Mother&Baby Indonesia
Cara Sehat dan Menyenangkan Memberikan MPASI pada Bayi

Cara Sehat dan Menyenangkan Memberikan MPASI pada Bayi

Apa pun metode yang Anda terapkan saat memberikan MPASI pertama Si Kecil, satu hal yang paling penting adalah ia mengonsumsi makanan sehat. Selain itu, Moms juga bisa membentuk pola makan yang baik dalam dirinya.

Menyapih merupakan kombinasi dari memperkenalkan Si Kecil pada makanan padat dan menanamkan kepadanya kebiasaan makan yang baik, sehat, serta menyenangkan. Dengan cara-cara yang benar, ia akan memiliki kebiasaan makan sehat dan baik hingga dewasa nanti.

“Bayi yang merasa bahagia saat makan tidak akan tumbuh menjadi picky eater,” ujar dr. Gill Harris, seorang psikolog anak dari Inggris. Ada beberapa cara sederhana untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang sehat dan menyenangkan pada Si Kecil, yaitu:




1. Jangan Batasi Makanannya

Jangan biarkan penilaian Anda terhadap suatu makanan membuat Anda tak memberikan makanan tersebut kepada Si Kecil. “Berikan anak berbagai jenis makanan dan biarkan ia yang memutuskan apakah menyukai makanan tersebut atau tidak,” jelas dr. Gill.

Anda juga harus berhati-hati dengan ekspresi dan gerak tubuh Anda ketika tengah melihat ia makan. Bayi adalah penilai yang hebat. Jika Si Kecil melihat Anda bermimik aneh terhadap suatu makanan atau tidak makan suatu makanan, ia akan mengetahui dan menirunya. Tentunya hal ini akan berbeda jika keluarga Anda memiliki riwayat alergi. Tundalah untuk memberikan jenis makanan yang dapat memicu alergi hingga usia Si Kecil sudah lebih besar.


2. Jangan Memaksanya Makan

Para ibu biasanya akan ‘mengubah’ sendok makan menjadi sebuah pesawat, kereta, atau mobil agar Si Kecil mau menghabiskan makanan dalam piringnya. Kebiasaan ini dapat membuat Si Kecil kehilangan sinyal rasa kenyang. Bayi sudah tahu kapan ia merasa kenyang, apalagi jika ia terlatih mendapatkan ASI eksklusif.

Jika ia mulai memalingkan muka ketika Anda suapi, mungkin ia memang sudah kenyang. Jadi berhentilah menyuapinya. Kehilangan sinyal rasa kenyang akan membuat Si Kecil memiliki kebiasaan makan yang berlebih nantinya.


3. Buat Menu Sederhana

Beralih dari ASI ke makanan padat merupakan langkah yang besar bagi Si Kecil. Agar ia tidak terkejut, buatlah menu sederhana yang hanya terdiri dari satu bahan makanan ditambah ASI. Seiring waktu, Anda dapat menambahkan jenis makanan lain ke dalam menunya.


4. Jauhi Stres

“Jika Anda merasa tertekan saat menyuapi Si Kecil, ia akan merasakan tekanan ini dan menjadi ikut stres,” ujar dr. Gill. Hal ini akan berlanjut sehingga Si Kecil memandang saat makan sebagai kegiatan yang negatif dan cenderung menolak untuk makan nantinya.




5. Berantakan? Tak Masalah!

Jika Anda memberikan pure pada Si Kecil, akan ada masanya ia belajar makan sendiri dan semua pasti akan menjadi berantakan. Semua usahanya untuk makan sendiri merupakan latihan yang baik karena Si Kecil akan semakin tertarik dengan makanan dan melihatnya sebagai hal yang menyenangkan. “Bisa menggenggam, mencium, dan merasakan makanan akan membuat Si Kecil merasa nyaman saat makan,” tambah dr. Gill. Jadi singkirkan tisu atau lap sebelum Si Kecil selesai makan ya, Moms.


6. Pentingnya Makan Bersama Keluarga

Waktu makan bersama keluarga seharusnya melibatkan Si Kecil di dalamnya. Ganti high chair-nya dengan booster seat agar ia merasa menjadi bagian keluarga yang duduk di sekeliling meja makan. Anda harus bisa menjadi contoh yang baik bagi Si Kecil. Jika Anda ingin ia tumbuh menjadi anak yang suka makan sayur dan buah, terapkanlah hal ini pada diri Anda terlebih dahulu, maka Si Kecil akan mencontohnya.


7. Pentingnya Camilan

Bagi seorang anak yang tumbuh dengan sangat cepat, jeda antara waktu makan bisa menjadi sangat lama. “Anak membutuhkan dua atau tiga camilan dalam sehari,” jelas Judy More, ahli nutrisi anak.

Yang perlu diperhatikan dari pemberian camilan anak adalah pilihan makanan sehat dan tepat. “Anak-anak cenderung menyukai makanan manis dan berlemak. Jika Anda memberikan jenis makanan yang tidak sehat ini, Anda sedang membentuk kebiasaan makan yang tidak baik. Di usia dini, anak tak memiliki referensi rasa. Jadi makanan yang Anda berikanlah yang akan membangun pemahaman akan rasa,” lanjut Judy.

Jika Anda sudah menberikan Si Kecil makanan manis pada awal MPASI, ia akan menyukai rasa itu dan menolak jenis makanan lain yang tidak manis. Pilihan camilan untuk anak adalah buah dan sayuran yang dibuat finger foods, serta biskuit bayi.


8. Metode Memasak

Merebus, mengukus, atau memanggang merupakan metode yang tepat daripada menggoreng. Namun tidak berarti Si Kecil harus menjalani diet rendah lemak karena ia bisa kehilangan zat gizi penting untuk tumbuh kembangnya.


9. Ajari Sopan Santun

Tak pernah terlalu dini untuk mengajarkan sopan santun kepada Si Kecil. Saat Anda sedang makan bersama dengan anggota keluarga lain, pakailah kata "Tolong" atau "Terima kasih" ketika Anda meminta suami mengambilkan nasi atau lauk yang dekat dengannya. Dengan begini, Si Kecil akan melihat dan mencontohnya kelak. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   mpasi,   makanan padat,   makanan pendamping asi








Cover Januari - Februari 2020