Mother&Baby Indonesia
IUGR saat Hamil, Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat

IUGR saat Hamil, Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat

Tak hanya ibu hamil yang harus sehat, tapi Si Kecil di dalam perut Anda juga harus sehat. Itu tentu menjadi harapan semua pasangan yang tengah menanti kehadiran Si Kecil ya, Moms. Namun sayangnya, beberapa masalah kesehatan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk janin.

Salah satu masalah yang mungkin terjadi adalah intrauterine growth retardation atau biasa disingkat IUGR. Ini adalah masalah janin yang mengalami hambatan pertumbuhan atau bahkan janin gagal tumbuh. Ya, beberapa anak memang berukuran lebih besar atau lebih kecil daripada anak lainnya. Namun pada kasus IUGR, janin tidak tumbuh sesuai standar rata-rata di dalam perut Moms.

Untuk meningkatkan kewaspadaan Moms akan IUGR yang cukup sering terjadi ini, mari simak beberapa fakta wajib tahu di bawah.




Ada Dua Tipe IUGR

Menurut laman Kids Health, terdapat dua tipe IUGR, yaitu:

1. IUGR Simetris: Ini adalah kondisi tubuh janin kecil tapi proporsional. Artinya, bentuk tubuh janin proporsional, namun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan janin normal.

2. IUGR Asimetris: Ini adalah kondisi ketika janin memiliki ukuran kepala dan otak yang normal, namun bagian tubuh lainnya berukuran kecil.


Rentan BBLR

Umumnya bayi yang mengalami IUGR lahir dalam kondisi berat badan lahir rendah. Menurut Web MD, janin yang pertumbuhannya tertinggal, memiliki beberapa risiko saat masih di dalam perut, saat dilahirkan, dan setelah lahir. Beberapa risiko tersebut adalah:

• Berat badan lahir rendah

• Kekurangan oksigen

• Hypoglikemia (kadar gula darah rendah)

• Mudah infeksi

• Nilai Apgar rendah

Meconium aspiration syndrome (masalah napas pada janin karena menghirup kotorannya sendiri)

• Kesulitan mengatur suhu tubuhnya, sehingga rentan mengalami hipotermia

• Kadar sel darah merah sangat tinggi

• Dalam kasus parah, janin IUGR bisa stillbirth atau lahir dalam kondisi tidak bernyawa.




Penyebab IUGR

Mengutip Web MD, ada banyak masalah kesehatan yang bisa memicu IUGR. Kebanyakan kasus ini terjadi karena masalah pada plasenta. Ini adalah sel yang menghubungkan ibu dengan janin di dalam perut, untuk membawa oksigen dan segala nutrisi.


Risiko untuk Ibu

Tak hanya kesehatan janin yang terancam saat IUGR terjadi, kesehatan ibu juga. Masalah kesehatan yang mungkin terjadi pada ibu dengan IUGR adalah sebagai berikut:

• Diabetes

• Tekanan darah tinggi

• Penyakit jantung

• Infeksi seperti rubella, toksoplasmosis, sipilis, dan cytomegalovirus

• Penyakit ginjal

• Penyakit paru

• Malnutrisi

• Anemia.


Gejala IUGR

Gejala utama dari IUGR adalah janin berukuran kecil dan tidak sesuai dengan standar perkembangan kehamilan di usianya. Gejala IUGR juga bisa berbeda, tergantung penyebab IUGR pada tiap pasien. Bayi IUGR mungkin terlihat seperti kurang gizi, pucat, dan kulitnya kering.

Tali pusat bayi IUGR juga terlihat tipis dan buram, padahal seharusnya tali pusat terlihat tebal dan mengilap. Namun perlu Moms ingat, tidak semua bayi kecil mengalami IUGR, ya. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: iugr,   intrauterine growth retardation,   kehamilan,   janin,   kesehatan








Cover Januari - Februari 2020