Mother&Baby Indonesia
Nyeri saat Menyusui? Ketahui 7 Fakta Mastitis, Moms!

Nyeri saat Menyusui? Ketahui 7 Fakta Mastitis, Moms!

Bagi para ibu menyusui, kondisi mastitis tentu sudah tak asing lagi di telinga Anda. Mastitis adalah kondisi ketika sel-sel di payudara ibu terasa nyeri karena bengkak. Ini sangat umum terjadi pada ibu menyusui, terutama dalam 3 bulan pertama setelah melahirkan. Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan Moms akan masalah menyusui yang satu ini, mari simak beberapa info penting di bawah ini.


Tanda Mastitis

Salah satu tanda awal mastitis adalah hadirnya pola merah dan terasa nyeri, yang bisa membuat payudara Anda sangat sakit jika disentuh (walaupun hanya sentuhan lembut). Biasanya gejala awal mastitis juga disertai demam seperti saat Anda mengalami flu.




Kenali Penyebabnya

Penting untuk mengetahui penyebab mastitis Anda, karena bisa jadi salah satu penyebabnya adalah bayi Anda kurang sering menyusu, atau tidak mengisap habis susu di payudara Anda. Jika itu kasusnya, cobalah untuk meningkatkan frekuensi menyusui Si Kecil, atau perahlah ASI di antara waktu menyusui untuk memastikan susu di payudara Anda kosong.


Disebabkan Trauma

Mastitis bisa terjadi karena trauma pada payudara Anda, seperti puting luka, yang kemudian menyebabkan saluran ASI menjadi infeksi. Mengenakan bra yang terlalu ketat juga bisa meningkatkan risiko mastitis lho, Moms.


Coba Posisi Lain

Jika puting Anda nyeri atau luka, mungkin penyebabnya adalah bayi kesulitan menyusu, atau perlekatan bayi tidak baik. Untuk mengatasinya, cobalah posisi menyusui yang lain, agar mulut Si Kecil dapat melekat dengan sempurna di puting Anda. Kalau Anda bingung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi ya, Moms.




Redakan dengan Tepat

Untuk meredakan mastitis, Anda bisa menggunakan nipple ointment yang kini sudah banyak dijual di pasaran. Atau untuk cara cepatnya, bantuan kompres dingin bisa membantu lho, Moms.


Jangan Berhenti Menyusui

Walau mastitis membuat momen menyusui begitu menyiksa Anda, namun jangan biarkan mastitis membuat Anda berhenti menyusui ya, Moms! Justru dengan tetap menyusui, mastitis perlahan akan membaik. Tingkatkan frekuensi menyusui Si Kecil dan perah ASI Anda sekitar 8-10 kali sehari. Ingat, berhenti menyusui justru membuat mastitis yang Anda derita akan semakin parah!


Waspadai Saluran Tersumbat

Umumnya, saluran ASI yang tersumbat tidak akan membuat Anda demam, namun puting Anda menjadi merah dan nyeri, juga payudara keras dan bengkak. Untuk meredakannya, pijat lembut payudara Anda menggunakan sisir bergigi besar dan jarang, atau pijat ke arah puting untuk mengurangi bengkak. Jika dalam 24 jam belum membaik, segera cari bantuan ke dokter atau pakar laktasi ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: mastitis,   menyusui,   asi,   breastfeeding