Mother&Baby Indonesia
Tips Mengatasi Kebiasaan Buruk Anak Menggigit Kuku

Tips Mengatasi Kebiasaan Buruk Anak Menggigit Kuku

Si Kecil memiliki kebiasaan selalu menggigiti kukunya, Moms? Menggigit kuku memang merupakan salah satu kebiasaan anak yang sering membuat khawatir orang tua. Pasalnya, kita semua tahu bahwa tangan yang kurang bersih bisa menjadi sumber kuman dan menyebabkan penyakit pada anak. Nah, daripada melarangnya, lebih baik Anda cari tahu penyebabnya dan cara untuk mengatasinya.


Penyebab Menggigit Kuku

Ada sejumlah alasan yang bisa menjadi penyebab balita gemar menggigit kukunya Moms, misalnya saja karena ia merasa bosan. Menggigit kuku tergolong nervous habits atau kebiasaan yang dilakukan untuk menghilangkan rasa gugup atau gelisah, sama seperti mengisap jari, mengorek hidung, dan menarik-narik atau memelintir rambut.



Dengan menggigit kuku, Si Kecil berharap bisa mengurangi ketegangan pada dirinya. Memang, semua anak pasti mengalami rasa gugup atau cemas, seperti saat ia harus berada di tempat ramai dan bermain dengan anak-anak yang baru ia kenal, atau ketika ia belajar hal-hal baru di sekolah.

Nah, hal-hal tersebut bisa menjadi pemicu Si Kecil menggigit kukunya. Ini merupakan caranya untuk menenangkan diri. Jika ini adalah penyebabnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan Moms tidak perlu merasa cemas, karena kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya.


Trik Mengatasi Kebiasaan Menggigit Kuku

Meskipun begitu, tentunya pemandangan balita menggigit kukunya bukan sesuatu yang enak dan nyaman untuk dilihat ya, Moms. Nah, jika kebiasaan ini terus berlanjut, sedangkan Anda sendiri sudah tidak tahan melihatnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu Si Kecil berhenti menggigit kukunya, yakni:

• Gunakan plester atau band aid untuk menutupi kuku Si Kecil agar ia tidak bisa mengigitinya.

• Ajarkan Si Kecil untuk menjaga dan merawat kuku. Mengembangkan kesadaran bahwa kuku akan terlihat lebih menarik jika tidak digigiti dapat membuat Si Kecil meninggalkan kebiasaannya.

• Berikan Si Kecil makanan berkalsium tinggi. Menurut penelitian, salah satu penyebab kebiasaan ini adalah karena kekurangan kalsium.



• Jika Si Kecil menggigiti kukunya karena stres atau bosan, berikan ia kegiatan yang berhubungan dengan tangan, misalnya bermain puzzle atau tangkap dan lempar bola.


Tidak Perlu Memaksanya Berhenti

Sama seperti kebiasaan lain yang dilakukan Si Kecil saat ia merasa bosan atau gelisah, menggigit kuku biasanya dilakukan oleh anak secara tidak sadar. Karena itu, memaksanya untuk berhenti melakukan kebiasaan tersebut atau bahkan menghukumnya bukan merupakan langkah yang tepat dan bijaksana.

Janis Keyser, pendidik dan salah seorang penulis buku Becoming the Parent You Want to Be, menyebutkan bahwa langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu penyebab utama kebiasaan Si Kecil tersebut.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan anak memiliki perilaku tersebut, dari yang paling simpel seperti masuk sekolah baru, pindah rumah, hingga masalah perceraian orang tua. Karena itu, Moms harus membicarakan hal ini pada Si Kecil untuk mengatasi hal tersebut. Hindari menyuruhnya berhenti melakukan kebiasaan itu. Memaksa anak untuk menghentikannya justru hanya akan membuatnya melakukannya lagi dan lagi.


Kapan Perlu Merasa Khawatir?

Moms perlu merasa khawatir jika kebiasaan Si Kecil menggigit kuku ini sering ia lakukan, bahkan hingga menyebabkan kulit jarinya terkelupas atau berdarah. Sebaiknya Anda bawa balita Anda ke dokter anak atau psikolog, karena kebiasaannya tersebut bisa saja merupakan tanda adanya kecemasan yang berlebihan pada Si Kecil. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   kuku,   gigit kuku