Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Akupunktur saat Hamil? Ini Jawabannya, Moms!

Bolehkah Akupunktur saat Hamil? Ini Jawabannya, Moms!

Moms pasti sudah tahu apa saja manfaat akunpunktur bagi kesehatan tubuh. Ya, praktik yang satu ini memang banyak penggemarnya dan sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Namun bagaimana jika Anda melakukan akupunktur saat sedang hamil? Kira-kira, aman enggak ya bumil akupunktur? Untuk menjawab keraguan tersebut, kami telah merangkum fakta dari berbagai sumber. Baca infonya di bawah ini yuk, Moms.


Minim Efek Samping




Melansir Baby Center, sebuah studi di tahun 2014 telah meneliti lebih dalam mengenai akupunktur saat hamil. Penelitian yang telah dilakukan di 9 negara ini menguak fakta bahwa akupunktur memberikan efek samping negatif yang sangat minim (hanya 1,3 persen). Efek samping negatif itu pun terbilang ringan, yaitu lelah, memar, dan nyeri di area yang ditusuk jarum akupunktur.


Manfaat Akupunktur saat Hamil

Tahukah Anda? Akupunktur ternyata bisa meredakan berbagai keluhan kehamilan lho, Moms! Mengutip What To Expect, akupunktur dinilai efektif meredakan heartburn, kaki bengkak, konstipasi, carpal tunnel syndrome, dan berbagai keluhan lainnya, seperti:

1. Morning sickness

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa akupunktur tradisional yang membidik pergelangan tangan bisa mengurangi keluhan mual dan muntah, atau biasa disebut morning sickness.

2. Nyeri punggung dan panggul

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Obstetrics & Gynecology melaporkan manfaat akupunktur untuk meredakan nyeri punggung dan nyeri panggul.

3. Depresi

Depresi saat hamil adalah hal yang umum terjadi, setidaknya 1 dari 4 bumil mengalami keluhan ini. Berita baiknya, sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Obstetrics & Gynecology menyebutkan akupunktur bisa mengurangi bahkan mencegah depresi saat hamil. Studi ini meneliti dua kelompok wanita hamil: yang diberi obat antidepresi dan yang diberi terapi akupunktur. Hasilnya, bumil yang melakukan akupunktur tidak mengalami depresi seberat bumil yang minum antidepresi.

4. Sakit kepala



Penelitian menyebutkan akupunktur dapat mengurangi sakit kepala yang disebabkan oleh kehamilan. Wanita hamil yang melakukan akupunktur juga lebih sedikit mengonsumsi obat sakit kepala lho, Moms.

5. Gangguan tidur

Sulit tidur saat hamil? Sepertinya hampir semua ibu hamil mengalami gangguan ini. Namun dengan akupunktur saat hamil, gangguan tidur ini bisa diatasi lho, Moms! Sudah terbukti ampuh membuat bumil tidur lebih nyaman.


Kapan Bumil Boleh Akupunktur?

Pada dasarnya, akupunktur aman dilakukan saat hamil dan boleh dilakukan kapan saja, namun tentunya dengan beberapa syarat yang harus Anda perhatikan ya, Moms. Salah satu yang harus Anda perhatikan adalah usia kehamilan, karena di kehamilan 37 minggu ke atas, beberapa titik akupunktur bisa menyebabkan kontraksi. Perhatikan juga hal-hal berikut ini sebelum bumil akupunktur:

1. Konsultasikan dengan dokter kandungan

Walau ini dianggap aman, namun tetap saja kondisi kehamilan tiap wanita berbeda-beda. Untuk itu sangat penting berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum melakukan akupunktur.

2. Praktisi terpercaya

Jangan asal melakukan akupunktur ya, Moms! Pastikan terapis Anda adalah dokter spesialis akupunktur medik atau terapis bersertifikat yang pakar di bidang akupunktur kehamilan. 

3. Perhatikan tanda bahaya

Normalnya, bumil tidak akan mengalami kontraksi setelah akupunktur, kecuali memang ditusuk di titik tertentu agar kontraksi. Maka jika Anda mengalami kontraksi setelah akupunktur, segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda, Moms. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   ibu hamil,   akupunktur,   kehamilan










Cover Mei-Juni-Juli 2020