Mother&Baby Indonesia
Hindari Memompa ASI di Toilet, Moms, Ini Risikonya

Hindari Memompa ASI di Toilet, Moms, Ini Risikonya

Bagi Moms yang bekerja, memberi ASI buat Si Kecil bisa menjadi tantangan tersendiri. Selain meng-ASI-hi secara langsung, working moms juga perlu menyiapkan stok ASI perah untuk diberikan kepada Si Kecil selama ia ditinggal bekerja.

Nah, tidak semua ibu beruntung mendapatkan fasilitas ruangan khusus untuk memompa ASI di kantor. Sebagian Moms harus menggunakan toilet untuk menyiapkan stok ASIP mereka. Padahal, banyak risiko yang harus dihadapi para ibu menyusui jika memompa ASI di dalam toilet, antara lain:

1. Tidak Higienis



Satu hal yang pasti, memompa di toilet sangat tidak higienis. Toilet adalah tempat orang membuat 'kotoran' dan menjadi sarang kuman, walaupun wc tersebut kering. Dengan begitu, tentunya ada kemungkinan ASI yang diperah bisa terkontaminasi oleh kuman dan bakteri yang terdapat dalam toilet. Bukan tak mungkin, kuman dan bakteri tersebut masuk ke dalam pencernaan Si Kecil dan berdampak terhadap kesehatannya. Perlu diketahui, pencernaan bayi di bawah usia enam bulan masih sangat sensitif sehingga mudah mengalami masalah jika ada gangguan sedikit pun.

2. Posisi Tidak Ergonomis

Posisi ibu saat menyusui sangat berpengaruh terhadap ASI yang dihasilkan. Dengan kata lain, ibu perlu duduk bersandar dan punggung harus rileks. Namun saat memompa ASI di toilet, Moms tentunya akan kesulitan mendapatkan posisi duduk yang pas. Bahkan terkadang, Anda harus memompa ASI dalam posisi berdiri sehingga air susu tidak keluar secara maksimal.

3. Kurang Konsentrasi

Karena posisi yang kurang nyaman serta suasana yang kurang kondusif, tak jarang ibu kurang konsentrasi saat harus memerah di toilet. Selain ASI yang dikeluarkan tidak maksimal, ada kemungkinan air susu tumpah karena ibu terburu-buru dan tidak berkonsentrasi ketika memompa di dalam wc.


Agar Lebih Lancar

Namun jika Moms terpaksa memompa ASI di toilet kantor, Anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini agar prosesnya berjalan lancar.

1. Pilih Waktu

Biasanya dalam satu gedung kantor terdapat beberapa toilet. Untuk memompa ASI, sebaiknya Moms memilih kamar mandi yang tidak ramai dan bersih. Selain itu, Anda juga bisa memperhatikan jam-jam tertentu kondisi toilet lebih sepi dari biasanya dan memanfaatkannya untuk memompa ASI. Hal ini dilakukan agar Anda bisa lebih tenang saat memompa ASI.



2. Pilih Pakaian

Sebisa mungkin kenakan pakaian yang memudahkan Anda untuk memompa ASI, seperti kemeja yang sedikit longgar. Jangan lupa mengenakan bra khusus untuk ibu menyusui guna mempermudah Anda dalam memompa ASI.

3. Cuci Tangan

Baik di rumah maupun di kantor, mencuci tangan adalah hal yang tak boleh terlewatkan apabila Anda hendak memompa ASI. Pastikan juga breastpump (pompa asi) dan botol tempat menyimpan ASI berada dalam keadaan bersih. Setelah selesai, langsung bersihkan lagi alat pompa ASI Anda ya, Moms.

4. Pompa ASI Manual

Biasanya, toilet tidak memiliki colokan listrik. Dengan begitu, Anda harus menyiapkan pompa ASI manual guna memerah air susu.

5. Simpan ASI

Setelah diperah, Anda bisa langsung menyimpan ASI dalam kulkas kantor. ASI dapat bertahan hingga dua hari jika disimpan dalam kulkas dan bisa bertahan hingga tiga bulan apabila disimpan dalam freezer. Saat membawa pulang ASI dari tempat Anda bekerja, jangan lupa untuk menyimpannya di dalam cool box. Saat disimpan dalam kulkas, pastikan masing-masing botol ASIP memiliki label tanggal saat memerah sehingga memudahkan Anda ketika akan memberikannya kepada Si Kecil nanti.

Oh ya Moms, di kota-kota besar seperti Jakarta, biasanya sudah adalah layanan kurir yang khusus mengantarkan ASI. Anda juga bisa menggunakan jasa mereka untuk langsung mengantarkan ASI ke rumah jika memang di kantor tidak memiliki fasilitas kulkas yang memadai. (Wieta Rachmatia/SW/dok. Freepik)



Tags: ibu menyusui,   asi,   asi perah,   breast pump,   pompa asi








Cover Januari - Februari 2020