makan untuk membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan mudah dan untuk menghindari masalah pencernaan seperti sembelit.

5. Menguras Energi

Mengonsumsi air dingin terlalu sering diketahui dapat menyebabkan energi seseorang terkuras. Pada awalnya, anak Anda mungkin merasa lega setelah menenggak air es. Namun kenyataannya, minuman tersebut akan menguras energinya. Hal Ini terjadi karena tubuh akan mengeluarkan energi untuk mencoba mengendalikan suhu tubuh Si Kecil agar kembali normal.

Selain itu, air dingin juga dapat mengeraskan lemak di tubuh anak Anda sehingga menyebabkan tubuhnya bekerja ekstra keras untuk memproses lemak, bahkan tubuhnya mungkin gagal melakukannya secara kompeten.

6. Detak Jantung Melambat

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum air dingin dapat memperlambat detak jantung dan menganggu kerja saraf vagus. Saraf vagus merupakan bagian fundamental dari sistem saraf yang berfungsi untuk mengontrol detak jantung, laju pernapasan dan pencernaan, serta tindakan refleks lainnya, seperti menelan, bersin, batuk, dan muntah.

Nah, karena air dingin memiliki suhu yang rendah, hal ini dapat memengaruhi fungsi saraf, yang nantinya akan mengakibatkan penurunan detak jantung di antara komplikasi lain pada sistem saraf anak Anda.

7. Memicu Brain Freeze

Brain freeze atau otak beku merupakan keadaan sakit kepala yang terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin, misalnya es krim atau minum air es. Minum air es dapat memengaruhi saraf halus yang terdapat di tulang belakang Si Kecil, yang mengirimkan sinyal ke otak dan menyebabkan sakit kepala. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   air dingin,   air es,   kebiasaan minum air es