Mother&Baby Indonesia
Warna Darah Menstruasi dan Artinya bagi Kesehatan Wanita

Warna Darah Menstruasi dan Artinya bagi Kesehatan Wanita

Beda warna, beda pula artinya bagi kesehatan Anda. Ya, itulah uniknya darah menstruasi yang ternyata bisa mengindikasikan kesehatan wanita. Seperti yang disebut oleh American College of Obstetricians and Gynecologists, bahwa warna darah menstruasi bisa menunjukkan kesehatan tubuh Anda. Begitu juga dengan panjang siklus menstruasi dan tekstur darah Anda. Penasaran? Ketahui daftarnya di bawah ini ya, Moms.

Warna Darah: Hitam

Warna seperti ini pasti akan membuat Anda panik, karena ini terbilang jarang terjadi. Berita baiknya, Anda tidak perlu khawatir berlebih jika warna darah menstruasi Anda menyeramkan seperti hitam ini. Mengutip Healthline, warna ini berkaitan dengan warna darah cokelat, yang mana adalah darah lama. Darah hitam biasanya adalah darah yang butuh waktu lebih lama untuk keluar dari rahim.

Warna Darah: Cokelat

Darah cokelat (segala jenis warna cokelat) adalah darah yang sudah teroksidasi, sehingga warnanya berubah dari warna merah yang umum terlihat. Umumnya, darah cokelat berhubungan dengan:



• Awal atau akhir menstruasi. Ketika aliran menstruasi Anda lebih lambat, maka darah butuh waktu lebih lama untuk keluar dari tubuh. Darah yang lebih lama ada di rahim bisa berubah warna menjadi cokelat, dan bisa jadi merupakan darah sisa dari siklus sebelumnya.

• Lochia. Darah yang keluar 4-6 minggu pasca persalinan disebut dengan lochia. Awalnya keluar deras, dan setelah hari ke-4 akan berwarna agak merah mudah atau kecokelatan.

• Kehamilan. Darah cokelat bisa jadi bukan darah menstruasi, melainkan bercak darah tanda pelekatan embrio di rahim.

Warna Darah: Merah Gelap

Warna ini artinya darah telah ada di rahim selama beberapa lama, tetapi belum teroksidasi sempurna hingga berubah cokelat. Umumnya, darah ini berkaitan dengan akhir menstruasi dan lochia (pendarahan pasca melahirkan selama 4-6 minggu).

Warna Darah: Merah Terang

Di awal menstruasi biasanya warna darahnya merah terang, yang artinya darah segar dan mengalir cepat sedang terjadi. Umumnya, darah merah terang berkaitan dengan:

• Infeksi, seperti klamidia dan gonorrhea yang bisa menyebabkan pendarahan di antara siklus menstruasi.

• Kehamilan. Awal kehamilan bisa ditandai dengan keluarnya bercak darah merah terang.

• Polip. Ini adalah pertumbuhan sel tak normal yang tidak ganas. Baik polip besar maupun kecil, bisa menyebabkan bercak darah dan nyeri.

Warna Darah: Merah Muda

Ini bisa terjadi di awal dan akhir menstruasi. Semakin muda warnanya, maka bisa mengindikasikan darah telah tercampur dengan cairan mulut rahim. Umumnya, darah merah muda berkaitan dengan:



• Lochia. Sekitar empat hari setelah melahirkan, lochia bisa berwarna agak merah muda.

• Estrogen rendah. Menstruasi dengan warna darah merah muda bisa mengindikasikan Anda kurang estrogen, hormon yang membantu menstabilkan dinding rahim. 

• Ovulasi. Bercak darah pink juga bisa terlihat di sekitar masa ovulasi.

• Keguguran. Jika ibu hamil mengeluarkan cairan vagina berwarna agak merah mudah, disertai dengan kram dan hilangnya tanda-tanda kehamilan, maka ini bisa jadi merupakan tanda keguguran.

Warna Darah: Oranye

Ketika darah bercampur dengan cairan rahim, maka bisa jadi warnanya berubah agak oranye. Warna darah ini sering berkaitan dengan:

• Pendarahan implantasi. Sekitar 10-14 hari pasca konsepsi, bercak darah pink atau oranye bisa terlihat. Tidak semua wanita mengalami pendarahan implantasi, dan warnanya pun bisa berbeda-beda.

• Infeksi. Segala warna darah yang tidak umum bisa mengindikasikan infeksi bakteri atau infeksi seksual menular.

Warna Darah: Abu-abu

Jika keluar cairan vagina berwarna abu-abu atau putih kusam, segera ke dokter karena ini bisa menandakan infeksi. Cairan karena bacterial vaginosis bisa berwarna abu-abu, terlebih jika disertai demam, nyeri, gatal, dan bau. Perhatikan warna darah menstruasi Anda ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: menstruasi,   kesehatan,   darah,   haid,   reproduksi,   rahim