Mother&Baby Indonesia
5 Karakter Keuangan, Manakah yang Sesuai dengan Anda?

5 Karakter Keuangan, Manakah yang Sesuai dengan Anda?

Seperti halnya segala sesuatu dalam hidup, respons terhadap uang sebagian besar didikte oleh kepribadian Anda. Nah, sudahkah Anda tahu kepribadian atau karakter diri Anda terkait keuangan?

Karakter keuangan ini dapat dikenali dari sejumlah profil. Kuncinya adalah menemukan profil yang paling mendekati dengan perilaku Anda. Dilansir dari Investopedia, ada 5  profil utama karakter keuangan. Setelah mengetahui karakternya, ada sejumlah saran yang dapat dilakukan untuk melakukan sedikit perubahan. Tentu saja, hal ini akan membantu keuangan yang Anda miliki jadi lebih sehat. Yuk, cek karakter keuangan Anda di sini, dan cari tahu, yang mana tipe Anda.




• Pemboros

Karakter ini terlihat dengan kesenangannya membeli barang-barang bagus dengan harga ‘wah’, seperti mobil, gadget terbaru, dan pakaian bermerek. Si Pemboros termasuk orang yang fashionable dan ingin menjadi pusat perhatian. Baginya, tidak masalah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli sesuatu, selama itu membuatnya senang. Bahkan, tak peduli jika harus berutang dan sering mengambil risiko besar saat berinvestasi.

Saran: Sebaiknya, Anda kurangi belanja, tambahkan tabungan. Tak masalah kalau Anda masih senang berbelanja, tetapi cobalah untuk mencari barang-barang dengan nilai jangka panjang, buka kepuasan sesaat. Jika kira-kira barang yang Anda inginkan tidak memiliki nilai lebih hingga setahun ke depan, maka sisihkan uang tersebut untuk tabungan atau investasi saja.


• Penghemat

Si Penghemat akan terlihat dalam kehidupan sehari-harinya, seperti mematikan lampu saat meninggalkan ruangan, berbelanja seperlunya, dan jarang menggunakan kartu kredit. Umumnya, mereka tidak memiliki utang dan kerap dipandang pelit. Meski puas dengan melihat bunga suku bank sendiri, namun karakter ini bukan pengambil risiko tinggi untuk investasi.

Saran: Meskipun Anda senang berhemat, tak ada salahnya sesekali berbelanja secara moderat. Maksudnya, Anda bisa tetap melakukan kesenangan dengan membeli atau melakukan sesuatu yang disesuaikan dengan kondisi keuangan tentunya. Untuk investasi, minimalkan risiko sambil memaksimalkan hasil.




• Tukang Belanja

Meski suka belanja, namun karakter ini masih suka menawar dan senang mendapatkan barang dengan hasil tawaran yang bagus. Barang yang dibeli pun seringnya tidak dipakai dan termasuk ke gerombolan ekletik soal investasi. Beberapa menginvestasikan uangnya secara regular, lainnya melakukan investasi saat mendapat bonus, dan ada juga yang melihatnya sebagai sesuatu yang akan diperoleh kemudian.

Saran: Hal yang paling kritis adalah mengontrol kartu kredit, dan pastikan agar tak belanja saat tak ada uang. Sebaiknya, berpikir dahulu sebelum membeli sesuatu, terlebih jika pembeliannya menggunakan kartu kredit.


• Tukang Utang

Karakter ini benar-benar tidak menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan berapa dan di mana uang tersebut dibelanjakan. Anda dengan kepribadian ini, secara umum, membelanjakan uang lebih banyak dari yang diperoleh sehingga mudah terjerat utang.

Saran: Anda tak mau terjerat utang, kan? Maka mulai sekarang, cermatlah dalam menjaga kondisi keuangan Anda. Buat catatan pengeluran untuk mengetahui berapa banyak uang yang dibelanjakan. Setelah itu, mulailah merencanakan investasi dengan bantuan tenaga profesional.


• Investor

Mereka dengan karakter suka berinvestasi ini tentu memiliki kesadaran yang sangat tinggi terhadap kondisi keuangan saat ini dan mencoba membuat uangnya berputar. Si investor cenderung mencari waktu ketika investasi pasif akan memberikan pendapatan yang cukup untuk menutupi seluruh tagihannya. Investasi yang dilakukan mencerminkan pengambilan sejumlah risiko tertentu dalam mengejar target.

Saran: Selamat! Karena secara keuangan, Anda sudah melakukan hal yang bagus. Lanjutkan upaya ini dan terus edukasi diri Anda atas keuangan yang dimiliki. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   keuangan keluarga,   keuangan,   karakter keuangan








Cover Januari - Februari 2020