Mother&Baby Indonesia
Manfaat Corat-Coret untuk Perkembangan Anak

Manfaat Corat-Coret untuk Perkembangan Anak

Apa yang akan dilakukan Si Kecil, saat ia diberi kertas dan pensil? Tanpa ragu, ia pun akan mencorat-coret kertas tersebut (atau mungkin mencoreti lantai, tembok, bahkan bagian tubuhnya). Meski belum jelas benar bentuk gambarnya, namun ia sudah mampu menuangkan ekspresi melalui kreasinya sendiri.

Seperti yang dikemukakan oleh Belinda Buttler, ahli seni gambar dan lukis di sekolah seni Kindy, Belanda, aktivitas ini adalah eksperimen mengenai bahan, tekstur, dan warna bagi seorang balita. “Egosentris seorang balita adalah ia akan mencoba segala sesuatu dengan media yang terdapat di depannya,” ujar Belinda.

Geraka tangan saat melukis, menggambar, dan melipat kertas warna, akan melatih otot tangan dan bagian lengan anak Anda. Kelenturan otot-otot tersebut adalah bekal untuk ia mulai melakukan kegiatan menulis. Si Kecil juga akan mempelajari arah gerakan, atas-bawah, kanan-kiri, dan depan-belakang, serta keseimbangan gerakan otot tangan dan lengan.



Semakin ia tenggelam dalam kegiatan seni dan kerajinan tersebut, semakin pula ia menikmati setiap karya yang ia ciptakan. “Jangan melarangnya jika ia sedang berekspresi sebab ia mungkin saja menjadi trauma. Saat berkreasi, Si Kecil juga berusaha mengeksplorasi dan mempertajam memorinya,” lanjut Belinda.

Berbagai aktivitas ini pun bisa dilakukan di waktu-waktu santai, sehingga Anda dapat membangun bonding dengan Si Kecil. Dan yang pasti bisa menjadi kegiatan mengisi liburan di rumah yang praktis dan murah meriah.


Menggambar

Kegiatan ini akan mampu menstimulasi otak Si Kecil untuk mengenal warna, garis tekstur, dan ruang. Ruang di sini artinya, ia akan belajar batas coretan yang boleh ia lakukan di sebuah media kertas gambar atau kanvas. Anda bisa menyediakan alat-alat gambar untuk Si Kecil yang aman.

Pilihlah krayon, spidol, pensil warna, dan kertas gambar yang tidak mengandung racun. Namun, bila Si Kecil mulai corat-coret di tembok, jangan langsung melarangnya, karena justru bisa menghambat proses kreativitas dan imajinasinya. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa memasang atau menempel kertas di sepanjang dinding agar ia bisa menggambar dengan leluasa.




Melukis

Melukis juga merupakan aktivitas yang bertujuan mempertajam indra pengihatan Si Kecil untuk mengenal bahan, warna, dan tekstur. Dari aktivitas ini pula, ia akan lebih mampu mengidentifikasi dan membedakan warna-warna. Sebab, media cat yang digunakan pada lukisan memiliki variasi warna yang lebih banyak daripada krayon atau pensil warna.

Sebagai permulaan, Anda bisa melumuri tangan atau kaki anak dengan cat lukis yang aman. Lalu, bentangkan kain atau kertas putih berukuran lebar di lantai. Jejakkan tangan dan kakinya yang sudah dilumuri cat lukis di atas kain atau kertas tersebut hingga tercetak gambar telapak kakinya. Gunakan beragam warna agar ia lebih mengenalnya.


Kerajinan Tangan

Menurut Belinda, kegiatan dengan nama lain prakaraya ini merupakan gabungan dari kinerja otak (kognitif), pembentukan persepsi (afeksi), serta psikomotorik. Ketiganya bekerja secara bersamaan dan saling mendukung. Manfaatnya tentu mengasah kreativitas dan imajinasi Si Kecil.

Selain itu, secara psikomotorik, prakarya dapat memperkuat otot-otot tangan dan lengan serta kelenturan jari-jari tangan saat ia sedang melipat, menempel, serta menggunting kertas warnanya. Dari kombinasi penajaman indra penglihatan dan gerakan otot tangan, akan menghasilkan keseimbangan dan koordinasi yang baik antara gerak tangan dan mata. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   corat-coret,   menggambar,   melukis,   kerajinan tangan,   prakarya








Related Article