Mother&Baby Indonesia
Bolehkah MPASI Dicampur Santan? Ini Jawabannya!

Bolehkah MPASI Dicampur Santan? Ini Jawabannya!

Bagi Moms yang bayinya sudah memasuki usia MPASI (lebih dari 6 bulan), maka berkreasi dengan resep MPASI tentu menjadi rutinitas Anda setiap hari, ya. Apalagi saat menyiapkan MPASI perdana untuk Si Kecil, wah, Moms pasti berusaha memberikan menu sebaik mungkin.

“MPASI pertama yang diberikan sebaiknya mempertahankan rasa alami dari bahan makanan yang digunakan. Jangan dulu menambahkan gula, garam, atau zat tambahan lainnya,” ujar dr. Raissa Edwina Djuanda, SpGK, M.Gizi, dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah – Puri Indah, pada Health First - Volume 42.

Namun, bagaimana jika MPASI dicampurkan santan agar rasanya lebih gurih? Pasti banyak Moms yang juga memiliki pertanyaan yang sama. Sambil memperingati Hari Kelapa Sedunia yang jatuh setiap tanggal 2 September, ketahui boleh-tidak santan kelapa dicampurkan ke MPASI yuk, Moms.




Bayi Boleh Makan Santan?

Jawabannya: sebaiknya bayi mencoba santan jika usianya sudah di atas 12 bulan. Kenapa? Karena santan kelapa merupakan makanan yang berpotensi menjadi alergen, sama seperti kacang dan seafood. Nah, jika Anda dan suami memiliki riwayat alergi, terutama alergi kelapa dan khususnya santan kelapa, maka sebaiknya tunda pemberian MPASI hingga Si Kecil berusia di atas 12 bulan.

Namun ketika masa itu tiba, tetap saja santan kelapa tidak bisa menggantikan ASI ya, Moms. Seluruh pakar kesehatan tetap menyarankan pemberian ASI hingga usia anak 24 bulan, diselingi makanan pendamping ketika usianya sudah di atas 6 bulan. Ya, mulai usia 6 bulan, ASI saja memang tidak cukup, namun bukan berarti Anda dapat menggantikannya dengan santan kelapa, Moms.




Santan untuk Balita

Betul, santan kelapa memang sebaiknya baru diperkenalkan ketika usia anak sudah lebih dari 12 bulan. Namun bukan berarti Anda bebas memberikan santan kelapa untuk balita sampai puas ya, Moms.

Menurut Health Line, memberikan anak terlalu banyak santan kelapa kemasan sangat berbahaya, karena isinya dipenuhi dengan lemak saturasi. Bayangkan saja, dalam 1 cangkir santan kelapa kemasan, terdapat 57 gram lemak dan 255 persen dari jumlah yang diperbolehkan dalam sehari. Itu setara dengan 10 kali lipat (atau lebih) lemak saturasi dalam susu sapi full-fat lho, Moms.

Untuk itu, jauh lebih baik untuk mengonsumsi santan asli yang Anda dapatkan dengan memeras parutan kelapa. Waspadai timbulnya reaksi alergi pada balita Anda ya, Moms. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: santan,   kelapa,   alergi,   makanan,   mpasi,   bayi,   kesehatan