Mother&Baby Indonesia
Tips dan Trik Ajarkan Anak Potty Training

Tips dan Trik Ajarkan Anak Potty Training

Mengajari anak bagaimana menggunakan toilet merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orang tua. Menurut dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A., Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah - Puri Indah, pada umumnya, anak siap untuk belajar menggunakan toilet pada usia antara 18 bulan hingga tiga tahun, sesuai dengan kematangan perkembangan fisik dan psikologisnya.

Untuk membiasakan Si Kecil pergi ke toilet saat ingin buang air kecil atau buang air besar, ia perlu dilatih dengan toilet training atau potty training. Toilet training adalah cara untuk melatih Si Kecil agar bisa mengontrol diri, sehingga ia mengetahui sinyal dari tubuhnya mengenai kapan saatnya buang air kecil dan buang air besar di toilet.




Tanda-Tanda Anak Siap Lakukan Potty Training

Tugas orang tua adalah mendampingi dan mengajari anak dengan sabar, telaten, dan memerhatikan isyarat serta kesiapan anak untuk buang air sendiri. Berikut ini adalah tanda-tanda anak siap untuk belajar menggunakan toilet:

1. Memperlihatkan ketertarikannya pada proses penggunaan toilet, seperti mengikuti ke kamar mandi atau menyukai buku-buku tentang potty training.

2. Popoknya kosong selama beberapa jam berturut-turut.

3. Mampu duduk dengan baik dan stabil.

4. Mampu mengikuti perintah sederhana.

5. Mampu menunjukkan keinginan untuk buang air kecil atau besar.

6. Memperlihatkan tanda-tanda kemandirian.

7. Mampu melepas dan mengenakan kembali pakaiannya.


Butuh Waktu Membiasakan Anak Potty Training

Dr. Cynthia menjelaskan bahwa proses pembiasaan anak dalam menggunakan toilet tentunya membutuhkan waktu. Pastikan orang tua berkomitmen untuk mengajari anak secara konsisten setiap harinya. Perbolehkan anak untuk mengikuti orang tua ke kamar mandi pada proses awal supaya anak bisa melihat proses buang air.

Jelaskan proses tersebut pada Si Kecil dengan kata-kata yang sederhana. Buat anak merasa nyaman di dalam kamar mandi supaya lebih mudah mengajarkan anak proses buang air sendiri. Setelah itu, orang tua dapat mulai membantu anak untuk melepaskan pakaian atau celana sebelum duduk di kamar mandi. Pastikan anak dapat menjejakkan kedua kakinya saat ia duduk.



Moms juga sebaiknya temani Si Kecil dan buatlah situasi nyaman selama berusaha untuk buang air, seperti mengajaknya mengobrol atau membacakannya buku. Ajari anak untuk membersihkan area badan yang terkena kotoran, serta biasakan untuk mencuci tangan sebelum keluar dari kamar mandi.

Jangan lupa berikan pujian bagi anak setiap kali Ia berhasil melakukan yang diajarkan dan membuat kemajuan. Jangan memberikan hukuman atau menunjukkan rasa kecewa bila anak belum berhasil melakukannya dengan sempurna.


Tips Singkat Potty Training Anak

1. Izinkan anak melihat proses buang air di kamar mandi, jelaskan dengan bahasa yang sederhana sepanjang prosesnya

2. Selalu perhatikan isyarat dan kesiapan anak untuk buang air.

3. Ajarkan dan bantu anak untuk melepas dan memakai kembali pakaian atau celananya.

4. Pastikan anak dapat menjejakkan kakinya saat duduk. Gunakan dingklik untuk menopang kakinya.

5. Buat anak merasa nyaman selama berada di kamar mandi.

6. Ajari anak untuk membersihkan bagian badan terkena kotoran dan mencuci tangan sebelum keluar dari kamar mandi.

7. Dilakukan konsisten setiap hari dengan sabar dan telaten.

8. Berikan pujian untuk setiap kemajuan yang dilakukan anak dan jangan menghukum atau menunjukkan rasa kecewa jika anak belum berhasil melakukannya. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   toilet training,   potty training