Mother&Baby Indonesia
Anak Sering Menguap, Waspadai Penyebabnya, Moms!

Anak Sering Menguap, Waspadai Penyebabnya, Moms!

Menguap merupakan respons normal yang terjadi pada tubuh, bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak. Umumnya, saat kita dilanda kantuk atau lelah, tubuh akan memberikan sinyal berupa menguap.

Menguap bertujuan untuk meningkatkan suplai oksigen ke otak yang menurun karena kantuk atau lelah. Selain itu, sebuah penelitian juga melaporkan bahwa tingkat kebosanan pun bisa menjadi penyebab utama seseorang menguap.

Biasanya, kita akan menguap ketika mendekati waktu tidur atau saat baru bangun tidur. Meskipun begitu, Moms sebaiknya waspada jika melihat balita Anda sering menguap. Pasalnya, hal ini bisa menjadi tanda anak sedang tidak fit atau mengalami gangguan kesehatan.



Ada sejumlah penyebab jika Si Kecil sering menguap, Moms. Ini beberapa alasan di balik kebiasaan anak sering menguap:

Baca juga: Menguap Dapat Menular?


1. Gangguan Tidur

Umumnya, anak yang sering menguap menandakan bahwa ia kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup. Namun, sering menguap tidak hanya menjadi tanda bahwa Si Kecil kurang istirahat, Moms. Bisa jadi ia mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau sleep apnea, yang dapat menyebabkan ia menderita kelelahan yang berlebih. Nah, faktor inilah yang membuat balita Anda jadi sering menguap.

Baca juga: Gangguan Tidur yang Dialami Balita dan Cara Atasinya


2. Obesitas

Kelebihan lemak di tubuh yang berimbas pada kelebihan berat badan Si Kecil bisa mengganggu dan menghambat pernapasannya. Akibatnya, tubuh Si Kecil tidak memperoleh oksigen yang cukup yang membuat ia jadi sering menguap. Gangguan ini dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah obesity hypoventilation syndrome, dan biasanya juga disertai dengan gejala lain, seperti mudah kehilangan konsentrasi, susah tidur, maupun depresi.




3. Multiple Sclerosis

Penyakit multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis akan menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh serta menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan tubuh. Jika tidak segera ditangani, multiple sclerosis bisa menyebabkan penurunan atau kerusakan saraf secara permanen.

Sebuah studi menyatakan bahwa orang yang menderita multiple sclerosis memiliki kecenderungan untuk menguap secara berlebihan. Hal ini disebabkan karena orang dengan kondisi ini memiliki disfungsi termoregulasi, yaitu mereka tidak dapat mengontrol suhu tubuh. Menguap menjadi cara otomatis mendinginkan suhu tubuh mereka.


4. Epilepsi

Gejala utama dari penyakit ini memang berupa kejang, yang terjadi ketika timbul impuls listrik pada otak yang melebihi batas normal. Meskipun begitu, kejang epilepsi yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen ternyata juga membuat otak mengirimkan sinyal berupa sering menguap. Namun, menurut sejumlah penelitian, sejauh ini kemungkinan indikasi epilepsi dari menguap jarang sekali terjadi.


5. Menurunnya Tekanan Darah dan Detak Jantung

Jika Si Kecil terlalu sering menguap, itu bisa menjadi pertanda menurunnya tekanan darah dan detak jantung yang membatasi aliran darah ke otak. Kondisi ini muncul ketika ada gangguan pada sistem saraf yang bertugas untuk mengatur tekanan darah dan detak jantung. Dalam situasi seperti ini, tubuh akan berusaha meningkatkan suplai oksigen dengan cara menguap.


Yang Perlu Anda Perhatikan

Umumnya, jika Anda mendapati balita seting menguap, biasanya karena ia kurang tidur. Jika kebiasaannya menguap tidak disertai dengan gejala-gejala lain, kemungkinan besar hal itu tidak perlu Anda khawatirkan, Moms. Cukup perhatikan waktu istirahat anak. Pastikan ia mendapat tidur yang cukup, yaitu antara 10-12 jam sehari. Dan saat ia tidak tidur, berikan Si Kecil aktivitas yang membutuhkan fisik atau otak.

Akan tetapi, bila Si Kecil sering menguap disertai gejala-gejala seperti demam, nyeri menelan, nyeri telinga, dan bahkan sesak napas, segera bawa ia langsung ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   menguap,   anak sering menguap








Cover Maret 2020