Mother&Baby Indonesia
Mau Tahu Apa Rasanya Kontraksi? Ini Penjelasannya, Moms

Mau Tahu Apa Rasanya Kontraksi? Ini Penjelasannya, Moms

Ketika hamil, Moms mungkin merasakan beberapa kontraksi yang umumnya disebut sebagai kontraksi palsu. Namun menjelang proses persalinan, Anda pasti akan merasakan kontraksi yang sesungguhnya dan berbeda dari kontraksi palsu. Ya, kontraksi adalah salah satu tanda bayi akan lahir.

Kontraksi sendiri adalah peregangan pada dinding rahim. Hal ini timbul akibat gerakan atau tendangan bayi dalam kandungan, atau aktivitas fisik Moms yang melelahkan. Sebagai informasi, otot terbesar dalam tubuh wanita terdapat di rahim. Saat terjadi kontraksi, otot tersebut akan meregang. Kondisi ini terjadi secara alamiah, sama seperti jika Anda muntah maka otot di perut Anda juga mengalami kontraksi.

Secara umum, kontraksi dapat dijadikan sebagai tanda bahwa proses persalinan akan dimulai. Pada saat terjadi kontraksi, rahim akan mengalami kondisi meregang serta mengecil. Menyusutnya rahim membuat serviks terbuka dan mendorong bayi menuju saluran kelahiran.



Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Kontraksi

Jika dijelaskan, rasa kontraksi ini kira-kira seperti ada orang yang menarik ikat pinggang Anda dengan sangat kencang selama 20 detik lalu ada jeda. Semakin lama, kontraksi akan semakin kencang dan semakin terasa sakit. Pada saat organ tubuh janin Anda sudah matang, ia akan memproduksi hormon yang akan merangsang otot rahim mengencang. Gerakan ini menarik leher rahim dan akan memulai pembukaan jalan bagi janin.

Proses pembukaan ini bisa berlangsung dua hingga 20 jam! Bahkan setelah melalui kontraksi, bukan tidak mungkin Anda pun terpaksa dioperasi caesar. Penyebabnya, karena bayi belum juga keluar setelah kontraksi berlangsung hingga selama itu.


Apa yang Terjadi pada Bayi Anda?

Pada setiap kontraksi, kepala janin akan tertekan dan terdorong ke leher rahim. Dan pada saat yang sama, himpitan kontraksi akan memicu hormon-hormon dalam tubuhnya. Hormon ini akan mempersiapkan dirinya untuk lahir. Detak jantung bayi Anda juga akan menurun, sehingga ia bisa melalui masa kurang oksigen selama proses kelahiran. Selain itu, paru-parunya juga akan dipersiapkan untuk bisa langsung bernapas ketika ia sudah lahir nanti.




Bagaimana Cara Melaluinya?

• Alihkan perhatian Anda dengan menonton televisi atau ngemil makanan ringan kesukaan Anda.

• Tarik napas dalam-dalam sepanjang kontraksi dan usahakan untuk santai saja, Moms. Karena semakin Anda tegang, sakitnya akan semakin terasa.

• Mintalah pengurang rasa sakit, kalau Anda sudah tidak tahan lagi. Jangan malu untuk memintanya kepada petugas medis.

Ketika pembukaan sudah cukup, Anda akan melalui masa transisi. Kontraksi masuk ke tahap puncak dan Anda mungkin sudah nyaris menyerah. Kabar baiknya, masa ini hanya akan berlangsung beberapa menit. Setelah itu, proses persalinan pun bisa berjalan, secara normal atau harus dilakukan operasi caesar. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   ibu melahirkan,   kontraksi