Mother&Baby Indonesia
11 Gejala Sepsis Neonatorium, Infeksi Darah pada Bayi

11 Gejala Sepsis Neonatorium, Infeksi Darah pada Bayi

Sebagai orang tua, Anda pasti berharap Si Kecil lahir dan tumbuh sehat sempurna. Namun tidak bisa dipungkiri, ada saja masalah kesehatan yang mungkin menyerang anak, bahkan bayi baru lahir atau newborn. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir adalah sepsis neonatorum. Untuk meningkatkan kewaspadaan Anda akan masalah yang satu ini, simak beberapa fakta penting di bawah ini, Moms.


Penyebab

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), semua orang bisa mengalami infeksi, dan hampir semua infeksi bisa berakhir dengan sepsis, suatu respons ekstrem tubuh pada infeksi. Jika tidak ditangani dengan tepat dan segera, sepsis bisa merusak organ-organ tubuh, hingga menyebabkan kerusakan total dan bahkan kematian.



Sepsis juga bisa terjadi pada siapa saja, namun lebih sering menyerang lansia dan bayi, terutama yang baru lahir. Ya, bayi dan newborn lebih rentan mengalami sepsis jika mengalami infeksi.

Di Amerika, lebih dari 75.000 bayi dan anak mengalami sepsis berat. Hampir 7.000 di antaranya meninggal dunia, angka yang lebih besar dari jumlah anak meninggal akibat kanker.


Sepsis pada Bayi Baru Lahir

Ketika seorang anak mengalami sepsis dalam beberapa bulan pertama kehidupannya (sampai 90 hari), maka ini disebut dengan sepsis neonatal. Jika sepsis terjadi dalam beberapa jam atau hari pertama sejak bayi lahir, maka disebut dengan early onset sepsis. Sedangkan sepsis yang terjadi setelah bayi berusia 1 minggu disebut dengan late onset neonatal sepsis. Bayi prematur lebih rentan mengalami sepsis dibanding bayi yang lahir cukup bulan.


Tanda Bayi Sepsis

Jika bayi Anda mengalami infeksi yang tidak kunjung sembuh atau bahkan semakin parah, kemudian timbul beberapa gejala di bawah ini, maka Anda perlu mencurigai bayi mengalami sepsis. Di bawah ini tanda-tanda bayi mengalami sepsis:

1. Demam atau suhu tubuh rendah

2. Jantung berdetak cepat

3. Napas cepat

4. Menggigil atau tangan dan kaki dingin

5. Kulit pucat



6. Pusing

7. Bingung atau disorientasi

8. Kurang responsif

9. Sesak napas

10. Nyeri

11. Mual dan muntah

Namun perlu diingat, tanda-tanda di atas tergolong umum terjadi pada bayi, walaupun mereka tidak mengalami sepsis. Walaupun begitu, jika beberapa tanda di atas terjadi bersamaan dan Si Kecil terlihat lebih sakit dari biasanya, maka Anda perlu mencurigai terjadinya sepsis


Menangani Sepsis

Sepsis, atau kasus yang mirip dengan sepsis, harus ditangani dengan bantuan dokter. Tidak ada ‘obat warung’ yang bisa mengatasi sepsis pada bayi, karena langkah pertama yang dilakukan adalah mengatasi infeksinya terlebih dahulu, baru kemudian keluhan-keluhan dan penyakit penyerta yang ada.

Umumnya, bayi atau anak dengan sepsis akan dirawat di ICU, untuk membasmi infeksi yang mungkin menyebar. Dokter akan memberikan infus antibiotik yang dosisnya sudah disesuaikan untuk anak Anda.

Beberapa langkah lain yang akan dokter lakukan untuk melawan sepsis adalah memberi pengobatan untuk menormalkan tekanan darah dan atau tekanan jantung, dan beberapa pengobatan untuk meredakan keluhan anak juga membuatnya lebih nyaman.

Dalam beberapa kasus, anak akan diberikan ventilator untuk membantunya bernapas. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: sepsis neonatorium,   bayi,   penyakit,   darah,   hematologi,   infeksi