Mother&Baby Indonesia
Kram Perut Akibat Naik dan Turun Tangga

Kram Perut Akibat Naik dan Turun Tangga

T: Usia kandungan saya 14 minggu. Saya sering sekali naik turun tangga di kantor karena tuntutan pekerjaan. Hal ini terkadang membuat perut bagian bawah saya mengalami kram. Apakah hal ini berbahaya? Bagaimana cara mengurangi intensitas kram yang saya rasakan?

J: Setiap aktivitas yang menggunakan otot perut, terutama perut bawah secara aktif, bisa merangsang munculnya kontraksi rahim. Naik turun tangga termasuk salah satu hal yang bisa menyebabkan kontraksi rahim jika dilakukan berlebihan dan berulang kali.

Ibu hamil memang kerap mengalami kram di bagian perut. Hal ini normal dan umumnya tidak berbahaya. Namun yang perlu diwaspadai, bila kram terjadi saat usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Karena intensitas kram yang tinggi dapat menyebabkan keguguran.



Kram perut pada kehamilan atau kontraksi terjadi akibat reaksi fisiologis rahim secara periodik. Selain itu, kram juga bisa disebabkan oleh gangguan asupan oksigen ke rahim. Asupan oksigen yang tak lancar ini menyebabkan terhambatnya aliran darah, sehingga menimbulkan rasa sakit.

Penggunaan obat anti kontraksi dapat mengurangi gejala kram atau kontraksi rahim. Meski begitu, aktivitas naik turun tangga tetap harus terukur, jangan terlalu berlebihan. Jika mengalami kram, segera duduk dan istirahat.



Biasanya kontraksi akan hilang sekitar 15-30 menit. Jika kontraksi menetap, maka harus segera dibawa ke rumah sakit, karena kontraksi yang semakin kencang dapat menyebabkan perdarahan hingga keguguran.

Dijawab oleh dr. Ardiansjah Dara, Sp.OG, M.Kes., dari MRCCC Siloam Hospital, Semanggi, Jakarta.

(M&B/Vonda Nabilla/ND/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   kram perut










Cover Mei-Juni-Juli 2020