Mother&Baby Indonesia
Tips Anti-Panik saat Bayi Anda Kolik

Tips Anti-Panik saat Bayi Anda Kolik

Duh bayi Anda dari tadi tidak berhenti menangis! Sudah diberi ASI, digendong, dan diganti popoknya, tapi mengapa tangisnya tak kunjung berhenti?

Jangan panik dulu Moms. Bisa jadi Si Kecil tengah mengalami kolik. Perlu Moms ketahui, kolik bukan termasuk penyakit dan sesungguhnya tidak membahayakan bayi. Ketika mengalami kolik, bayi bisa lebih sering menangis selama lebih dari tiga jam dalam sehari. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.




Tanda-Tanda Bayi Mengalami Kolik

Periode terjadinya kolik paling parah biasanya saat bayi berusia 6-8 minggu, dan menghilang dengan sendirinya pada usia antara 8 hingga 14 minggu. Kondisi kolik sendiri sebenarnya berbeda dengan bayi yang sedang rewel. Biasanya, bayi yang tengah mengalami kolik akan memiliki tanda-tanda berikut ini:

1. Jadwal menangis yang bisa diprediksi

Bayi yang kolik seringkali menangis pada waktu yang sama setiap hari, biasanya pada sore atau malam hari. Sesi kolik dapat berlangsung dari beberapa menit hingga tiga jam, atau lebih dalam sehari. Terkadang, bayi akan buang air besar atau buang angin pada akhir sesi kolik.

2. Menangis secara intens dan tidak dapat diredakan

Menangis akibat kolik biasanya terdengar sangat intens, menyedihkan, dan bernada tinggi. Wajah bayi pun akan memerah dan ia akan sulit untuk ditenangkan.

3. Menangis tanpa alasan jelas

Inilah yang kerap membuat para Moms panik. Si Kecil tak berhenti menangis tanpa penyebab yang jelas. Meski tangisannya terdengar memilukan, sesungguhnya ia sedang mengalami kolik.

4. Perubahan postur

Kaki yang melingkar, tangan mengepal, dan otot perut yang kencang, biasanya juga terjadi ketika bayi tengah mengalami kolik.


Saatnya Waspada 

Biasanya, kolik akan berhenti dengan sendirinya. Akan tetapi, Moms tetap harus waspada apabila saat mengalami kolik, bayi mengalami gejala-gejala berikut ini:

• Memuntahkan cairan hijau.

• Mengeluarkan cairan urine jauh lebih sedikit dari biasanya.



• Terdapat lendir atau darah dalam tinja.

• Nafsu makan berkurang.

• Kejang.

• Beberapa bagian kulitnya terlihat pucat atau membiru.

• Ubun-ubun tampak menonjol.

• Mengalami gangguan pernapasan.

• Disertai demam hingga 38 derajat Celsius atau lebih jika bayi berusia kurang dari 3 bulan, dan 39 derajat Celsius atau lebih untuk bayi berusia 3 bulan ke atas.


Mengatasi Kolik

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kolik. Hal tersebut tentu saja membuat Moms kerap kesulitan untuk mengatasi masalah kolik pada anak. Tapi bukan berarti tidak ada cara untuk mengurangi tangisan Si Kecil. Sebagian Moms mengoleskan minyak angin, kayu putih, atau minyak telon di perut serta punggung Si Kecil agar tubuhnya lebih nyaman.

Atau kalau ingin lebih praktis, Moms bisa membalurkan balsam di tubuh Si Kecil. Namun jangan asal pilih balsam ya Moms. Pilih balsam yang khusus ditujukan bagi bayi dan anak-anak sehingga aman, salah satunya Kinderen Baby Balsam.


Dibandingkan minyak, penggunaan balsam memang lebih praktis karena Moms tidak perlu takut tumpah. Selain itu, Kinderen Baby Balsam bersifat menghangatkan dan rasanya tidak sepanas minyak kayu putih. Aromanya juga menenangkan dan bisa membuat bayi tidur lebih nyenyak.

Oh ya Moms, Kinderen Baby Balsam juga terbuat dari bahan herbal, lho. Setiap 1 gram Kinderen Baby Balsam terdiri dari 100 mg eucalyptus oil dan cammomila recutita (matricaria) flower powder. Jadi jangan khawatir! Kinderen Baby Balsam aman dan tidak menimbulkan iritasi bagi kulit bayi Anda.

Satu hal yang tak kalah penting, Kinderen Baby Balsam juga ramah di dompet. So, Moms tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan balsam yang aman dan berkualitas bagi Si Kecil. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kolik,   kinderen baby balsam








Related Article