Mother&Baby Indonesia
Fungsi Tes Mantoux pada Anak dan Prosedurnya

Fungsi Tes Mantoux pada Anak dan Prosedurnya

Walau sudah diberikan vaksin lengkap, namun tetap saja Si Kecil tidak 100 persen terlindungi dari serangan penyakit. Ada saja penyakit yang mungkin terjadi pada anak, salah satunya tuberkulosis atau biasa disingkat TB. Ini adalah penyakit yang menyerang paru-paru anak, dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TB sangat menular, karena penyebarannya juga sangat mudah (melalui udara karena semburan air liur dari penderita TB).

Nah, untuk mengetahui apakah anak Anda terkena TB atau tidak, maka cara paling tepat adalah memeriksakan anak menggunakan tes Mantoux. Simak info lengkap mengenai tes Mantoux untuk anak yuk, Moms.




Gejala TB pada Anak

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, beberapa gejala TB pada anak adalah:

1. Demam lama: Lebih dari 2 minggu, atau terkadang demam berulang. Namun biasanya demam yang diderita anak tidak terlalu tinggi.

2. Nafsu makan turun: Selain tidak nafsu makan, masalah berat badan anak yang menurun atau tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut juga sering terjadi.

3. Batuk: Anak yang terkena TB biasanya akan batuk menetap atau memburuk, bahkan lebih dari 3 minggu.

4. Lesu: Anak akan terlihat lesu dan tidak kelihatan seaktif biasanya.

5. Muncul benjolan: Coba raba leher Si Kecil, biasanya anak TB akan memiliki benjolan di leher dan bisa lebih dari satu benjolan.

6. Dekat penderita: Risiko anak mengalami TB meningkat jika selama ini ia memiliki kontak erat dengan penderita TB paru aktif.


Prosedur Tes Mantoux

Menurut American Academy of Pediatrics, jika anak sudah menunjukkan gejala TB maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan tes Mantoux. Anak akan disuntikkan cairan yang disebut PPD atau purified protein derivatice off tuberculin.



Setelah disuntikkan PPD, akan timbul benjolan kecil di kulit yang disuntikkan. Kemudian, dokter akan memberi tanda batas awal menggunakan spidol. Dokter akan memeriksa kembali benjolan tersebut dalam 48-72 jam, untuk mengetahui apakah bentuk dan luas benjolan awal tadi berubah.

Jika benjolan tersebut tidak membesar, maka hasil tes Mantoux negatif (anak tidak terserang kuman TB). Namun jika benjolan tersebut membesar sekitar 5-9 mm dan terlihat meradang, maka hasil tes positif (anak terpapar kuman TB).


Waspada Hasil Tes Palsu

Beberapa kondisi bisa memengaruhi hasil tes Mantoux yang mengakibatkan hasil tes salah, atau biasa disebut hasil tes palsu. Bisa positif palsu, bisa juga negatif palsu. Adapun kondisi yang bisa mengakibatkan hasil tes palsu adalah:

• Teknik penyuntikan salah

• Baru terinfeksi TB

• Infeksi TB sudah terlalu lama

• Daya tahan tubuh lemah.

(Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: mantoux,   tuberkulosis,   anak,   balita