Mother&Baby Indonesia
8 Kata Ajaib agar Balita Patuh dan Mau Menurut

8 Kata Ajaib agar Balita Patuh dan Mau Menurut

Tidak hanya perilaku, ucapan juga sangat penting ketika berkomunikasi dengan Si Kecil. Ucapan positif akan membentuk karakter dirinya menjadi positif. Menurut Alicia Keaton, seorang pakar perilaku dan emosi anak di Inggris, masa depan Si Kecil juga tergantung pada kata-kata dan kalimat yang Anda gunakan saat berbicara dengannya, apakah ia tumbuh menjadi anak yang patuh atau malah pembangkang

Sebelum terlambat, ada baiknya Anda mengoreksi, memilih kata, untuk kemudian menata kalimat yang akan Anda ucapkan itu. Lewat bukunya yang berjudul Words That Work: How To Get Kids To Do Almost Anything, Alicia mengungkap rahasia mengenai kata-kata penting yang bisa berefek positif bagi tumbuh kembang seorang anak. Berikut daftarnya, Moms.




When (Setelah)

Kata when atau dalam konteks berikut diterjemahkan ‘setelah’, menyiratkan bahwa sesuatu akan terjadi. Misalnya “Setelah kamu mengganti baju, kita akan pergi ke taman.” Kalimat ini berarti Si Kecil bisa pergi apabila ia mengganti bajunya.

Memakai kata ini juga dapat membantu Si Kecil dan tentu saja Moms untuk menyelesaikan hal yang tricky, misalnya, “Setelah kamu belajar cara menggunakan potty, maka kita akan segera membeli lebih banyak lagi celana.” Dengan demikian Si Kecil akan segera belajar menggunakan potty.


Become (Menjadi)

Kata menjadi atau jadi (become) sangat berguna ketika diucapkan pada Si Kecil. Alasannya, kata ini menyiratkan sebuah pujian atau dukungan untuk setiap perkembangan maupun kemajuannya. Oleh karena itu, sering-seringlah mengucapkannya kepada Si Kecil, terutama ketika ia melakukan hal yang baik. Contohnya, saat ia menerima pemberian seseorang dan tidak lupa mengucapkan terima kasih, coba katakan kepadanya, “Adek sudah menjadi anak baik karena ingat untuk mengucapkan terima kasih.”


And (Dan)

Bayangkan adegan ini: Anda telah bersusah payah memasak sayur dan ketika waktunya makan malam, Si Kecil menolak makan sayur dan mengatakan, “Tetapi aku tidak suka sayur!” Mungkin Anda kesal mendengarnya dan makan malam pun menjadi kacau. Sama halnya dengan Anda, Si Kecil juga tidak suka ketika Anda mengucapkan kata "tetapi" kepadanya. Agar kata "tetapi" terdengar lebih positif, gantilah dengan kata "dan". Misalnya, saat ia tidak mau makan wortel, katakan “Mama tahu, adek tidak suka wortel rebus dan karena itu, wortelnya diparut.” Kalimat ini akan meminimalisasi perdebatan dengan Si Kecil.


Because (Karena)

Si Kecil cenderung lebih suka melakukan sesuatu yang diminta apabila mengetahui alasan ia perlu melakukan hal tersebut. Misalnya, saat Anda mengajak Si Kecil membereskan mainan, ungkapkan alasan mengapa ia harus membereskan mainannya itu. “Ayo taruh mainanmu kembali ke dalam keranjang karena kalau lantainya bersih, adek bisa bebas berjalan tanpa tersandung mainan.”




Stop (Berhenti)

Stop atau berhenti bisa menjadi kata ampuh Anda dalam mengalihkan perhatian Si Kecil untuk kemudian menawarkan sesuatu yang lain. Misalnya, saat ia berlari-lari di dalam rumah menjelang waktu tidur siang, Moms bisa mengatakan, “Bagaimana kalau kita berhenti sejenak dan mama bacakan cerita di kamar tidur?”


Sometimes (Kadang-Kadang)

Sangat mudah bagi seseorang untuk terpengaruh dengan kegagalan. Sebagai contoh, ketika berhadapan dengan Si Kecil yang picky eater, Anda akan melabelinya sebagai anak yang selalu memilih-milih makanan atau anak yang tidak pernah makan sayur.

Coba koreksi hal tersebut. Ganti kata "selalu" dan "tidak pernah" dengan kata "kadang-kadang". Jadi Si Kecil kadang-kadang picky eater.

Sebagai contoh, ketika waktu makan Si Kecil selalu menjadi hal berat bagi Moms, coba berikan label berbeda. “Waktu makan Si Kecil kadang-kadang memang berat, tapi kadang-kadang juga menyenangkan”. Memakai kata kadang-kadang ini bisa menjadi penyemangat Moms untuk berhasil melewati waktu makan yang berat bersama Si Kecil dan mengingatkan bahwa ternyata Si Kecil tak selalu picky eater kok!


Yes (Ya!)

Orang tua sangat mudah mengatakan tidak kepada Si Kecil. Saking terbiasanya, orang tua bahkan bisa mengucapkan kata ini setiap saat. Coba ubah kebiasaan mengucapkan kata-kata negatif "tidak" atau "jangan" dengan "ya". Menggunakan kata "ya" bukan berarti Moms mengizinkan Si Kecil melakukan semua hal yang ia kehendaki, lho! Contohnya, ketika Si Kecil meminta untuk bermain-main di taman, hindari membalas permintaannya dengan mengatakan “Tidak!”. Sebaliknya, Anda bisa menjawab, “Ya, kita bisa ke taman setelah selesai makan siang.” Meski dihindari, ada kondisi ketika Anda perlu menggunakan kata "tidak". Katakan "tidak" pada situasi yang dapat membahayakan diri Si Kecil.


Listen! (Dengar!)

Kata listen atau dengar dapat memberikan efek yang kuat saat diucapkan. Kata ini menyiratkan bahwa apa yang Anda katakan berikutnya sangatlah penting. Ucapkan kata ini saat Moms ingin mendapatkan perhatian Si Kecil. Contohnya, “Dengar, kita perlu masuk ke mobil sekarang! Sudah waktunya untuk berangkat”. Bisa dipastikan, ia akan segera masuk ke mobil.


Let’s (Ayo!)

Ketika sedang berpikir atau berbicara, otak secara spontan membayangkan objek yang sedang dipikirkan atau dibicarakan. Contohnya, saat seseorang mengatakan jeruk, Anda mungkin memikirkan buah berwarna oranye. Hal tersebut juga dialami Si Kecil saat Anda berseru, “Jangan sentuh gucinya!”, Si Kecil akan tetap menyentuh gucinya. Sebagai gantinya, gunakan kata "ayo" seperti “Ayo, ke sini sayang. Biarkan gucinya di sana!”. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak penurut,   balita penurut








Cover Januari - Februari 2020