Mother&Baby Indonesia
9 Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Memakai High Heels

9 Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Memakai High Heels

Sebagai wanita, bekerja maupun tidak, Moms pasti memiliki high heels atau sepatu hak tinggi di rak sepatu Anda. Sepatu hak tinggi sendiri bisa dipakai setiap hari atau untuk menghadiri acara-acara tertentu. Jenisnya pun beragam, seperti stiletto heels dan wedges heels.

Namun, sepertinya selama hamil, Anda harus menyimpan high heels di rak sepatu lebih lama, Moms. Jika biasanya penggunaan sepatu hak tinggi bisa menyebabkan sakit di tumit, maka hal ini bisa menimbulkan rasa sakit yang lebih parah ketika Moms memakainya saat hamil. Karenanya, Moms harus lebih berhati-hati ketika ingin menggunakan high heels agar tak timbul cidera tertentu.




Risiko Pakai High Heels

Penggunaan sepatu hak tinggi oleh bumil bisa berisiko menyebabkan gangguan dan bahaya pada kehamilan dan janin di kandungan Anda, di antaranya:

1. Timbul Nyeri atau Sakit Punggung

Kenaikan berat badan yang cukup drastis saat hamil memang bisa menimbulkan nyeri di punggung, sehingga tak jarang Anda akan memegang area punggung ketika berjalan. Sedangkan penggunaan high heels akan membuat otot-otot panggul Anda condong ke depan, sehingga posisi tubuh menjadi tegak. Hal ini tentu akan membuat berjalan jadi semakin sulit karena nyeri yang muncul di sekitar sendi serta punggung dan juga di daerah panggul.

2. Sering Kram

Saat memakai high heels selama hamil, kaki tentu akan menahan beban dua kali lipat dari kondisi sebelum Anda hamil. Hal ini tentu membuat otot-otot area kaki dan punggung bekerja lebih keras. Jika menggunakan sepatu hak tinggi terlalu lama, maka saraf akan semakin menegang hingga timbul kram dari betis hingga tungkai kaki. Kondisi ini bisa semakin memburuk jika Moms menggunakannya di trimester kedua atau ketiga.

3. Kaki Bengkak

Sebenarnya, kaki yang membengkak saat hamil merupakan hal yang wajar. Tapi, apabila Anda memaksa memakai high heels, maka pembengkakan ini akan terjadi lebih parah dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan cairan tubuh akan lebih banyak terisi pada bagian bawah tubuh Anda, sehingga bengkak pada kaki semakin terasa.

4. Timbul Varises

Selain bengkak, ibu hamil juga rentan terkena varises atau pelebaran pembuluh darah vena di beberapa bagian tubuh. Dan menggunakan sepatu hak tinggi bisa menjadi penyebab munculnya varises di area kaki. Kondisi ini dikarenakan selama memakai high heels, kaki akan dipaksa berjalan jinjit, sehingga otot betis, tumit dan paha akan menegang lebih lama.



5. Keseimbangan Berkurang

Kekuatan pergelangan kaki selama hamil biasanya akan berkurang, terutama ketika memakai high heels. Hal ini juga dipengaruhi perubahan hormonal dalam tubuh bumil, yang membuat keseimbangan berkurang dan jadi rentan terjatuh.

6. Rentan Keseleo

Karena keseimbangan tubuh berkurang, maka kaki juga akan lebih rentan keseleo, terutama saat memakai high heels. Hal inilah yang bisa menjadi penyebab utama Moms terjatuh yang tentunya dapat membahayakan Anda serta janin dalam kandungan.

7. Posisi Janin Berubah

Keselamatan janin bisa terancam tak hanya karena terjatuh. Pemakaian high heels sendiri pun bisa mengubah posisi janin dalam rahim. Sebab, posisi berjalan yang jinjit akan menambah berat pada tumpuan. Hal ini bahkan bisa menyulitkan persalinan karena posisi janin yang menyulitkannya untuk keluar.

8. Otot Meregang

Menggunakan high heels selama hamil pun bisa membuat ligamen atau otot di pergelangan kaki dan betis akan melonggar. Sepatu yang awalnya nyaman pun bisa terasa lebih ketat dan menyakitkan ketika dipakai. 

9. Keguguran

Jika Moms masih bertahan untuk menggunakan high heels dan tidak berhati-hati selama memakainya, hal tersebut bisa meningkatkan risiko Anda terjatuh. Karena alasan itu, Anda juga akan rentan mengalami keguguran. Tentunya Anda tidak ingin hal itu terjadi kan, Moms? Oleh karena itu, hindari memakai high heels selama menjalani masa kehamilan Anda, ya! (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   ibu hamil,   kehamilan,   high heels,   sepatu hak tinggi