Mother&Baby Indonesia
Perlukah Memberitahu Anak Bahwa Ia Diadopsi?

Perlukah Memberitahu Anak Bahwa Ia Diadopsi?

Memiliki keturunan tentunya merupakan dambaan bagi hampir semua orang tua. Sayangnya, tidak semua Moms dan Dads bisa dengan mudah memiliki anak. Bagi mereka yang kesulitan untuk mendapatkan Si Kecil, adopsi menjadi opsi alternatif untuk menambah anggota keluarga.

Namun dalam mengadopsi, tentu banyak hal yang harus Moms dan Dads pertimbangkan saat mengadopsi anak. Selain asal-usul anak yang akan diadopsi dan skrining kesehatan, Anda juga harus mempersiapkan banyak hal, seperti merencanakan biaya untuk mengasuh serta pendidikannya. Satu hal yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan ketika Moms dan Dads memutuskan untuk mengadopsi anak adalah perlukah Anda memberitahunya bahwa ia anak yang diadopsi?




Mencegah Sakit Hati

Jawabannya adalah, ya! Orang tua angkat sangat disarankan untuk memberitahu kondisi sesungguhnya kepada Si Kecil. Lebih baik Anda memberitahu sedini mungkin soal adopsi kepada anak sebelum ia mendengarnya dari orang lain. Akan sangat menyakitkan bagi anak jika ia mengetahui dari orang lain bahwa dirinya diadopsi. Ada kemungkinan, ia bakal merasa dibohongi dan seluruh dunia yang selama ini diyakininya ternyata hanyalah kebohongan belaka.

Selain itu, Anda juga harus siap menjawab mengapa bukan orang tua kandung anak yang mengasuhnya. Jadikan istilah adopsi sebagai istilah biasa, positif, dan bukan rahasia maupun aib.

Kondisikan dari awal bahwa anak memiliki dua orang tua yang menyayanginya, yaitu orang tua kandung yang ingin Si Kecil punya kehidupan baik tapi tak mampu memberikan, dan orang tua angkat yang sangat sayang serta bersedia memenuhi semua kebutuhannya karena kehadiran anak merupakan anugerah yang terindah.


Kapan Waktu yang Tepat Memberitahunya?

Pertanyaan lain yang tak kalah penting, adalah kapan memberitahu Si Kecil bahwa ia adalah anak adopsi? Ada yang beranggapan bahwa sebaiknya anak diberitahu soal adopsi sedini mungkin setelah ia mampu berkomunikasi secara verbal.



Namun Dr. Steven Nickman, dokter anak asal Amerika Serikat, menyebutkan bahwa saat ideal untuk memberitahu anak bahwa ia diadopsi adalah antara usia 6 hingga 8 tahun. Memasuki usia 6 tahun, biasanya anak sudah cukup mandiri dalam keluarga sehingga mereka tidak akan merasa terancam bakal kehilangan ayah dan ibunya saat belajar tentang ‘adopsi’.

Jika Anda memutuskan untuk memberitahu anak soal adopsi pada usia pra-sekolah, ada kemungkinan mereka tidak benar-benar mengerti apa yang Moms dan Dads jelaskan. Selain itu, anak pra-sekolah juga masih memiliki rasa takut yang sangat besar akan kehilangan orang tua.


Antisipasi Reaksi

Sebelum memberitahu Si Kecil soal asal-usulnya, Anda tentu harus memperhitungkan reaksi yang mungkin akan diperlihatkan anak Anda. Tidak semua anak bisa menerima fakta bahwa dirinya adalah anak adopsi.

Apabila Si Kecil menunjukkan rasa kecewa, sedih, atau bahkan marah, Anda perlu memberinya waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Setelah emosinya mereda, Anda bisa melanjutkan penjelasan soal adopsi kepadanya. Jangan lupa, Moms dan Dads perlu meyakinkan bahwa cinta Anda tak akan luntur meski Si Kecil adalah anak yang diadopsi. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   anak,   anak adopsi,   anak angkat