Mother&Baby Indonesia
Cryptic Pregnancy, Anda juga Bisa Mengalaminya!

Cryptic Pregnancy, Anda juga Bisa Mengalaminya!

Hamil tapi tanpa disadari? Memang bisa? Bisa Moms, kondisi itu dinamakan cryptic pregnancy.

Kasus kehamilan tanpa disadari memang tidak sering terjadi. Menurut data National Institute of Health, kondisi cryptic pregnancy terjadi pada 1 dari 475 kehamilan. 

Salah satu kasus cryptic pregnancy terjadi pada seorang wanita asal Inggris bernama Klara Dollan. Dalam acara BBC Radio 5 Live’s Nihal Arthanayake, Dollan mengaku tidak menyadari dirinya tengah mengandung hingga waktunya melahirkan.



Tidak ada morning sickness, rasa lelah berlebihan, sakit punggung, atau bahkan perut membuncit yang biasanya menjadi ciri wanita hamil. Satu hal yang pasti, Dollan tidak mendapatkan menstruasi seperti biasanya.

Kondisi ini berawal ketika Dollan terbangun pada dini hari dan merasakan kram perut yang hebat. Ia pun menenggak pil yang dikonsumsi selama enam bulan terakhir.

“Saya pikir ini adalah haid saya yang datang dengan ‘pembalasan’ (karena sudah lama tidak haid). Akan tetapi kenapa datangnya pas di hari pertama pekerjaan baru saya? Ibu saya langsung memberi parasetamol, dan rasa sakitnya sedikit mereda selama beberapa menit,” ungkap Dollan.

Karena tidak mungkin izin sakit pada hari pertamanya bekerja, Dollan memaksakan diri untuk tetap berangkat ke kantor barunya menggunakan bus dan kereta. Akan tetapi beberapa jam kemudian, ia pulang ke apartemennya karena tidak kuat menahan sakit.

Tidak berselang lama, Dollan melahirkan bayi perempuan seorang diri di kamar mandi apartemennya. Beruntung, seorang tetangga yang mendengar teriakannya langsung mengecek dan memanggilkan ambulans. Dollan dan bayinya langsung dibawa ke Hampstead’s Royal Free Hospital untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.




Tak Terdeteksi

Kisah berbeda dialami Beth Martin, seorang remaja asal Blackpool, Inggris, pada Oktober 2018. Ia hampir pingsan karena mengalami kram hebat. Namun ketika dibawa ke rumah sakit, perawat yang memeriksanya menyebutkan bahwa Beth dalam proses melahirkan. Beberapa jam kemudian, bayinya lahir dalam kondisi sehat dan sempurna.

Beth yang tengah mengikuti pelatihan fisik intensif untuk bergabung dengan British Border Force, mengaku sempat curiga dirinya tengah mengandung. Awalnya ada salah seorang rekannya yang mengatakan bahwa tubuh saya seperti tengah hamil. Selain itu, berat badannya juga mengalami kenaikan dari 52 kilogram pada Juli 2018 menjadi 61,6 kilogram pada Oktober 2018. 

Meski begitu, tubuhnya tetap terlihat langsing. Bahkan Beth sempat berfoto beberapa bulan sebelum kelahiran dan perutnya terlihat sangat ramping. Ia juga melakukan tes kehamilan menggunakan test pack dua bulan sebelum kelahiran putrinya, dan hasilnya selalu negatif.


Faktor Penyebab

Belum diketahui secara pasti mengapa sebagian kecil wanita mengalami cryptic pregnancy. Namun menurut para ahli, biasanya kehamilan yang tidak disadari dialami perempuan yang belum pernah hamil sebelumnya dan mereka yang memasuki masa menopause. Faktor jadwal menstruasi yang tidak beraturan, ukuran fetus yang kecil, dan minimnya tanda-tanda kehamilan bisa membuat wanita juga tak menyadari dirinya tengah hamil. Selain itu, pengobatan yang bisa memengaruhi berat badan juga akan membuat wanita lebih berpotensi mengalami cryptic pregnancy.

Sementara itu, ada kemungkinan cryptic pregnancy disebabkan karena beberapa wanita memiliki dua rahim dan janin terbentuk di rahim yang terletak paling dekat dengan tulang punggung. Dengan begitu, perut sang ibu tidak akan membesar.

Di sisi lain, sejumlah pakar juga berpendapat bahwa cryptic pregnancy terjadi pada wanita yang memang belum siap memiliki anak atau memiliki konflik psikologis. Ketika wanita merasa belum siap menerima kehadiran anak dan perubahan fisik yang mungkin terjadi, tubuhnya pun akan ikut menyangkal kehadiran janin atau yang disebut somatic denial. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   cryptic pregnancy