Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Cara Membuat Anak Menjadi Si Happy Eater

Moms, Ini Cara Membuat Anak Menjadi Si Happy Eater

Salah satu masalah yang harus dihadapi orang tua adalah saat memberikan Si Kecil makan. Terutama ketika mereka masih belajar mengonsumsi makanan padat, ada saja hal-hal yang membuat anak Anda menjadi sulit untuk makan.

Tenang, Moms! Ubah si picky eater menjadi happy eater dengan cara sederhana namun mudah berikut ini. Pastikan juga Anda memerhatikan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, agar Si Kecil bisa makan dengan lebih baik dan teratur.




Dos

Atur jadwal: Pastikan Anda sudah menyiapkan tiga kali makan berat dan dua kali camilan dalam satu hari. Usahakan untuk tidak memberikan makanan lain di luar jadwal tersebut.

Ajak makan bersama: Selain untuk bonding, makan bersama juga bisa membantu Si Kecil untuk lebih fokus pada makanannya. Jadi Anda pun lebih mudah saat menyuapi anak sambil bercanda atau berbicara bersamanya.

Buat daftar menu: Ada baiknya jika Anda sudah tahu apa yang akan dikonsumsi seluruh anggota keluarga dalam satu minggu ke depan dan belanjalah sesuai kebutuhan tersebut. Dengan cara ini, Anda bisa lebih mengatur tingkat gula atau lemak yang akan dikonsumsi.

Beri makanan baru 12-15 kali: Namanya juga bayi, Si Kecil tentu masih belum mengenal banyak rasa selain ASI. Lalu bagaimana cara mengenalkannya? Tentu saja dengan memberikan makanan berbagai rasa yang baru untuknya secara berkala.

Beri contoh: Anak-anak akan lebih tertarik dengan makanan yang Anda makan. Jadi, pertimbangkan lagi untuk mengonsumsi junk food di depan Si Kecil dan menggantinya dengan sayur, seperti brokoli atau wortel.

Porsi yang kecil: Kasus yang sering terjadi adalah anak Anda tidak menghabiskan makanannya karena melihat piring dengan terlalu banyak makanan menurutnya. Maka ubah porsi makanan di piringnya menjadi lebih sedikit. Setelah ia habiskan porsi tersebut, Anda bisa menambahkan menu tersebut kembali sampai Si Kecil kenyang.




Don’ts

Menekan anak Anda: Jangan pernah memaksa Si Kecil untuk menghabiskan semua makanan yang telah Anda siapkan untuknya, padahal ia tidak mau memakan menu tersebut. Hal ini tentu akan semakin membawa masalah, terutama untuk urusan makannya.

Memberikan alternatif: Ketika anak Anda tak menghabiskan makanannya, jangan menolerir kebiasaan buruk tersebut. Menolerir dengan memberikan makanan pengganti atau sesuatu yang lain malah bisa membuatnya melakukan hal buruk itu di lain kesempatan.

Ngemil sepanjang hari: Dalam satu hari, anak harus tetap makan makanan berat untuk memenuhi nutrisinya. Jika Anda hanya memberikan camilan dan minuman ringan, maka hal itu bisa membuat Si Kecil semakin tidak merasakan lapar.

Makan sambil menonton: Daya fokus anak masih sangat mudah terpecah. Jadi saat makan, sebaiknya Anda tidak membiarkannya sambil menonton TV atau gadget, sehingga ia bisa fokus pada makanan yang ia santap. Dengan begitu ia akan bisa makan lebih baik.

Terlambat menyajikan: Anak-anak sangat sulit untuk diam di bangkunya lebih dari 15-20 menit. Maka ketika tiba waktunya makan, pastikan bahwa makanan tersebut sudah siap diberikan tepat pada jam makan Si Kecil. Dengan begitu, kemungkinan ia menolaknya juga akan lebih rendah. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   makan,   happy eater