Mother&Baby Indonesia
Harus Tahu! Kebahagiaan Anak Berawal dari Orang Tua

Harus Tahu! Kebahagiaan Anak Berawal dari Orang Tua

Memberikan mainan terbaik, sering mengajak anak berlibur ke tempat wisata, atau selalu memberikan apa yang diinginkan anak. Moms, bagaimana cara Anda membahagiakan Si Kecil?

Beragam cara dilakukan para ibu agar buah hatinya merasa bahagia. Akan tetapi terkadang Moms lupa bahwa Si Kecil bisa bahagia apabila Anda juga merasa bahagia.

Untuk bisa membuat anak-anak tumbuh menjadi sosok yang bahagia, sebagai orang tua, Anda harus bahagia terlebih dahulu. Riset menunjukkan bahwa anak-anak yang bahagia dan optimis adalah produk dari rumah yang juga bahagia serta optimis. Produk dari rumah ini tentu berasal dari Moms dan Dads.



Menurut Bob Murray, Ph.D., penulis buku Raising an Optimistic Child: A Proven Plan for Depression-Proofing Young Children for Life, orang tua yang bahagia lebih cenderung memiliki anak yang bahagia. Di sisi lain, anak dari orang tua yang merasa depresi, rata-rata dua kali lebih tinggi mengalami depresi.

Anak-anak menyerap segala hal dari orang tuanya. Dengan kata lain, anak mengimitasi hal-hal yang dilakukan oleh orang tua mereka. Si Kecil juga menjadikan orang tua sebagai panutan.


Bersyukur

Christine Carter, Ph.D., sosiolog di UC Berkeley’s Greater Good Science Center sekaligus penulis Raising Happiness: 10 Simple Steps for More Joyful Kids and Happier Parents, meyakini bahwa bersyukur menjadi fondasi dari kebahagiaan. “Kalau kita ingin bahagia dan membesarkan anak-anak yang bahagia, kita perlu mempraktikkan rasa syukur dengan sengaja dan secara konsisten,” ujar Christine.

Kebiasaan menjadi kata kunci untuk bersyukur. Tidak sulit untuk membiasakan perilaku baik ini. Salah satu hal yang paling sederhana adalah dengan menceritakan 3 hal baik yang terjadi pada Moms dan Dads setiap hari. Misalnya, Moms bersyukur karena hari ini perjalanan ke kantor tidak macet, presentasi di kantor mendapatkan apresiasi positif dari atasan, dan bisa pulang ke rumah lebih cepat sehingga bisa makan malam bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain. Setelah itu, giliran Moms dan Dads meminta anak untuk menceritakan tiga hal baik yang terjadi pada mereka pada hari itu.




Jadwalkan Me Time

Orang tua yang bahagia, menjadwalkan waktu untuk dirinya sendiri. Studi yang dipimpin oleh Alan Krueger dari Princeton menemukan fakta bahwa dari semua hal yang dilakukan, waktu paling membahagiakan adalah ketika terlibat dalam aktivitas di waktu luang. Oleh sebab itu, menjadwalkan me time setiap hari atau beberapa hari sekali, yang membuat Moms bisa mencurahkan waktu untuk melakukan sesuatu yang membahagiakan, seperti membaca novel, berkebun, atau joging, menjadi sesuatu yang disarankan. Percaya deh, meluangkan waktu untuk hal-hal menyenangkan ini akan membuat semua pihak menjadi lebih bahagia.


Memaafkan

Memaafkan itu menyehatkan dan tentu saja membuat bahagia. Memang ada kalanya Moms bisa marah ketika Si Kecil mencorat-coret tembok. Anda memang perlu mendisiplinkan anak secara tepat. Akan tetapi, hendaknya Anda juga bisa dan mau memaafkan kesalahan anak dan lepaskan dendam yang ada. Menurut para periset, dengan memaafkan, kecemasan dan rasa tertekan akan berkurang dibandingkan dengan menahan dendam. Selain itu, mereka juga memiliki tingkat kesehatan yang baik, emosi positif yang lebih tinggi, serta lebih puas dengan kehidupannya.


Romantis dengan Pasangan

Melakukan hal yang romantis dengan pasangan dan sesekali memperlihatkan keromantisan Anda rupanya juga baik untuk kebahagiaan anak. Hubungan baik dan penuh komitmen antara Moms dan Dads akan dilihat langsung oleh anak-anak. Tindakan tersebut pada akhirnya akan membuat kebahagiaan pada anak-anak mengalir dengan sendirinya. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   anak bahagia,   orang tua bahagia,   keluarga bahagia








Cover Maret 2020