Mother&Baby Indonesia
Bayi Sudah Tumbuh Gigi saat Lahir, Berbahayakah?

Bayi Sudah Tumbuh Gigi saat Lahir, Berbahayakah?

Wah Si Kecil sudah tumbuh gigi! Padahal baru saja lahir lho. Moms tentu bertanya-tanya apakah fenomena semacam ini normal?

Anda perlu tahu, sesungguhnya gigi Si Kecil sudah mulai terbentuk sejak ia masih berada dalam kandungan. Bayi yang baru lahir telah memiliki 20 gigi yang tersembunyi di balik gusi mereka.

Pada kebanyakan bayi, gigi mulai terlihat di permukaan gusi pada usia 6 hingga 10 bulan. Gigi bayi bisa tumbuh dengan urutan yang berbeda. Meski begitu, biasanya gigi tengah di bagian bawah muncul paling dulu.



Total 20 gigi susu biasanya akan lengkap ketika Si Kecil menginjak tiga tahun. Sementara itu, 32 gigi permanen satu per satu akan menggantikan deretan gigi susu tersebut sejak usia 6 hingga 20 tahun.


Tumbuh Lebih Awal

Pada sejumlah kasus, ada bayi yang sudah mulai tumbuh gigi ketika usianya baru memasuki tiga bulan. Ada pula bayi baru lahir tapi memiliki satu atau dua giginya. Kondisi ini jarang terjadi, diperkirakan hanya ada satu kasus dari setiap 2.000 kelahiran. Gigi itu disebut gigi bawaan lahir atau natal teeth.


Penyebab Bayi Punya Gigi saat Lahir

Penyebab bayi memiliki gigi saat lahir hingga kini memang masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi sejumlah penelitian meyakini bahwa ada beberapa kondisi yang meningkatkan peluang bayi terlahir sudah memiliki gigi, yaitu:

1. Keturunan

Munculnya gigi pada bayi yang baru lahir, salah satunya bisa disebabkan karena faktor keturunan. Apabila salah satu anggota keluarga Anda pernah memiliki riwayat natal teeth saat lahir, maka ada kemungkinan bayi Anda juga mengalami hal serupa.

2. Sindrom Ellis-van Creveld

Sindrom ini merupakan kelainan tulang genetik yang menyebabkan kelainan kongenital seperti jumlah jari yang berlebih, tidak adanya rambut, dan juga kemunculan natal teeth.

3. Sindrom Pierre Robin

Sindrom Pierre Robin merupakan gangguan genetik yang ditandai dengan rahang bawah yang sangat kecil (micrognathia), lidah cenderung mundur dan ke bawah, serta adanya celah lunak di langit-langit mulut. Diperkirakan, salah satu komplikasi dari kelainan inilah yang menyebabkan tumbuhnya gigi saat baru dilahirkan.



4. Sindrom Hallermann-Streiff

Sindrom Hallermann-Steiff atau oculomandibulo-dyscephaly adalah kelainan genetik bawaan yang jarang dan menyebabkan kelainan bentuk tengkorak seperti rahang yang lebih pendek, langit-langit mulut melengkung dan natal teeth.

5. Sindrom Sotos

Sindrom Sotos yaitu kelainan genetik langka yang ditandai dengan pertumbuhan fisik berlebihan selama 2-3 tahun pertama kehidupannya.

6. Ibu Sakit saat Hamil

Apabila Anda menderita penyakit serius dan demam tinggi selama kehamilan, maka bayi Anda juga berisiko memiliki saat lahir.

7. Masalah Endokrin

Masalah hormonal kongenital juga bisa menyebabkan bayi Anda memiliki gigi saat baru dilahirkan. 


Tidak Perlu Khawatir

Sesungguhnya Moms tidak perlu khawatir dengan kondisi ini. Anda tidak perlu mengambil tindakan tertentu, kecuali gigi tersebut mengganggu proses menyusui, seperti selera makan yang rendah, kesulitan menempel pada puting saat menyusui, dan bayi mudah rewel. 

Pencabutan gigi bisa menjadi solusi apabila ada efek yang timbul dari natal teeth. Akan tetapi tentu saja Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jika memang berpengaruh secara signifikan, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan operasi.

Namun salah satu syarat untuk melakukan operasi, adalah bayi Anda harus berumur setidaknya sepuluh hari atau ketika flora usus bayi atau bakteri telah menghasilkan vitamin K. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdarahan berlebih selama operasi. Pada saat dioperasi, bayi Anda akan diberi bius lokal. Setelah selesai, Si Kecil akan diberi suntikan vitamin K untuk pencegahan perdarahan. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   gigi,   gigi bayi,   natal teeth