Mother&Baby Indonesia
Waspada Xerostomia, Kondisi Mulut Kering pada Ibu Hamil

Waspada Xerostomia, Kondisi Mulut Kering pada Ibu Hamil

Disadari atau tidak, kehamilan memang bisa memunculkan perubahan pada kondisi tubuh Anda. Hal ini pun menyebabkan munculnya masalah kesehatan, termasuk di area mulut dan gigi. Rasa tidak nyaman akibat mulut yang kering, yang disebut xerostomia pun sering dikeluhkan.

Xerostomia sendiri bukan hanya masalah mulut kering biasa, karena produksi air liur dari kelenjar ludah berkurang. Akibatnya, Moms merasa sulit mengunyah dan menelan, terjadi infeksi mulut hingga timbul kerusakan pada gigi. Apa penyebab bumil bisa mengalami kondisi ini?

Penyebab Xerostomia

Mulut kering seringkali disebabkan oleh dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Maka sebenarnya, kondisi ini cukup umum dan bisa dialami siapa saja. Namun khususnya pada ibu hamil, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya xerostomia ini, di antaranya:



1. Mual dan Muntah

Di awal masa kehamilan, banyak dari bumil yang mengalami morning sickness. Mual dan muntah ini membuat area di dalam mulut menjadi asam dan membutuhkan air liur untuk menetralkannya. Namun, apabila produksi air liur tidak mencukupi cairan asam tersebut, maka mulut akan terasa kering.

2. Stres

Stres yang Moms alami selama hamil bisa menjadi pemicu xerostomia. Kondisi ini terjadi karena tekanan yang terasa cenderung membuat Anda lebih berkeringat dan buang air kecil lebih sering. Tubuh pun mengalami penurunan dalam memproduksi cairan secara alami. Belum lagi saat stres, Anda tanpa sadar bernapas dengan mulut. Akibatnya, area mulut pun akan mengering.

3. Diabetes Gestasional (DG)

Peningkatan kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil atau diabetes gestational bisa menjadi penyebab lain terjadinya xerostomia. Hal ini semakin diperkuat dengan gejala lain dari DG, yaitu selalu merasa haus secara berlebihan dan sering buang air kecil.

4. Peningkatan hormon dan volume darah

Saat hamil, volume darah dalam tubuh akan meningkat. Perubahan kadar hormon juga berubah dan tubuh Anda pun butuh penyesuaian. Situasi ini membuat Anda jadi lebih sering buang air kecil hingga membutuhkan cairan tambahan yang cukup.

5. Gaya Hidup Buruk

Kebiasaan buruk seperti minum minuman beralkohol, merokok, bahkan mengonsumsi obat terlarang menjadi pemicu lain yang menyebabkan munculnya xerostomia pada ibu hamil.



Gejala Xerostomia

Dari penyebab-penyebab tersebut, Moms pun harus lebih waspada dengan gejala-gejala yang tampak dan Anda rasakan berikut ini:

• Bibir pecah-pecah.

• Mulut, tenggorokan, atau lidah terasa kering

• Muncul sariawan dan infeksi lain di mulut.

• Bau mulut yang parah.

• Muncul sensasi terbakar di dalam mulut.

• Sering kehausan.

• Tekstur air liur menjadi kental dan lengket.

• Sulit mengecap, mengunyah, menelan, atau berbicara.

Untuk mengatasi kondisi ini, Moms tentu perlu minum air putih setidaknya dua liter sehari. Selain itu, Anda juga bisa merangsang keluarnya air liur dengan mengunyah permen karet. Namun, apabila xerostomia tak kunjung mereda atau sembuh, segeralah berkonsultasi ke dokter. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   kehamilan,   xerostomia,   mulut,   gigi