Mother&Baby Indonesia
Postnatal Anxiety, Takut Berlebih Ibu Baru pada Bayinya

Postnatal Anxiety, Takut Berlebih Ibu Baru pada Bayinya

Banyak ibu baru yang merasa takut berlebihan terhadap segala hal menyangkut bayi mereka. Ciri rasa takut atau khawatir itu contohnya adalah Anda mungkin sering mengecek Si Kecil saat tidur, hanya untuk mengetahui apakah ia masih bernapas, atau bahkan Anda tak berani bergerak sedikit pun saat tidur malam, karena takut gerakan Anda akan membangunkan Si Kecil.

Rasa takut atau khawatir ini adalah wajar, karena pasca bersalin, hormon belum stabil dan kelelahan akibat proses persalinan memengaruhi sisi emosional Anda. Menjaga dan mengurus bayi memang merupakan tanggung jawab yang besar, dan wajar jika Anda takut melakukan kesalahan.

Namun jika rasa takut Anda tersebut ternyata memengaruhi hampir segala aspek kehidupan Anda, Anda perlu curiga, Moms. Anda mungkin saja mengalami postnatal anxiety (PNA).




Postnatal Anxiety Bukan Baby Blues

Postnatal anxiety (PNA) adalah suatu kondisi di mana tekanan yang dialami seseorang selama hamil dan pada saat melahirkan berkembang menjadi perasaan panik dan takut yang berlebihan. Namun, kasus ini sedikit sekali terjadi.

Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa PNA hanya dialami 5-8 persen dari jumlah ibu di seluruh dunia. Dan sulit sekali mendeteksi kemungkinan adanya PNA pada setiap ibu baru.

PNA sebenarnya berbeda dengan postnatal depression (PND) atau juga dikenal dengan istilah baby blues. Rasa takut atau cemas dalam PNA adalah perasaan yang secara fisiologis berbeda dengan ketakutan atau kecemasan dalam PND, walaupun waktu kejadian keduanya hampir sama, yaitu sekitar 2 minggu atau lebih pasca bersalin.

Dalam PNA, sebenarnya kontak batin antara ibu dan anak sudah tercipta, tapi karena si ibu menderita ketakutan dan kecemasan akut bahkan cenderung tidak masuk akal, ia berpikir bahwa segala hal dapat membahayakan bayinya. Gejala ini jelas berbeda dengan PND atau baby blues.


Cara Mengatasi Postnatal Anxiety

Masa kehamilan atau proses persalinan yang sulit dapat menjadi pemicu terjadinya PNA. Dan walaupun kasusnya sangat jarang, Anda harus segera mencari bantuan jika ini terjadi. Temui psikolog klinis dan bicarakan mengenai kemungkinan terapi yang tepat, misalnya dengan cognitive behavioural therapy (CBT) yang akan membantu pasien melihat atau menyadari bahwa cara berpikir dan tindakan yang mereka lakukan dapat memperburuk rasa cemas dan takut mereka.

Untuk mengatasi PNA, pasien harus dapat menghadapi dan melawan hal-hal yang dapat memicu munculnya rasa takut mereka. “Semakin Anda membiarkan diri Anda merasakan ketakutan-ketakutan itu, semakin Anda akan terjerumus ke dalamnya. Akibatnya, Anda melakukan bullying terhadap diri Anda sendiri,” jelas Susan Ayers, psikolog dari University of Sussex, Inggris. Selain itu, dukungan dan bantuan dari keluarga juga diperlukan guna mengatasi PNA ini.




Apakah Anda Mengalami Postnatal Anxiety?

PNA mungkin menghampiri Anda, jika Anda…

• Tak ingin menyakiti Si Kecil, tapi Anda merasa segala tindakan Anda dapat menyakitinya.

• Tak ingin meninggalkan rumah karena menganggap itu terlalu berbahaya.

• Tak membiarkan siapa pun menyentuh Si Kecil karena takut ia akan tersakiti.

• Terlalu sering membersihkan diri atau memandikan Si Kecil, karena berpikir bahwa setitik debu yang menempel dapat membahayakan Si Kecil.

• Obsesif dan terlalu banyak menghujani Si Kecil dengan perhatian yang malahan dapat membuatnya takut, bukan membuatnya nyaman.

• Mengalami insomnia akut.

• Terlalu sering mengecek keadaan Si Kecil dalam intensitas tidak wajar.

• Sering memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada Si Kecil, meskipun saat itu ia baik-baik saja. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu baru,   postnatal anxiety,   bayi,   merawat bayi,   takut berlebihan