Mother&Baby Indonesia
Anak Rebel atau Suka Memberontak? Ini 6 Cara Menghadapinya

Anak Rebel atau Suka Memberontak? Ini 6 Cara Menghadapinya

Memiliki anak yang penurut, patuh, dan mudah diatur mungkin menjadi impian kebanyakan orang tua. Namun pada kenyataanya, setiap anak tentu punya sifat dan karakter yang berbeda. Ada anak yang tumbuh besar dengan sifat rebel atau bisa diartikan sebagai anak yang suka memberontak atau sulit diatur. Tak hanya itu, anak yang rebel juga tak jarang belaku kurang ajar, tidak sopan, atau agresif.

Sebagai orang tua, tentu Anda merasa kesal atau jengkel saat menghadapi Si Kecil yang rebel ini. Nah berikut beberapa cara yang bisa membantu Moms untuk menghadapi anak yang rebel:

1. Berikan Contoh

“Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.” Rasanya ini merupakan kutipan bijak yang akrab di telinga ya, Moms. Nah, hal yang sama juga berlaku untuk Si Kecil. Jika Anda menuntut untuk dihormati, tunjukkan pada anak Anda bahwa Anda juga menghormatinya.



2. Tetapkan Aturan dan Batasan yang Konsisten

Hidup dalam sebuah keluarga atau suasana yang super ketat bisa membuat Si Kecil merasa dibatasi dan merasa tidak dapat mengembangkan kepercayaan dirinya. Bila Moms memastikan ada kebebasan memilih yang memadai, batasan yang tegas dan jelas, kebanyakan anak akan cenderung tidak memberontak. Jadi penting untuk Anda menetapkan batasan dan aturan yang memadai untuk diikuti, begitu pula penegakannya secara konsisten, misalnya sesederhana mematuhi waktu bermain, belajar, menonton TV di malam hari, dan tidur.

3. Beri Anak Kebebasan

Tak sedikit anak-anak yang mulai berpikir dan bertindak seperti orang dewasa sejak dini. Karena ia akan bertumbuh besar dan menjadi orang dewasa kelak, tak ada salahnya mulai memberikan anak Anda kebebasan. Dengan memberikan kebebasan pada anak, berarti kita mengajarkan pada Si Kecil untuk mengalami konsekuensi alami dari pilihan dan tindakannya.

Akan tetapi, saat anak ingin melakukan hal yang Anda anggap tidak baik atau bertentangan dengan Anda, Moms perlu bersikap tenang dan bijaksana. Anda bisa mengungkapkan alasan Anda dengan lembut dan bukan dengan amarah, mengapa Anda tidak setuju dengan keinginannya.



4. Jangan Emosi

Terkadang mungkin Anda merasa kesal saat menghadapi anak Anda yang rebel. Ditambah lagi bila ia ngotot ingin melakukan hal yang ia inginkan, padahal ia belum berpengalaman dan hanya berfokus pada apa yang ia lihat dan rasakan saat itu. Namun, sebaiknya tahan emosi Anda dan coba untuk menenangkan diri guna menemukan kata atau kalimat yang baik untuk dijelaskan pada anak Anda. Dengan demikian, ini bisa membantunya untuk mencari dan membangun perilaku positif.

5. Tak Perlu Mempermasalahkan Semua Hal

Memang menjengkelkan ketika melihat Si Kecil berperilaku tidak baik, apalagi bila hal tersebut dilakukan dengan sengaja. Tetapi, apa pun yang dilakukan Si Kecil, tidak seharusnya Anda permasalahkan. Habiskan energi Anda untuk menangani hal yang lebih penting daripada mempermasalahkan hal sepele, misalnya soal pakaian yang ia ingin pakai. Daripada mengurusi hal tersebut, lebih baik Anda bersikap tegas saat ia tidak mau mengerjakan PR yang diberikan oleh gurunya di sekolah.

6. Jangan Menyerah

Moms, yakinlah bahwa Anda bukan satu-satunya orang tua yang menghadapi tipe anak yang rebel. Sambil mencoba menerapkan tips-tips di atas, tetaplah sabar karena cepat atau lambat, anak Anda akan menyadari bahwa ia tidak melakukan kebaikan apa pun dengan berperilaku sebagai anak rebel terhadap Anda atau orang lain. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak rebel,   anak pemberontak,   anak sulit diatur