Mother&Baby Indonesia
Waspada Asam Urat pada Ibu Hamil!

Waspada Asam Urat pada Ibu Hamil!

Perubahan hormon kerap membuat tubuh ibu hamil rentan terserang penyakit. Nah, salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami wanita yang tengah mengandung adalah asam urat.

Perlu diketahui, asam urat merupakan salah satu hasil dari pemecahan zat purin yang berada di dalam tubuh. Purin adalah zat alami yang ada di dalam tubuh dan dapat ditemukan di berbagai jenis makanan. Makanan yang mengandung purin dengan kadar yang tinggi akan membuat tubuh menghasilkan lebih banyak asam urat.

Kadar asam urat pada ibu hamil bisa dikategorikan normal apabila berada dalam kisaran angka 3,6 hingga 6. Di atas angka 6, Moms telah memasuki tahap awal gejala asam urat yang ditandai dengan persendian membengkak, merah, disertai rasa panas dan nyeri.



Asam urat pada masa kehamilan sesungguhnya jarang terjadi. Pasalnya, saat hamil terjadi peningkatan kadar hormon estrogen yang bisa meningkatkan perlindungan terhadap penyakit ini. Namun asam urat bisa saja terjadi karena perubahan hormon, kenaikan berat badan yang signifikan, serta adanya komplikasi masalah pada darah.


Gejala Asam Urat

Ada kemungkinan Moms mengalami asam urat apabila merasakan beberapa gejala berikut ini:

• Sakit pada bagian jempol biasanya terjadi pada malam hari. Rasa sakit bisa berupa perasaan tidak nyaman pada jempol kaki Anda.

• Bagian sendi yang terasa sakit menjadi lebih kaku. Setelah itu, muncul rasa kaku sehingga sendi sulit untuk digerakkan.

• Persendian menjadi bengkak karena terjadi penumpukan asam urat di bagian sendi.

• Sendi kaki terasa nyeri dan tampak kemerahan menjadi indikasi asam urat yang sangat tinggi dalam tubuh.

• Sendi tidak bisa bergerak dengan bebas dan kondisi ini bisa meningkatkan risiko kelumpuhan.


Risiko bagi Ibu Hamil

Bagi ibu hamil, penyakit asam urat bisa menimbulkan efek yang sangat berbahaya. Anda bisa mengalami komplikasi apabila kadar asam urat dalam tubuh terlalu tinggi. Selama 20 minggu pertama, kadar asam urat yang tinggi dapat mengakibatkan risiko pre-eklampsia dan diabetes gestasional.



Pre-eklampsia adalah komplikasi yang bisa terjadi pada masa kehamilan, saat seorang ibu memiliki tekanan darah yang terlalu tinggi atau hipertensi. Kondisi ini dapat merusak sistem organ, dan yang paling sering terkena efeknya adalah ginjal.

Sementara itu, diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar glukosa (gula) dalam darah pada masa kehamilan. Kondisi tidak hanya bisa membahayakan sang ibu, tapi juga bayi yang dikandungnya.


Mencegah Asam Urat

Agar Moms tidak mengalami asam urat tinggi ketika hamil, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

• Hindari makanan yang bisa memicu asam urat seperti cumi-cumi, kerang, kornet, sarden, daging kambing, nanas, melinjo, dan emping. Beberapa sayuran juga berpotensi meningkatkan asam urat, misalnya kembang kol, asparagus, bayam, dan tauge.

• Hindari minuman beralkohol atau terlalu sering mengonsumsi kelapa muda.

• Perbanyak mengonsumsi air putih.

• Perbanyak makanan yang mengandung tinggi potasium seperti yoghurt, kentang, wortel, pisang, dan buah-buahan yang baik untuk kehamilan, serta mengandung vitamin C.

• Jaga berat badan ideal selama masa kehamilan. Pastikan Moms mengonsumsi makanan bergizi dengan takaran yang cukup dan tidak berlebihan.

Jika Moms memiliki asam urat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat dan tidak memengaruhi kondisi janin. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   ibu hamil,   kehamilan,   gangguan kehamilan,   masalah kehamilan,   asam urat








Cover Maret 2020