Mother&Baby Indonesia
7 Bahan DIY Skin Care yang Harus Moms Hindari

7 Bahan DIY Skin Care yang Harus Moms Hindari

Sebagai wanita, menjaga penampilan itu penting dilakukan, sekalipun Anda sudah berstatus menjadi seorang ibu. Tak hanya berusaha menjaga bentuk tubuh agar tetap ideal, memperhatikan gaya berpakaian, namun menjaga kesehatan kulit, baik wajah maupun tubuh, menjadi bagian dari usaha Anda dalam menjaga penampilan.

Untuk menjaga kesehatan kulit, tak sedikit wanita yang rela merogoh kocek besar untuk melakukan berbagai jenis perawatan kulit atau membeli produk skin care dengan harga yang tak murah. Namun bila Moms tipe orang yang lebih suka membuat segala sesuatunya sendiri alias do it yourself (DIY), membuat skin care menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan juga tidak ada salahnya. Sekalian berhemat kan, Moms?

Namun saat Anda membuat DIY skin care, ada baiknya Moms perlu memperhatikan bahan-bahan skin care yang akan Anda gunakan. Moms perlu menghindari penggunaan beberapa bahan DIY skin care berikut yang sebenarnya tidak memberikan manfaat untuk kesehatan kulit Anda bahkan dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kulit.



1. Putih Telur

Memiliki kulit kencang tentu dambaan setiap wanita, terlebih seiring usia kita bertambah. Mungkin Moms pernah mendengar bahwa putih telur bermanfaat untuk mengencangkan kulit wajah dan meminimalkan pori-pori Anda.

Namun hal ini tidak menjanjikan, Moms. Setelah dioleskan ke wajah, putih telur hanya menempel di lapisan kulit teratas Anda. Kulit tidak menyerap nutrisi atau khasiat apa pun dari putih telur, sehingga efek mengencangkan kulit atau meminimalkan efek pori-pori sama sekali tidak Anda dapatkan.

Masker wajah berbahan putih telur diketahui justru membuat kulit terasa kering. Selain itu telur diketahui juga memiliki risiko terkontaminasi bakteri Salmonella. Bila Moms mengoleskan masker telur mentah yang terkontaminasi bakteri Salmonella dan terkena bagian dekat mulut Anda, ini bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan lebih lanjut.

2. Gula

Biasanya gula dimanfaatkan sebagai DIY scrub untuk mengupas kulit mati. Meski cenderung aman saat digunakan pada bagian tubuh lain, namun penggunaan DIY scrub berbahan gula tidak disarankan untuk digunakan pada wajah.

Hal ini dikarenakan kulit wajah lebih halus dan tipis dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Sedangkan gula memiliki tekstur kasar dan berpasir, yang dapat dengan mudah menggores wajah serta menyebabkan kulit rusak dan noda yang nantinya dapat menyebabkan infeksi.

3. Perasan Lemon atau Jeruk Nipis

Biasanya perasan lemon atau jeruk nipis digunakan sebagai bahan membuat DIY toner untuk membersihkan noda di wajah. Banyak orang percaya bahwa keasaman dan sifat antibakteri yang ada pada perasan lemon atau jeruk nipis dapat membantu menghilangkan jerawat. Meskipun hal tersebut tak sepenuhnya salah, penggunaan bahan ini bisa berbahaya bagi kulit dan menimbulkan efek negatif jangka panjang.



Melansir laman Daily Mom, perasan lemon atau jeruk nipis segar memiliki pH sekitar 2. Bila digunakan berulang kali, ini bisa merusak keseimbangan pH kulit di wajah, mengakibatkan kulit kering dan berisiko iritasi. Lebih lanjut, penggunaan jus sitrat dalam membuat DIY skin care juga dapat menyebabkan kemungkinan luka bakar tingkat dua. Lemon dan jeruk nipis mengandung senyawa yang disebut psoralen, yang dapat menyebabkan kepekaan terhadap sinar matahari, yang juga dikenal sebagai fototoksisitas. Berjemur di bawah sinar matahari setelah menggunakan perasan lemon atau jeruk nipis di wajah bisa menyebabkan luka bakar kimiawi yang serius.

4. Minyak Kelapa

Menurut dr. Gretchen Frieling, seorang dokter spesialis kulit, minyak kelapa bersifat komedogenik, yang dapat terserap ke dalam kulit, menyumbat pori-pori, dan menyebabkan lebih banyak jerawat. Bahkan saat digunakan sebagai pembersih wajah pun, setelah Anda mencuci muka, minyak kelapa meninggalkan lapisan tipis yang dapat membuat pori-pori Anda tersumbat. Daripada menggunakan minyak kelapa sebagai bahan perawatan kulit wajah Anda, sebaiknya manfaatkan minyak kelapa untuk perawatan rambut dan sebagai pelembap kaki.

5. Sari Cuka Apel

Tak sedikit orang yang mengklaim bahwa sari cuka apel dapat membantu membersihkan jerawat dan memudarkan bekas luka serta bintik-bintik penuaan. Namun ternyata sari cuka apel memiliki kadar asam yang sangat tinggi, yang dapat menimbulkan korosi pada kulit wajah jika digunakan berulang kali.

Bila Anda ingin memanfaatkan bahan ini untuk mengatasi jerawat pada wajah, sebaiknya Moms berpikir ulang. Pasalnya sari cuka apel tidak hanya akan memberikan efek menyengat pada luka jerawat Anda, tetapi kemungkinan besar bisa menyebabkan luka bakar atau iritasi pada kulit dan malah memperburuk kondisi jerawat Anda.

6. Baking Soda

Menambahkan baking soda pada DIY skin care Anda tidak memberikan manfaat apa pun, tetapi malah merusak kulit. Ini membuat kulit lebih rentan terhadap bakteri dan pada dasarnya dapat memperburuk kondisi kulit. Banyak pula yang menggunakan baking soda sebagai exfoliator untuk mengangkat kulit mati. Namun, hal ini tidak disarankan oleh dr. Frieling karena pengelupasan berlebih mungkin terjadi dan membuat kulit rusak karena iritasi.

7. Pasta Gigi

Penggunaan pasta gigi dipercaya dapat membantu mengeringkan jerawat. Ya, hal ini tidak salah, tapi pasta gigi juga bisa membuat seluruh kulit wajah Anda kering dan bisa menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, serta pengelupasan. Perlu diingat, seperti dikatakan dr. Frieling, bahan kimia dan kandungan lain dalam pasta gigi yang dapat melawan bakteri diperuntukkan untuk gigi Anda, bukan kulit Anda, Moms! (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik) 



Tags: skin care,   kesehatan,   nutrisi,   bahan skin care