Mother&Baby Indonesia
Mengenalkan Budaya pada Anak Sejak Dini, Ini Manfaatnya

Mengenalkan Budaya pada Anak Sejak Dini, Ini Manfaatnya

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan atau mengenang hari Sumpah Pemuda, bahkan oleh Si Kecil sekali pun. Memegang nilai budaya serta hidup bertoleransi adalah salah satunya.

Namun, terkadang mengenalkan budaya pada anak, terutama yang masih balita, memunculkan berbagai tantangan tersendiri. Yasmine Nur Edwina, M.Psi., Psikolog, psikolog anak dan keluarga Tiga Generasi, membagikan berbagai trik serta menjelaskan manfaat dari mengenalkan budaya pada anak. Yuk, simak informasinya berikut!

Cara Mengenalkan Budaya pada Balita

Di usia ini, menyodorkan berbagai buku sejarah bukanlah cara tepat untuk mengajarkan budaya pada Si Kecil. Yasmine menyatakan bahwa aktivitas bermain bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan keberagaman budaya. Berikut adalah uraiannya:



1. Menggunakan Media

Bermain dengan alat permainan tradisional, misalnya congklak, merupakan cara mudah dan tepat. Selain itu, Moms juga bisa berikan boneka dengan baju adat Indonesia atau memiliki warna kulit serta bentuk rambut yang beragam. Mempertontonkan video untuk mengetahui kebiasaan unik dari setiap budaya, tarian dan musik tradisional, serta bahasa daerah juga bisa dilakukan.

2. Menunjukkan Peta Indonesia

Dengan melihat cakupan Indonesia yang luas, anak bisa membayangkan secara konkret bahwa ada banyak daerah lain di luar tempat tinggalnya dan setiap tempat memiliki ciri khas masing-masing.

3. Mengenalkan Makanan Tradisional

Mengenalkan anak terhadap sumber pangan lokal bisa memperkaya pengalaman sensorinya. Selain itu, hal ini diharapkan bisa membuat anak mudah beradaptasi di berbagai tempat, dimulai dengan makanan yang dikonsumsi di daerah tersebut.

4. Mulai dari yang Sederhana

Sebelum memperkenalkan budaya yang beragam, anak bisa terlebih dulu dikenalkan dengan keberagaman yang sederhana, seperti perbedaan hobi, warna kesukaan, atau mainan favorit. Hal ini bisa menjadi dasar pengetahuan bagi Si Kecil bahwa dunia ini penuh dengan keberagaman dan hal itu wajar dialami.

5. Membicarakan Perbedaan

Ketika Si Kecil menyadari bahwa ada orang lain yang berbeda dengannya, misalnya mengatakan “Ma, dia kok ngomongnya beda sama kita?”, orang tua sebaiknya tidak menghindari membicarakannya. Orang tua bisa mengatakan, “Iya, memang ada banyak bahasa daerah, tapi dia juga orang baik seperti kita”.



6. Membacakan Cerita

Membaca buku adalah salah satu cara menyenangkan yang bisa membantu orang tua untuk lebih santai dalam menjelaskan beragam budaya dan menghargai perbedaan. Pilih buku anak yang menceritakan tentang budaya atau tradisi. Beberapa contohnya adalah “Di Mana Songket Kakak?” keluaran Tobula, atau “Rasa Sayang” keluaran Baba Baa.

Manfaat Mengenalkan Budaya pada Balita

Membangun Penilaian Diri yang Positif

Moms bisa mulai dengan mengenalkan budaya dan tradisi yang dimiliki oleh keluarga sendiri. Hal ini akan membantu Si Kecil memiliki penilaian diri yang positif. Si Kecil akan memahami bahwa ia memiliki karakteristik dan kebiasaan yang rutin dilakukan oleh keluarga.

Contohnya, anak terbiasa makan menggunakan tangan karena di keluarganya memiliki tradisi Sunda untuk makan sambil berkumpul dan memakai tangan. Tradisi keluarga menjadi bagian dari diri anak, membuat anak menjadi bagian dari suatu kelompok, dan memperkaya karakteristik penilaian terhadap dirinya.

Belajar Toleransi

Mengenalkan beragam budaya membuat anak tahu bahwa ada banyak perbedaan yang dimiliki oleh setiap orang. Setelah itu, orang tua bisa menekankan bahwa berbeda-beda itu bukan masalah. Katakan bahwa perbedaan tidak membuat orang lain jadi lebih buruk asalkan tidak menyakiti diri sendiri, orang lain, atau merusak lingkungan. Perbedaan membuat setiap orang menjadi unik. Hal ini bermanfaat untuk dasar pengenalan toleransi antar budaya bagi Si Kecil.

Mempertahankan Budaya Indonesia

Memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, seperti makanan khas, mainan, pakaian adat, serta musik dan tari bisa menambah wawasan Si Kecil dan menumbuhkan ketertarikan untuk mempelajarinya. Jika Si Kecil tertarik dan mau mempelajari ragam budaya tersebut, budaya tradisional Indonesia bisa terus bertahan dan diperkenalkan ke banyak orang dari tahun ke tahun. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: budaya,   tradisi,   balita,   anak