Mother&Baby Indonesia
Anak Manja Karena Nenek, Harus Bagaimana Menanganinya?

Anak Manja Karena Nenek, Harus Bagaimana Menanganinya?

T: Saya ibu seorang anak perempuan berusia 5 tahun dan saat ini masih tinggal di rumah mertua. Anak saya adalah cucu pertama beliau sehingga ia sangat dimanja dan selalu dituruti. Bahkan, jika saya menegur anak saya agak keras, malah saya balik dimarahi. Akhirnya, setiap anak saya dilarang atau minta sesuatu, ia selalu menangis dan ‘berlindung’ di balik neneknya. Banyak juga pola asuh mertua yang sangat bertentangan seperti masalah pemberian gadget. Saya jadi bingung harus bagaimana. Saya tidak mau ribut dengan mertua, tapi di lain sisi saya juga tidak ingin anak menjadi manja dan menyepelekan orang tuanya.

J: Pasti bingung ya, menghadapi sikap mertua yang seolah bertentangan dengan tujuan kemandirian anak. Apalagi di sisi lain kita juga tahu bahwa nenek pasti cinta pada cucunya dan menginginkan kebaikan bersama.

Reaksi nenek saat ini kemungkinan besar muncul karena emosi tertentu yang belum berhasil dikelola dengan baik, misalnya ada kekhawatiran berlebihan, ada keinginan untuk terus menyenangkan anak, dan seterusnya. Maka nenek pun perlu mendapat empati. Sesudah merasa dipahami, biasanya lebih mudah juga bagi beliau untuk memahami apa yang dirasakan Anda.



Jelaskan tahap perkembangan anak, apa yang wajar dan tidak wajar dilakukan oleh anak di usia tertentu dan pentingnya latihan dan kesempatan melakukan sesuatu sebagai dasar dari kemandirian.

Perbanyak pula interaksi nenek dan cucunya bersama anak sebaya atau yang lebih tua, sehingga nenek punya bayangan tentang tantangan dan pelajaran apa yang dibutuhkan di tiap usia perkembangan juga jadi punya tujuan apa yang harus diajarkan.

Prosesnya pasti tidak instan, coba fokus ke hal-hal tertentu yang paling mengganggu dulu. Misalnya kesepakatan bersama mengenai waktu penggunaan gadget atau rutinitas saat makan.



Yang paling penting, selalu saling mengingatkan bahwa apa pun yang kita lakukan perlu fokus pada apa yang dibutuhkan anak dalam jangka panjang. Jadi, walaupun kadang lebih cepat, lebih bersih, atau lebih mudah dengan cara dibantu, sebetulnya kita sedang merugikan anak saat ia tidak dapat membantu dirinya atau melakukan sesuatu untuk lingkungannya. Lingkungan sosialnya juga akan menjadi makin beragam setiap hari, dan akan ada situasi di mana ibu dan nenek tidak bisa terus-menerus bersamanya lagi.

Dijawab oleh Najeela Shihab, Psikolog, Pemerhati, dan Penggiat pendidikan

(M&B/Nanda Djohan/NA/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   anak,   balita,   anak manja,   nenek,   cucu










Cover Mei-Juni-Juli 2020