Mother&Baby Indonesia
Perlukah Anak Usia 3 Tahun Disekolahkan?

Perlukah Anak Usia 3 Tahun Disekolahkan?

T: Halo ibu Najelaa, saya seorang ibu bekerja yang memiliki puteri berusia 3 tahun. Sehari-hari, anak saya bersama pengasuh dan ibu saya. Saya merasa stimulasi yang mereka berikan untuk Si Kecil kurang sehingga saya ingin menyekolahkan anak saya. Namun, ibu saya menolak karena menurut beliau, menyekolahkan anak terlalu dini bisa menyebabkan ia bosan, yang nantinya justru bisa menyebabkan ia malas sekolah. Apa yang harus saya lakukan ya, untuk meyakinkan ibu saya dan sebenarnya, berapakah usia yang tepat untuk anak bersekolah?


J: Pasti menantang sekaligus menyenangkan menjadi ibu bekerja untuk anak usia 3 tahun. Beruntung ada nenek yang ikut menjaga dan peduli pada cucunya. Kapan waktu yang tepat untuk anak mulai bersekolah akan sangat tergantung pada kondisi di rumah dan kondisi di sekolah yang Mom pilih nantinya.



Apabila di lingkungan rumah anak bisa mendapat stimulasi yang optimal dalam berbagai aspek fisik, kognitif, bahasa maupun sosial-emosional, maka sekolah seringkali tidak diperlukan. Walau memang kadang untuk aspek sosialisasi tidak semua anak cukup interaksi dengan teman sebaya maupun berbagai usia bila tidak cukup waktu di luar rumah.

Selain itu, situasi sekolah juga menentukan kesiapan dan kesuksesan anak di pendidikan usia dininya. Ada sekolah yang menumbuhkan kegemaran belajar dengan banyak memancing pertanyaan dan membiasakan keterampilan yang esensial, ada sekolah yang justru menyebabkan anak bosan dan mendapat beban berlebihan.

Karena itu, pastikan adanya kecocokan antara tujuan pengasuhan Anda (dan juga nenek) dengan apa yang menjadi tujuan pendidikan sekolah. Pendidikan usia dini bukan hanya bimbingan belajar baca-tulis atau menyiapkan seleksi masuk SD favorit. Di masa inilah semua fondasi belajar-mengajar, terutama sikap kritis, kreatif dan kolaboratif ditumbuhkan dan menjadi bekal perjalanan.



Boleh dicoba dulu dan lihat proses adaptasi anak maupun Anda serta nenek dan pengasuhnya di beberapa periode pertama, yaitu proses refleksi (juga negosiasi) tentang keputusan-keputusan penting terkait anak adalah sesuatu yang akan terus kita alami. Yang penting, selalu sepakat bahwa kepentingan dan kebutuhan anak selalu jadi dasar dari langkah yang kita sepakati.

Dijawab oleh Najeela Shihab, Psikolog, Pemerhati, dan Penggiat pendidikan

(M&B/Nanda Djohan/NA/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   anak,   balita,   menyekolahkan balita,   psikolog,   ask the expert