Mother&Baby Indonesia
Teori-teori Tentang Parenting yang Tidak Ada di Buku

Teori-teori Tentang Parenting yang Tidak Ada di Buku

Sambil menyiapkan diri menjadi orang tua, Anda pasti sudah melahap semua buku-buku tentang perkembangan anak sebelum ia hadir. Namun setelah ia lahir dan bertumbuh, ternyata Anda mengalami hal-hal yang praktiknya tidak semudah teori yang didapat dari buku.

Bahkan mungkin, meski sudah mengikuti petunjuk buku, Anda belum dapat mengatasinya. Jika hal tersebut Anda alami, tenang saja, Moms! M&B akan mengungkapkan teori yang tidak terduga agar Anda ingat cara mengatasinya.




Ini Teori Parenting yang Belum Tentu Anda Temui di Buku

1. Bayi yang baru lahir akan bangun tengah malam untuk minum ASI. Namun ada bayi yang bisa langsung tidur dengan nyenyak, dan ada juga yang betah melek hingga pagi. Bahkan ia tidak mau diletakkan kembali dalam boks tidurnya. Kalau sudah begini, kemungkinan ia ingin tetap berada di pelukan Anda, atau perutnya belum kenyang.

2. Proses menyusui adalah momen pribadi Anda berdua dengan Si Kecil untuk membangun hubungan batin. Namun proses itu bisa mengakibatkan rasa nyeri karena puting Anda lecet. Anda bisa mengatasi sakit itu dengan olesan krim khusus atau minyak kelapa. Yang harus Anda tahu, sesungguhnya lecet itu memang nyaris tak terhindarkan.

3. Layaknya wadah air yang penuh, ternyata payudara ibu pun ada kapasitasnya. Jika sudah penuh, air susu bisa 'tumpah' dan menodai pakaian Anda. Jadi, apa pun kondisinya, Anda harus siap dengan bantalan payudara khusus.

4. Memasuki usia 6 bulan, saatnya Si Kecil diperkenalkan pada makanan padat. Segala teori tentang makanan apa yang harus diberikan sudah Anda hafalkan. Namun ternyata, Si Kecil tidak begitu saja menerima makanannya. Terkadang, ia akan menutup mulutnya rapat-rapat. Cobalah untuk menuangkan ide kreatif Anda agar acara makan Si Kecil selalu menarik.

5. Menurut teori, sebaiknya Si Kecil tidur di boks tidurnya sendiri. Apa daya, ternyata Si Kecil pasti akan lebih suka tidur bertiga bersama Anda dan suami. Perhatikan saja, ia pasti akan terbangun dan menangis setiap Anda mencoba menidurkannya di tempat tidurnya sendiri. Untuk sementara, Anda harus menuruti keinginannya.

6. Peralihan makan dari ASI ke makanan padat akan membuat BAB Si Kecil berubah. Jangan kaget kalau baunya minta ampun. Anda bisa saja menghilangkan bau itu dengan pewangi ruangan. Tapi, percayalah agaknya bertahan untuk menghirupnya adalah langkah yang tepat.



7. Si Kecil takut sekali dengan alat cukur rambut! Sepertinya tak ada teori yang mengajarkan bagaimana menenangkan Si Kecil yang takut saat rambutnya akan dicukur, meskipun sudah disediakan mainan berbagai macam. Tapi daripada rambutnya panjang dan mengganggu penglihatan, Anda harus sabar dan sedikit ‘tega’ membiarkan tukang cukur melakukan tugasnya.

8. Si Kecil memilih pengasuhnya ketimbang Anda. Mungkin Anda yang bekerja sudah sebisa mungkin meluangkan waktu bersama anak ketika pulang kerja. Namun tak urung, saat menangis, ia lebih memilih digendong pengasuhnya daripada Anda.

9. Anda sudah menyiapkan car seat agar kelak ditempati Si Kecil saat jalan-jalan dengan mobil. Meski ia pada kenyataannya tidak mau duduk tenang dan akhirnya minta dipangku saja. Namun perlu diingat, bahwa memakai car seat lebih aman untuk anak.

10. Karena sudah terbiasa dengan perawat yang lama, Si Kecil mungkin akan menolak dirawat oleh pengasuh baru. Jangan kaget jika Anda mendengar teriakan dan tangisan Si Kecil atau pengasuh yang kebingungan karena Si Kecil melakukan ‘kekerasan’, misalnya menggingit si pengasuh. Ini tentu bukan salah si pengasuh, tetapi memang Si Kecil belum bisa 'menerimanya'.

11. Si Kecil akan lebih sering meminta maaf lewat tatapan mata, gerakan kepala, atau senyum malaikatnya. Ini adalah tanda Si Kecil semakin cerdas. Ia agaknya akan segera tahu jika permintaan maaf akan membuat suasana lebih baik.

12. Anak-anak memang sebaiknya mendengar lagu anak-anak. Bayi pun punya lagu buaiannya sendiri. Tapi ternyata, bayi pun tak terhindarkan dari paparan media massa. Mungkin karena sering mendengar di televisi, ia pun senang mendengarkan lagu-lagu pop. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   parenting,   teori parenting